alexametrics

Akun Instagram Pemimpin Redaksi Koran Tempo Diretas

Iwan Supriyatna | Stephanus Aranditio
Akun Instagram Pemimpin Redaksi Koran Tempo Diretas
Ilustrasi hacker. (Shutterstock)

Akun Instagram milik Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso diduga diretas saat memandu diskusi virtual.

Suara.com - Akun Instagram milik Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso diduga diretas saat memandu diskusi virtual yang membahas kasus teror terhadap mahasiswa dan narasumber diskusi kelompok mahasiswa Constitutional Law Society Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) pada Minggu (31/5/2020) pagi tadi.

Budi menjadi pewawancara bincang-bincang virtual “Ini Budi Spesial: Mengapa Diskusi dan Tulisan Diteror?” pada Minggu (31/5/2020) pukul 10.00 WIB. Acara ini disiarkan langsung ke Youtube dan Facebook Tempo Media.

Narasumber acara ini Anugerah Perdana (mahasiswa FH UGM), Sigit Riyanto (Dekan FH UGM), dan Ravio Patra (peneliti dan aktivis demokrasi)

"Saya menggunakan Zoom di laptop. Sebelum acara berakhir, saya melihat pop up notifikasi email tentang aktivitas di akun Instagram saya. Karena acara masih berjalan, saya tidak langsung membukanya," kata Budi dalam keterangnnya yang dikonfirmasi Suara.com, Minggu (31/5/2020).

Baca Juga: KPU Diretas, Ferdinand: Apa Ada Keterlibatan Orang Dalam Jual Data Warga?

Setelah acara selesai Budi baru membuka email notifikasi tersebut yang ternyata melaporkan aktivitas tak wajar di akun instagramnya yang dilakukan menggunakan Chrome Mac OS X dari Singapura.

"Ada tiga email berurutan dengan waktu berdekatan. Pertama memberi tahu perubahan kata sandi, yang tidak saya lakukan. Dua email berikutnya memberi tahu aktivitas yang tak wajar di akun saya," ungkapnya.

Akibatnya, Budi tidak bisa mengakses fasilitas pemulihan yang ada di platform. Akun instagramnya juga tidak bisa ditemukan lagi di Instagram.

"Dari akun Facebook saya, juga terlihat ada aktivitas login yang tertulis di Bekasi pada sekitar pukul 11.30 WIB," lanjutnya.

Budi menyebut akunnnya baru bisa kembali setelah dirinya melaporkan ke Facebook atau Instagram tentang aktivitas tidak wajar ini.

Baca Juga: Data KPU Diretas, Mardani Minta Program e-KTP yang Sentralistis Ditinjau

"Saya tidak bisa menyimpulkan apakah ini ada kaitan dengan diskusi yang sedang berjalan," tegasnya.

Komentar