alexametrics

Layanan PPDB Online Kalsel Error, Ratusan Calon Siswa Mengulang Pendaftaran

Chandra Iswinarno
Layanan PPDB Online Kalsel Error, Ratusan Calon Siswa Mengulang Pendaftaran
Pendaftaran ulang PPDB Kalsel SMK-SMA Online gara-gara sempat error pada hari pertama pendaftaran di Martapura. [Kanal Kalimantan]

Untuk selanjutnya, pendaftaran dimulai lagi pada Rabu (1/7/2020) hingga Jumat (3/7/2020). Akibat kejadian ini, seluruh sekolah di Kalsel ikut terkena dampak.

Suara.com - Akibat adanya kesalahan dalam program SIAP PPDB Online yang dirancang untuk memfasilitasi otomasi Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), sebanyak 700 calon peserta terpaksa kembali mengulang pendaftaran mulai Rabu (1/7/2020).

Hal tersebut diberitahukan melalui website https://kalsel.siap-ppdb.com/#/. Dalam situs tersebut disampaikan, jika seluruh data calon peserta didik yang melakukan pendaftaran di SMK pada Senin (29/6/2020) telah dihapus atau direset.

Untuk selanjutnya, pendaftaran dimulai lagi pada Rabu (1/7/2020) hingga Jumat (3/7/2020). Akibat kejadian ini, seluruh sekolah di Kalsel ikut terkena dampak.

Ketua PPDP Online SMK 1 Martapura Laili Hayati menyampaikan, jumlah calon peserta didik yang yang melakukan pendaftaran online melalui PPDB 29 Juni 2020 ada 700 calon peserta didik. Semuanya kini telah dihapus dan mengulang pendaftaran kembali.

Baca Juga: KPAI Minta Disdik DKI Jakarta Jangan Lihat Usia dalam Jalur Baru PPDB 2020

Langkah penghapusan seluruh data calon peserta didik pihak sekolah SMK 1 Martapura sudah diumumkan melalui akun sosial media sekolah. Sementara ini Rabu, 1 Juli 2020, dimulai kembali pendafataran PPDB secara online yang telah diikuti 400 calon peserta didik yang mendaftar.

Seorang calon peserta didik, Dina mengaku bingung dengan kondisi tersebut. Namun, dia baru mengetahui jika harus mengulang kembali pendaftaran PPDB secara online.

”Saya kira tidak diterima di sekolah, karena nama saya hilang dari data PPDB online, ternyata disuruh mengulang pendaftaran lagi,” katanya seperti dilansir Kanalkalimantan.com-jaringan Suara.com pada Rabu (1/7/2020).

Dalam pengulangan pendaftaran SMK melalui PPDB Online tidak mengalami perubahan dan tidak memerlukan dokumen tambahan.

Namun hal berbeda terjadi pada pendaftaran PPDB online di SMA 1 Martapura justru membuat pihak sekolah kebingungan. Kepala SMAN 1 Martapura Eko Sanyoto mengakui, data untuk di sekolahnya tidak direset, tetapi muncul masalah baru.

Baca Juga: Terima Protes PPDB, Bupati Bantul Keluarkan Perbup Atur Soal Umur

Sehingga ada ketidaksesuaian data yang berpengaruh untuk verifikasi. Seperti unggahan berkas Surat Keterangan Lulus (SKL) tidak sesuai dengan isi Kartu Keluarga (KK), sedangkan untuk Surat Tanggung Jawab Mutlak (STJM) dari orang tua isinya adalah Akta Kelahiran.

Komentar