Kapolri Idham Azis ke Anak Buah: Jangan Senang Melihat Teman Susah

Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah
Kapolri Idham Azis ke Anak Buah: Jangan Senang Melihat Teman Susah
Kapolri Jenderal Idham Azis saat ditemui wartawan di kantor Kompolnas. (Suara.com/Stephanus Aranditio).

Semua anggota Polri memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan Tribrata 1.

Suara.com - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengingatkan seluruh anggota Polri tetap menjaga soliditas internal khususnya menjelang pergantian Kapolri di tahun 2021. Menurut Idham semua anggota Polri memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan Tribrata 1.

Hal itu disampaikan Idham saat berpidato dalam acara peringatan HUT Bhayangkara ke-74 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Divisi Humas Mabes Polri, Rabu (1/7/2020).

Idham lantas mengingatkan jajaran untuk tetap menjunjung soliditas dan menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa Tuhan yang akan memilih sosok yang memimpin Polri setelah dirinya itu.

"Sesuai dengan pesan presiden marilah kita menjaga soliditas internal kita dengan baik. Jangan SMS, --senang melihat teman susah, susah melihat teman senang-- itu singkatannya SMS itu. Gantungkan harapanmu setinggi langit, lalu biarkan nanti Tuhan yang memilih, siapa nanti diantara rekan-rekan yanh akan jadi, karena semua punya kesempatan yang sama untuk memimpin Polri," tutur Idham.

Dalam kesempatan itu, Idham juga mengingatkan anggotanya untuk tidak terpengaruh dengan isu liar yang berkembang berkaitan dengan bursa calon Kapolri. Sebab, kata Idham, isu-isu liar tersebut biasanya kerap muncul menjelang pergantian Kapolri.

"Saya perlu mengingatkan sampai sekarang ini, awal-awal ini supaya tidak banyak Susupo. Kalau orang Palu bilang Susupo itu isu yang liar, isu yang tidak membuat ini ya kan. Semakin ke depan nanti itu semakin tajam itu, ini baru Juli, Agustus nanti ber, ber, ber itu sudah semakin tajam. Kalau kayak lagunya Bimbo Tajam Tak Bertepi," ujarnya.

Kendati begitu, Idham berkelakar bahwa hal-hal semacam itu tidak ditemukan di Polri. Idham menyebut hal itu mungkin hanya terjadi pada institusi Kepolisian di Papua New Guinea dan Nikaragua.

"Kalau polisi Indonesia saya lihat kompak-kompak saja itu, kayak api dalam sekam tapinya," kelakar Idham seraya tertawa ringan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS