Pengamat: Menteri Non Parpol Lebih Rawan Direshuffle

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari
Pengamat: Menteri Non Parpol Lebih Rawan Direshuffle
Jokowi saat menyampaikan arahan dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara tanggal 18 Juni 2020. [Sekretariat Presiden]

"Karena mereka tak punya back up politik dari parpol."

Suara.com - Menteri berlatar belakang profesional alias non partai politik dianggap paling rawan direshuffle oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Penyebabnya ialah karena para menteri-menteri itu tidak memiliki kekuatan politik dari parpol.

Ada sejumlah nama menteri yang dianggap paling layak diganti Jokowi. Nama-nama menteri itu diantaranya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

Ketiganya dipilih Jokowi dari latar belakang profesional. Namun mereka dianggap paling rentan dicopot.

"Karena mereka tak punya back up politik dari parpol," kata Pengamat politik sekaligus Direktur Indonesia Political Review Ujang Komarudin saat dihubungi Suara.com, Senin (6/7/2020).

Ujang masih ingat ketika Jokowi melakukan reshuffle pada Kabinet Indonesia Kerja (KIK).

Andrinof Chaniago pernah dihentikan dari jabatannya sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Ia merupakan menteri dari non partai.

Lebih lanjut, pengamat dari Universitas Al-Azhar tersebut menganggap meskipun menteri-menteri non parpol itu memiliki latar belakang yang sesuai dengan tugas di pos kementeriannya, tetap saja ada faktor penilaian kinerja yang membuat akhirnya direshuffle.

"Ketiga-tiganya rawan untuk di reshuffle. Entah berdasar kinerja ataupun berdasarkan nilai politis," ujar Ujang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS