Cara Mudah Mengembangkan Budikdamber di Tengah Lahan Terbatas

Rendy Adrikni Sadikin, Vita

Jum'at, 17 Juli 2020 | 17:21 WIB
Cara Mudah Mengembangkan Budikdamber di Tengah Lahan Terbatas
Live Streaming Budikdamber tips trik

Suara.com - Bagi sebagain banyak orang Budikdamper mungkin masih terbilang asing, Budikdamber adalah singkatan dari budidaya ikan dari ember. Budikdamber dikembangkan oleh Juli Nursandi, S.Pi,M.Si dari politeknin negeri Lampung, teknik ini adalah teknik pengembangan akuaponik dimana ikan dan tanaman tumbuh dalam satu tempat.

Teknik Budidampber dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah lahan dalam budidaya tanaman dan ikan. Budikdamber cocok untuk bagi Anda yang memiliki lahan sempit atau tinggal diarea perkotaan. Budikdamber bisa diterapkan untuk mengatasi solusi pangan masa depan.

Melansir dari Webinar Budikdamber, Cara Ternak Ikan di Lahan Terbatas yang diselenggarakan oleh Suara.com (17//7) bersama Juli Nursandi, S.Psi,M.Si.

Berikut cara mengembangkan Budikdamber di tengah lahan terbatas:

Alat dan Bahan Budikdamber

  • Ember plastik berukuran 60 liter, 80 liter atau 100 liter bisa pilih salah satu, atau bisa menggunakan ember bekas seperti ember cat.
  • Benih lele berukuran 6-10 cm sebanyak 60-100 ekor.
  • Bibit Kangkung bisa dalam bentuk biji atau akar dan batang).
  • Arang.
  • Kertas tisu
  • Kawat.
  • Gelas plastik sebagai pot.

Cara membuat Budikdamber

1. Lubangi bagian bawah dan samping gelas plastik dengan solder atau paku yang dipanaskan.

2. Siapkan kawat yang dikaitkan pada gelas yang dibengkokkan menjadi bentuk huruf u untuk mengaitkan gelas plastik dengan mulut ember. Sebagai alternatif Anda bisa menggunakan tutup ember yang dilubangi sebesar ukuran gelas plastik, lubang tersebut nantinya akan menjadi tempat dari gelas plastik.

3. Siapkan gelas plastik yang sudah diberi lubang, masukkan arang secukupnya lalu tutup bagian atas arang dengan kertas tisu, jika sudah tertutup letakkan bibit kangkung yang akan ditanam.

4. Taburkan 10-15 butih bibit kangkung lalu kaitkan pada ember. Usahakan bagian arang terkena air dan bagian kerta tisu menjadi lembap, jangan sampai bibit mengapung. Dalam waktu 2-3 hari akan berubah menjadi kecambah.

5. Siapkan ember yang sudah dipasangi bibit-bibit kangkung, sebelum memasukkan bibit ikan perhatikan hal berikut:
- Jika Anda menggunakan air sumur, diamkan selama 2 hari sebelum memasukkan bibit ikan
- Jika Anda menggunakan air PAM diamkan diluar agar terkena matahari dan air hujan selama 6-7 hari baru dimasukkan bibit lele tersebut.
- Atau menggunakan anti klorin agar, kandungan klorin yang terdapat pada air cepat hilang.

6. Pemberian pakan dilakukan setelah 4 jam bibit dimasukkan. Pemberian makan bisa sedikit demi sedikit jangan terlalu banyak.

7. Letakkan ember tersebut ditempat yang memiliki cahaya matahari.

Itulah cara Mengembangkan Budikdamber ditengah lahan terbatas.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Budikdamber Solusi Mudah Bercocok Tanam dan Budidaya Ikan di Lahan Sempit

Budikdamber Solusi Mudah Bercocok Tanam dan Budidaya Ikan di Lahan Sempit

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2020 | 17:00 WIB

LIVE STREAMING:  Budikdamber, Cara Ternak Ikan di Lahan Terbatas

LIVE STREAMING: Budikdamber, Cara Ternak Ikan di Lahan Terbatas

Video | Jum'at, 17 Juli 2020 | 14:13 WIB

Mengunjungi Ruang Raqyat, Ruang Gratis Bagi Komunitas untuk Berkarya

Mengunjungi Ruang Raqyat, Ruang Gratis Bagi Komunitas untuk Berkarya

Video | Sabtu, 04 Juli 2020 | 12:30 WIB

Mengenal Nutrient Film Technique, Sistem Sejuta Umat Hidroponik

Mengenal Nutrient Film Technique, Sistem Sejuta Umat Hidroponik

Your Say | Rabu, 01 Juli 2020 | 15:29 WIB

Ruang Raqyat, Ruang Gratis Bagi Komunitas untuk Berkarya

Ruang Raqyat, Ruang Gratis Bagi Komunitas untuk Berkarya

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2020 | 13:46 WIB

5 Macam Media Tanam Terbaik untuk Akuaponik

5 Macam Media Tanam Terbaik untuk Akuaponik

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2020 | 16:29 WIB

Terkini

Kalah dari Arsenal, Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions

Kalah dari Arsenal, Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Misteri Bau Menyengat di Kontrakan Pagelaran Terkuak: Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur

Misteri Bau Menyengat di Kontrakan Pagelaran Terkuak: Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Berbalik Melemah Paling Dalem di Asia, Dolar AS Naik Dekati Rp17.917

Rupiah Berbalik Melemah Paling Dalem di Asia, Dolar AS Naik Dekati Rp17.917

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Rekomendasi Mobil Murah untuk Pekerja Bergaji UMP Jakarta

Rekomendasi Mobil Murah untuk Pekerja Bergaji UMP Jakarta

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Persib Dapat Keuntungan di ACL 2, The Cong Viettel Diterpa Krisis Pemain

Persib Dapat Keuntungan di ACL 2, The Cong Viettel Diterpa Krisis Pemain

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:20 WIB

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang

Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:10 WIB

×