Pasien Covid-19 Asal Jakarta Ngamuk di Aceh, Kaca Ruang Isolasi Pecah

Chandra Iswinarno
Pasien Covid-19 Asal Jakarta Ngamuk di Aceh, Kaca Ruang Isolasi Pecah
Ilustrasi Virus Corona [Unsplash/Glen Carrie]

Peristiwa tersebut diketahui perawat ketika seorang pasien berinisial MA (41) tiba-tiba mengamuk dan marah-marah saat sedang menjalani isolasi.

Suara.com - Seorang pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh ngamuk saat menjalani karantina di ruang isolasi tempatnya dirawat di kawasan Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI, Minggu (2/8/2020).

Meski tidak ada korban luka dalam insiden ini, namun bagian jendela kaca pada bangunan tersebut dalam kondisi pecah, setelah salah satu pasien yang dirawat tersebut mengamuk dan marah-marah.

“Benar, ada insiden pasien Covid-19 mengamuk di ruang isolasi dengan memecahkan jendela kaca,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Syarifah Junaidah seperti dilansir Antara di Meulaboh pada Minggu (2/8/2020) malam.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut diketahui perawat ketika seorang pasien berinisial MA (41) tiba-tiba mengamuk dan marah-marah saat sedang menjalani isolasi di kawasan Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.

Menurut Syarifah, pasien ini diduga mengamuk karena diduga kuat mengalami tekanan sejak diisolasi oleh Tim Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Aceh Barat sejak Jumat (31/7/2020) lalu.

Seperti diketahui, MA (41) menjalani isolasi bersama seluruh anggota keluarganya termasuk isteri berinisial ER (41) serta dua orang anaknya masing-masing BA (16), serta MF (12). Mereka semua tercatat beralamat di Matang Blok M GG II/2, Kecamatan Koja Jakarta.

Mereka dinyatakan dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap (swab) yang diterbitkan oleh Balitbangkes Aceh, pada Jumat pekan lalu, setelah sebelumnya tiba ke Aceh Barat pada Ahad (26/7/2020) untuk mudik Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah di Meulaboh.

“Alhamdulillah hingga Ahad malam, kondisi pasien sudah stabil. Mereka semua dalam pengawasan tim medis selama 24 jam penuh,” kata Syarifah.

Ia juga menjelaskan, pasien ini sebelumnya sempat berusaha melawan petugas kesehatan dan tim Satgas COVID-19 Aceh Barat, saat akan dijemput untuk menjalani perawatan medis.

Lantaran melawan, Tim Satgas bekerja sama dengan TNI, Polri serta petugas terkait lainnya datang untuk menjemput keempat pasien setelah berkoordinasi dengan aparat desa dan keluarga serta kerabat pasien Covid-19 di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS