Detik-detik Wartawan DW Ditembaki Polisi saat Liput Demo di AS

Rendy Adrikni Sadikin, Fitri Asta Pramesti

Selasa, 02 Juni 2020 | 09:55 WIB
Detik-detik Wartawan DW Ditembaki Polisi saat Liput Demo di AS
Liput Unjuk Rasa di Minneapolis, Wartawan DW Ditembaki Polisi. (twitter.com/dw_indonesia)

Suara.com - Seorang reporter dan juru kamera tengah meliput aksi massa yang berujung kerusuhaan di Minneapolis, Amerika Serikat, saat tiba-tiba mereka ditembaki oleh petugas kepolisian.

Menyadur DW, Selasa (2/6), insiden penyerangan terhadap para wartawannya saat meliput aksi massa atas kematian George Floyd ini terjadi dua kali.

Penyerangan pertama, terjadi saat reporter Stefan Simon bersiap untuk melakukan siaran langsung di sebuah ruas jalan pada malam hari. Jauh beberapa meter di belakangnya, nampak sekelompok polisi tengah berjaga.

Saat Stefan tengah bersiap di depan kamera, suara deisng peluru tiba-tiba terdengar. Mengetahui hal ini, reporter ini pun langsung menghindar.

"Stefan, mereka menembak ke arahmu," ujar seorang kru.

Stefan lalu berbalik menghadap polisi dan mengatakan,"kami cuma press, kami dari media, berhenti menembaki kami! Kami sedang siaran langsung."

Liput Unjuk Rasa di Minneapolis, Wartawan DW Ditembaki Polisi. (twitter.com/dw_indonesia)
Liput Unjuk Rasa di Minneapolis, Wartawan DW Ditembaki Polisi. (twitter.com/dw_indonesia)

Kemudian pada insiden selanjutnya, petugas polisi meminta tim DW untuk mematikan kamrena, menghentikan peliputan dan kembali ke dalam mobil.

Pun seorang polisi mengatakan tim DW harus angkat kaki dari lokasi jika tak ingin ditahan. Mendengar hal tersebut, salah seorang kru menanyakan apa yang membuat kru bisa ditahan.

Namun polisi tak memberikan jawaban. Petugas kepolisian mengatakan, "kami melakukan tugas kami." Akhirnya, tim DW pun meninggalkan lokasi tersebut.

baca juga

Di tempat terpisah, Stefan Simon kembali melakukan siaran dan menyorot hal yang dilakukan pihak kepolisian terhadap jurnalis.

Stefan mengatakan ia memaklumi jika polisi melakukan tugas seperti apa yang telah diarahkan oleh atasan. Reporter ini juga menyebut bahwa polisi juga terlihat menyambangi kru media lain.

"Polisi juga menghalau tim produksi dari televisi lain, kami tidak tahu mereka jadi jaringan media apa, tapi mereka juga sednag bertuhas seperti kami di sini, Kami langsung mendekat untuk mendokumentasikan insiden itu, bukan untuk ikut campur, tapi mendokumentasikan," kata Stefan.

"Seperti yang anda lihat, keadaan di sini agak tegang. Saya mengerti para polisi itu bekerja di bawah tekanan. Tapi seharusnya mereka membiarkan kami bekerja dan melakukan tugas kami," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengakuan Pria Bertato Indonesia di Kerusuhan AS: Saya Lahir di Pulau Jawa

Pengakuan Pria Bertato Indonesia di Kerusuhan AS: Saya Lahir di Pulau Jawa

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 09:20 WIB

Liput Aksi Massa di Gedung Putih, Jurnalis Sunrise Diserang Polisi

Liput Aksi Massa di Gedung Putih, Jurnalis Sunrise Diserang Polisi

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 08:52 WIB

Unjuk Rasa untuk George Floyd Rusuh, Trump Sebut Para Gubernur Lemah

Unjuk Rasa untuk George Floyd Rusuh, Trump Sebut Para Gubernur Lemah

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 07:12 WIB

Terkini

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×