Menteri LHK Dukung Pemprov Babel Rehabilitasi Lahan Kritis Bekas Tambang

Chandra Iswinarno

Selasa, 28 Juli 2020 | 13:47 WIB
Menteri LHK Dukung Pemprov Babel Rehabilitasi Lahan Kritis Bekas Tambang
Kunjungan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar didampingi Gubernur Erzaldi Rosman di Provinsi Bangka Belitung. [Dok. Humas Pemprov Babel]

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) dalam melakukan rehabilitasi lahan kritis pascatambang di Babel.

Selain itu, politisi Partai Nasdem ini juga mendukung upaya Gubernur Babel Erzaldi Rosman dalam menanam kembali lahan dengan mangrove dan jambu mete.

Apresiasi tersebut disampaikan Siti Nurbaya saat berkunjung ke Provinsi Babel dalam rangkaian agenda kerja yang dilakukan sejak Senin hingga Selasa (27-28/7/2020).

"Beliau telah berupaya untuk melestarikan lingkungan agar Babel hijau kembali, memang tidak mudah melakukan ini. Apalagi Babel daerah tambang timah, namun sebagai pemimpin, gubernur telah berbuat untuk melindungi hutan," ujar Siti Nurbaya di Kafe Tung Tau di Jalan Soekarno Hatta Kampung Silo, Selasa (28/7/2020) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Siti juga menjelaskan fungsi vital mangrove yang menjadi salah satu tanaman untuk menahan laju emisi karbon.

"Intinya mangrove itu adalah 'resources' besar di dunia, itu ada di Indonesia, dan sekarang menjadi perhatian. Karena, terkait dengan emisi karbon. Mangrove tempat terbaik bersama dengan gambut untuk menahan emisi karbon," katanya.

Selain itu,  dia mengatakan,  pemerintah pusat telah melakukan kerja sama dengan Jerman dan negara-negara di Asia yang mendukung program untuk mangrove. Tak hanya itu, dia juga mengemukakan, keseriusan pemerintah pusat dalam persoalan reklamasi lahan tambang.

"Saya melihat Pak Gubernur telah mengambil langkah-langkah yang sangat positif di dalam penanaman reklamasi bekas tambang dengan tanaman mangrove dan jambu mete. Tadi telah kami diskusikan, konteksnya adalah persoalan reklamasi tambang. Ini adalah hal yang cukup serius pada saat ini. Sedang dipersiapkan rancangan peraturan presiden tentang penanganan pasca tambang dan saya minta dalam waktu dekat referensi dari Pak Gubernur," katanya.

Dia juga menilai, Provinsi Babel bisa melejit dengan cepat setelah mendapat dukungan pemerintah pusat terutama dari sektor kehutanan dan lingkungan dalam penanganan pascatambang.

baca juga

"Sektor ini tanggung jawab saya, tentu saya akan bantu Pak Gubernur," ujarnya.

Merespon pernyataaan Siti, Gubernur Erzaldi  menyampaikan apresiasi serta dukungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam merehabilitasi lahan eks tambang di Babel.

"Terkait rehabilitasi lahan kritis ekstambang, kami pilih tanaman mangrove dan jambu mete, karena itu memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Jambu mete harga jual mahal, sedangkan mangrove akan kami jadikan lahan budi daya kepiting bakau. Pangsa pasarnya terbuka lebar, dan Ibu Siti Nurbaya sangat setuju apa yang kami lakukan ini," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Babel mencatat sebanyak 1.053.253,19 hektare lahan di Babel rusak dengan kondisi kritis atau 64,12 persen dari luas daratan. Kerusakan hutan terparah berada di Pulau Bangka yakni 810.059,87 hektar (76,91) persen dari daratan Babel.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Babel Jessix Amundian mengatakan, aktivitas tambang timah telah menyebabkan lingkungan baik ruang darat dan pesisir laut di provinsi kepulauan tersebut menjadi rusak dan sangat memprihatinkan. Babel telah kehilangan lahan produktif seluas 320.760 hektar dalam waktu 10 tahun.

"Di sisi lain, negara dirugikan dari kegiatan industri ekstraktif sumber daya alam di pertambangan timah ini. Dari tahun 2004-2014, ICW mencatat kerugian negara dari timah sebesar 68 triliun rupiah dari pajak, biaya reklamasi, royalti, pajak ekspor dan penerimaan non pajak akibat dari tata kelola yang buruk," ujar Jessix dalam rilis yang diterima pada Selasa (21/7/2020).

Jessix mengungkapkan, berdasarkan laporan DIKPLHD Babel pada Tahun 2019, kualitas air di 11 sungai yang berada di wilayah kepulauan bangka belitung tidak memenuhi standar baku mutu badan air kelas II dengan kategori tercemar ringan dan berat. Tercemarnya air ini jelas membahayakan lingkungan dalam jangka yang panjang.

Kontributor : Wahyu Kurniawan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

100 Ha Lahan Pasca-Tambang PT Timah di Babel Dibiarkan Rusak

100 Ha Lahan Pasca-Tambang PT Timah di Babel Dibiarkan Rusak

News | Sabtu, 25 Juli 2020 | 21:47 WIB

Menteri LHK Beri Pengarahan pada Masyarakat Peduli Api

Menteri LHK Beri Pengarahan pada Masyarakat Peduli Api

News | Sabtu, 25 Juli 2020 | 12:54 WIB

Walhi Babel Mencatat 1.053.253 Hektar Hutan di Babel Rusak

Walhi Babel Mencatat 1.053.253 Hektar Hutan di Babel Rusak

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 13:01 WIB

Terkini

Pesanan UMKM Solo di Tokopedia-TikTok Shop Naik 57 Persen, Konten Jadi Senjata Baru

Pesanan UMKM Solo di Tokopedia-TikTok Shop Naik 57 Persen, Konten Jadi Senjata Baru

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:08 WIB

Tan Cheng Hoe Puji Taktik Bertahan Timnas Indonesia Usai Malaysia Ditahan Imbang

Tan Cheng Hoe Puji Taktik Bertahan Timnas Indonesia Usai Malaysia Ditahan Imbang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:07 WIB

Beban Lapangan dan Riuh Tribun: Menjadikan SUGBK Benteng Timnas

Beban Lapangan dan Riuh Tribun: Menjadikan SUGBK Benteng Timnas

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:05 WIB

Thom Haye Diusir Wasit, Kevin Diks Pasang Badan: Dia Tidak Melakukannya dengan Sengaja

Thom Haye Diusir Wasit, Kevin Diks Pasang Badan: Dia Tidak Melakukannya dengan Sengaja

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 09:57 WIB

5 Sepatu Lari Mills Size Besar hingga 46, Nyaman untuk Kaki Lebar dan Daily Run

5 Sepatu Lari Mills Size Besar hingga 46, Nyaman untuk Kaki Lebar dan Daily Run

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 09:53 WIB

Buruan Antre, Harga Emas Antam Lagi Diobral Jadi Rp2,58 Juta/Gram

Buruan Antre, Harga Emas Antam Lagi Diobral Jadi Rp2,58 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:52 WIB

Harga Pangan 29 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp109 Ribu, Naik 13,72 Persen

Harga Pangan 29 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp109 Ribu, Naik 13,72 Persen

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:50 WIB

Shin Tae-yong Menggema di Stadion GBK, Kevin Diks Tidak Senang

Shin Tae-yong Menggema di Stadion GBK, Kevin Diks Tidak Senang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 09:50 WIB

17.628 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan 37 Agenda di Jakarta

17.628 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan 37 Agenda di Jakarta

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:45 WIB

Tren Baru Bisnis Properti, Rumah Mulai Dipadukan dengan Ruang Hijau hingga Hiburan

Tren Baru Bisnis Properti, Rumah Mulai Dipadukan dengan Ruang Hijau hingga Hiburan

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:45 WIB

×