Bocah 16 Tahun Curi Data Penyiar Berita Pakistan untuk Lakukan Pemerasan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 03 Juli 2020 | 13:31 WIB
Bocah 16 Tahun Curi Data Penyiar Berita Pakistan untuk Lakukan Pemerasan
Kolase penyiar berita Pakistan (kiri) yang dicuri data dirinya untuk melakukan pemerasan.[Facebook/Madiha Abid Ali]

Suara.com - Seorang bocah berusia 16 tahun mencuri data penyiar berita untuk melakukan tindak kejahatan pemerasan.

Menyadur Gulf News, Jumat (3/7/2020), penyiar berita di Lahore, Pakistan, terkejut mengetahui bahwa seorang anak berusia 16 tahun menggunakan fotonya untuk memeras uang secara online.

Tapi sang penyiar berita memilih untuk tidak mempermalukannya, sebaliknya dia membagikan kasusnya di media sosial dengan menjaga identitas anak tersebut.

Pusat Pelaporan Kejahatan Dunia Maya (CCRC) mengambil tindakan terhadap siswa kelas delapan atas permintaan Madiha Abid Ali, seorang pembawa berita asal Pakistan.

Ali kemudian mempostingan laporan, wajah pelaku yang ditutupi, serta tangkapan layar akun Facebook Ali yang palsu yang mengaku sebagai seorang jurnalis yang sudah berkecimpung di industri media selama 10 tahun.

"Berikut adalah kegiatan seorang anak lelaki berusia 16 tahun. . Yang mempunyai beberapa akun di media sosial. Bocah sekolah ini terlibat langsung dalam kasus memeras uang dan menipu warga yang tidak bersalah yang menyamar sebagai saya (Madiha Abid Ali)." jelas laporan CCRC dikutip dari Gulf News.

Sang penyiar berita membagikan kasusnya namun dengan menutupi wajah pelaku.[Facebook/Madiha Abid Ali]
Sang penyiar berita membagikan kasusnya namun dengan menutupi wajah pelaku.[Facebook/Madiha Abid Ali]

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa citra publik Ali terkena dampak akibat perbuatan bocah tersebut. "Bocah itu tidak hanya mempermalukan orang, tetapi juga merusak kehidupan sosial Madiha Abid Ali." ujar laporan tersebut.

Menanggapi laporan Ali, Badan Investigasi Federal Lahore melacak pelakunya dan mengambil tindakan. "Pelaku berusia 16 tahun ini juga terlibat pemerasan uang dalam bentuk kartu isi ulang jaringan seluler." jelas pihak federal.

"Saya tidak mengungkapkan wajah bocah ini karena saya pikir dengan melakukan itu, dia mungkin akan mengalami kesulitan untuk menyelesaikan pendidikannya. Dan saya ingin dia dididik sehingga dia bisa belajar hukum dan tidak akan pernah mengulangi perbuatannya. Ini harus menjadi pesan layanan publik untuk semua penjahat digital." tulisnya dalam postingan di akun Facebook.

baca juga

Dalam postingannya, Ali juga membagikan tangkapan layar dari profil palsu dan fotonya yang digunakan anak itu. Warganet justru terkesan dengan sikap ali yang tidak ingin mengungkap wajah pelaku tersebut.

Akun Asad Abbas Gill menuliskan komentar :"Tindakan yang baik dan sangat positif untuk tidak mengungkapkan identitas!"

TheLana Ze menulis: "Bagus sekali, saya suka tindakan Anda untuk tidak menunjukkan wajahnya. Anda masih ingin dia mendapatkan pendidikan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan di Bursa Efek Pakistan, 7 Orang Tewas

Serangan di Bursa Efek Pakistan, 7 Orang Tewas

News | Senin, 29 Juni 2020 | 15:21 WIB

Politikus Pakistan Serukan Lawan Corona dengan Banyak Tidur

Politikus Pakistan Serukan Lawan Corona dengan Banyak Tidur

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 16:18 WIB

Tuduhan Spionase Memuncak, India dan Pakistan Saling Usir Diplomat

Tuduhan Spionase Memuncak, India dan Pakistan Saling Usir Diplomat

News | Kamis, 25 Juni 2020 | 17:12 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×