Kali Pertama Melihat Ka'bah, Kisah Umrah Mualaf Sebelum Pandemi Covid-19

Rendy Adrikni Sadikin

Kamis, 04 Juni 2020 | 14:51 WIB
Kali Pertama Melihat Ka'bah, Kisah Umrah Mualaf Sebelum Pandemi Covid-19
Kaiji Kadir Wada bersama istrinya Yusanne Pitaloka.(Yusanne Pitaloka via BBC News Indonesia)

"Kami membuka pendaftaran dan juga menerima rekomendasi namun kami melakukan seleksi. Intinya yang kami ajak, mereka yang berpandangan moderat," kata Sabri.

Tetap menikmati hidup walau lagi sedih

Kaiji - yang menikah dengan perempuan Indonesia Yusanne - mengatakan ia mulai mempelajari tentang Islam ketika ikut dalam program pertukaran di Brunei.

"Waktu ketemu orang Islam lain, mereka hidupnya bisa bahagia tanpa minum alkohol. Meski sedih tetap bisa menikmati. Beda sama orang Jepang yang kalau sudah stres bisa bunuh diri. Waktu bertemu mereka, saya bisa merasakan kedamaian dan lebih bisa mengontrol diri," cerita Kaiji saat mulai mempelajari Islam.

Saat ini ia bekerja sebagai pengajar sekolah Jepang di Bandung dan berencana akan kembali ke Tokyo pada bulan Juli mendatang.

Sementara Hanan mengatakan keputusannya 25 tahun lalu, karena apa yang dia sebut mengisi kekosongan hidup.

Kisah Muslim Inggris di zaman Ratu Victoria: Ditanya Paus, 'Kamu Katolik? Bukan saya Muslim' Victoria and Abdul: Mengungkap hubungan Ratu Inggris dan pemuda Muslim yang ditutupi Abdul, pria Muslim yang mengubah pandangan Ratu Victoria tentang Islam

"Tidak ada momen khusus yang membuat saya pindah agama. Semua bermula karena ketidakpuasan dan perasaan hampa dan kosong karena tak ada keyakinan (agama) apa pun sampai kemudian saya tertarik untuk bertemu rekan-rekan Muslim untuk bertanya tentang Islam," kata Hanan yang saat ini bekerja di satu sekolah dasar di Cardiff.

"Saat itu umur saya 27 tahun, saya lebih banyak pergi sendiri. Orang saya saat itu bingung karena mereka tinggal di daerah mayoritas kulit putih (di Cornwall, Inggris selatan) dan hanya sedikit Muslim. Mereka baik dan tertarik (mengetahui lebih lanjut), walaupun ayah saya tak suka saya pakai jilbab. Ibu saya percaya pada Tuhan, jadi dia bisa melihat banyak persamaan," kata ibu beranak empat ini.

baca juga

Hanan - yang dulu bernama Donna - melanjutkan perguruan tinggi di Cardiff pada 1990-an dan bertemu dengan sejumlah teman-teman Muslim.

Walau tak ada momen khusus yang memicunya pindah agama, Hanan menyebut satu peristiwa saat ia berjalan bersama temannya ke Palestina.

"Ketika saya mengunjungi daerah yang diduduki di Palestina pda 1990-an, saya dan teman saya tersesat di wadi, dan saat itu tengah hari, panas dan sepi. Kami tak punya telepon genggam dan hampir kehabisan air. Saya khawatir kami akan meninggal di sana. Saat itu tak ada yang bisa ditelepon dan saya buat 'perjanjian' dengan Tuhan dan saya katakan kalau kami selamat dari sini, saya akan menjadi Muslim," tutur Hanan.

"Di dalam hati saya, saya sudah sadar Islam adalah agama yang tepat untuk saya, namun saya belum mengungkapkannya," katanya.

Sekembalinya ke Wales, ia membaca berbagai hal tentang Islam dan bertanya ke orang-orang yang ia kenal sebelum mengucapkan syahadat, di depan almarhum Imam Sheikh Said, yang ibunya juga orang Wales yang mualaf.

Ia mengatakan "langsung merasa lega" karena mendapatkan "semua jawaban yang ia cari".

Hanan mengatakan kondisi masyarakat di Inggris berbeda pada tahun 1990-an.

"Tak banyak saat itu orang yang jadi mualaf karena tak banyak berita negatif di media. Namun setelah serangan 11 September (pada 2001 di New York), saya takut untuk pergi keluar sendiri dengan anak-anak. Dan saya tidak lagi pakai abaya dan menggunakan baju biasa. Alhamdulilah saya tidak mengalami ejekan dan saya masih pakai jilbab."

Dalam 25 tahun terakhir ini, Hanan mengatakan ia mengalami banyak perubahan, namun menekankan ia ingin menunjukkan identitas sendiri.

Ia menyebut contoh pada mereka yang pindah agama setelah menikah dengan komunitas tertentu dan berpakaian mengikuti kebiasaan komunitas itu.

"Saya ingin menunjukkan identitas saya sebagai Muslim Inggris, tanpa perlu menghilangkan apa yang saya miliki sebelumnya," kata Hanan menutup ceritanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 Aturan Baru PSBB di Jakarta: Belajar di Rumah sampai Boleh Boncengan

7 Aturan Baru PSBB di Jakarta: Belajar di Rumah sampai Boleh Boncengan

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 14:19 WIB

Hidroksiklorokuin Tidak Cegah Virus Corona, Dokter Donald Trump Ngeyel

Hidroksiklorokuin Tidak Cegah Virus Corona, Dokter Donald Trump Ngeyel

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 14:31 WIB

Gelandang Persib Ini Manfaatkan Perabot Rumah untuk Bantu Latihan

Gelandang Persib Ini Manfaatkan Perabot Rumah untuk Bantu Latihan

Bola | Kamis, 04 Juni 2020 | 13:53 WIB

Anak Berisiko Cemas dan Mimpi Buruk akibat New Normal, Ini Kata Ahli!

Anak Berisiko Cemas dan Mimpi Buruk akibat New Normal, Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 14:22 WIB

Tiga Bulan Tanpa Pemasukan, Pedagang di Pantai Parangtritis Menjerit

Tiga Bulan Tanpa Pemasukan, Pedagang di Pantai Parangtritis Menjerit

Jogja | Kamis, 04 Juni 2020 | 13:49 WIB

Dilantik Disdik, 22 Kepsek dan Pengawas SMA/SMK Jombang Rapid Test Corona

Dilantik Disdik, 22 Kepsek dan Pengawas SMA/SMK Jombang Rapid Test Corona

Jatim | Kamis, 04 Juni 2020 | 13:39 WIB

Terkini

Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:37 WIB

Bangladesh Panggil Striker Fulham hingga Pemain Liga Jepang: Siap Teror Timnas Indonesia

Bangladesh Panggil Striker Fulham hingga Pemain Liga Jepang: Siap Teror Timnas Indonesia

Bola | Senin, 21 September 2026 | 09:35 WIB

Bechi Anak Kiai Jombang Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ternyata Diam-diam Bebas

Bechi Anak Kiai Jombang Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ternyata Diam-diam Bebas

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 09:34 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.628.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.628.000/Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:30 WIB

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

News | Senin, 21 September 2026 | 09:26 WIB

UMKM Sudah Bisa Produksi, Kini Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar

UMKM Sudah Bisa Produksi, Kini Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Kinerja Pertamina Diakui, Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Kinerja Pertamina Diakui, Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Arti Mimpi Dililit Ular di Tangan, Pertanda Datang Jodoh atau Rezeki?

Arti Mimpi Dililit Ular di Tangan, Pertanda Datang Jodoh atau Rezeki?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse

Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 09:20 WIB

Pertamina Raih Penghargaan IABC 2026 lewat Komunikasi Digital untuk Misi Kemanusiaan

Pertamina Raih Penghargaan IABC 2026 lewat Komunikasi Digital untuk Misi Kemanusiaan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:18 WIB

×