Mensos : Hadapi Covid-19, Indonesia Perluas Bansos bagi Rakyat Miskin

Fabiola Febrinastri

Kamis, 11 Juni 2020 | 11:45 WIB
Mensos : Hadapi Covid-19, Indonesia Perluas Bansos bagi Rakyat Miskin
Mensos, Juliari Batubara. (Dok : Kemensos)

Suara.com - Pemerintah Indonesia telah meningkatkan indeks bantuan dan memperluas bantuan sosial (bansos), khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan, dalam menghadapi Covid-19. Hal ini merupakan bagian dari langkah-langkah komprehensif dan cepat dalam menangani dampak pandemi.

“Kepada para menteri ASEAN, saya sampaikan langkah-langkah komprehensif dan cepat, pemerintah Indonesia menangani dampak pandemi Covid-19. Dalam konteks tugas dan fungsi Kemensos (Kementerian Sosial), pemerintah telah meningkatkan indeks bantuan dan memperluas bantuan sosial, khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan,” kata Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara, di hadapan para menteri se-ASEAN yang dilakukan secara online, (10/6/2020).

Pertemuan ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal ASEAN, Dato’ Lim Jock Hoi dan dihadiri oleh 10 menteri negara anggota ASEAN yang menangani isu kesejahteraan sosial. Dalam pertemuan bertajuk “Special Online Meeting of the ASEAN Ministerial Meeting on Social Welfare and Development (AMMSWD) on Mitigating Impact of COVID-19 on Vulnerable Groups in ASEAN” ini, Juliari bertindak sebagai Ketua Delegasi Indonesia.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan empat langkah penting dalam memitigasi dampak sosio-ekonomi dari pandemi, khususnya bagi kelompok miskin dan rentan. Pertama, meningkatkan jumlah dan coverage bansos dan jaring pengaman sosial, serta menaikkan jumlah bantuan bagi beberapa program perlindungan sosial.

Kedua, menguatkan investasi pemerintah pada pengembangan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan merumuskan platform perlindungan sosial adaptif sesuai dengan RPJMN 2019-2024 dan Renstra Kemensos 2020-2024. Keempat, peran krusial dari kesetiakawanan sosial.

“Pemerintah terus meningkatkan komitmen dan langkah serius dalam menangani dampak pandemi. Pada stimulus fiskal baru (keempat), pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 677,2 triliun, dimana Rp 203,9 triliun untuk bidang perlindungan sosial,” katanya.

Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan stimulus fiskal ketiga yang sebesar Rp 405,1 triliun, yang mana untuk perlindungan sosial sebesar Rp 110 triliun. Mensos menjelaskan, dalam rangka menangani dampak Covid-19, pemerintah meningkatkan indeks bantuan dan memperluas kepesertaan bansos reguler, yakni bansos Program Keluarga Harapan (PKH) menjangkau 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

KPM menerima manfaat per tiga bulan menjadi setiap bulan, mulai April-Desember 2020, sehingga KPM PKH mendapatkan manfaat ganda.

Pada Program Sembako (Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT) dilakukan perluasan target dan peningkatan indeks bantuan program sembako dari semula 15,2 juta KPM menjadi 20 juta KPM, dengan indeks dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu.

baca juga

Kemensos juga meluncurkan bansos non-reguler, yakni Paket Sembako Bantuan Presiden (Banpres) dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Bansos Sembako Banpres mulai disalurkan untuk masyarakat terdampak Covid-19 di DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang dan Tangsel, Depok dan Bekasi (Jabodetabek), pada 20 April.

Bansos Sembako tersebut menjangkau 1,9 juta keluarga (KK), dengan nilai Rp 600.000, yang disalurkan sebulan dua kali, sehingga nilai totalnya sekitar Rp 3,4 triliun.

BST menjangkau 9 juta KK di luar Jabodetabek yang belum mendapatkan Program PKH dan Program Sembako dengan nilai Rp 600.000/KK/bulan. Bansos sembako bantuan presiden maupun BST disalurkan selama tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni 2020.

“Dengan stimulus terbaru sebesar Rp 677,2 triliun, pemerintah telah memperpanjang bantuan hingga Desember 2020,” kata ayah dua anak ini.

Mensos juga menekankan pentingnya pengelolaan data kemiskinan atau DTKS, yang menjadi basis bagi berbagai bantuan sosial.

“DTKS memuat 40 persen masyarakat dengan pendapatan terendah di Indonesia. DTKS sangat membantu memastikan bansos tersalurkan tepat sasaran,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Reisa: Jaga Jarak Turunkan Penularan Corona hingga 85 Persen

Dokter Reisa: Jaga Jarak Turunkan Penularan Corona hingga 85 Persen

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 11:32 WIB

Pelaku Wisata Diharapkan Bisa Tingkatkan Daya Saing Pasca Covid-19

Pelaku Wisata Diharapkan Bisa Tingkatkan Daya Saing Pasca Covid-19

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2020 | 11:32 WIB

Pemberlakuan Pajak Digital di Tengah Pandemi Virus Corona di Indonesia

Pemberlakuan Pajak Digital di Tengah Pandemi Virus Corona di Indonesia

Your Say | Kamis, 11 Juni 2020 | 11:16 WIB

Hits: Pelukan Lebih Aman, Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Akhir

Hits: Pelukan Lebih Aman, Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Akhir

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 11:03 WIB

Studi: New Normal, Kampus dan Toko Kelontong Harus Dibuka Pertama Kali

Studi: New Normal, Kampus dan Toko Kelontong Harus Dibuka Pertama Kali

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 11:00 WIB

Uni Eropa Sebut China di Belakang Gelombang Disinformasi Covid-19

Uni Eropa Sebut China di Belakang Gelombang Disinformasi Covid-19

News | Kamis, 11 Juni 2020 | 11:25 WIB

Terkini

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:10 WIB

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:06 WIB

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Banten | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:59 WIB

Konflik Keluarga Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Cianjur Ludes

Konflik Keluarga Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Cianjur Ludes

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 09:57 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.595.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.595.000/Gram

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:56 WIB

Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot

Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot

Malang | Rabu, 30 September 2026 | 09:52 WIB

×