Tambah 379 Pasien Saat Idul Adha, Positif Corona di DKI Capai 21.954 Kasus

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih
Tambah 379 Pasien Saat Idul Adha, Positif Corona di DKI Capai 21.954 Kasus
[Unsplash/Markus Spiske]

Berdasarkan laman tersebut, 14.027 orang dinyatakan sudah sembuh. Jumlahnya bertambah cukup banyak, yakni 140 orang dari hari sebelumnya, Sabtu (1/8/2020).

Suara.com - Jumlah pasien positif terjangkit Virus Corona atau Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Hingga hari ini, Minggu (2/8/2020), ada 432 orang lagi yang terjangkit virus dari Kota Wuhan, China ini.

Dengan demikian, total akumulasi seluruh pasien positif berjumlah 21.954 orang. Jumlah pasien ini tersebar di seluruh wilayah ibu kota.

Data ini diketahui dari situs penyedia informasi seputar corona di DKI, corona.jakarta.go.id. Laman ini menginformasikan soal kasus corona di Jakarta mulai dari jumlah positif, menunggu hasil, hingga Kelurahan tempat pasien tinggal.

Berdasarkan laman tersebut, 14.027 orang dinyatakan sudah sembuh. Jumlahnya bertambah cukup banyak, yakni 140 orang dari hari sebelumnya, Sabtu (1/8/2020).

Sementara, 852 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Pasien wafat tidak bertambah orang sejak kemarin.

Selain itu, 2.159 orang masih dirawat di Rumah Sakit (RS) yang tersebar di Jakarta. Sisanya, 4.916 orang yang positif menjalani isolasi mandiri di tempatnya masing-masing.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Fify Mulyani mengatakan, telah dilakukan sebanyak 4.891 spesimen. 3.888 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 379 positif dan 3.509 negatif.

"Dari jumlah 379 kasus tersebut, terdapat rapelan 50 kasus dari hari sebelumnya. Untuk jumlah orang dites sepekan terakhir sebanyak 37.935. Sedangkan, untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 38.294," ujar Fify dalam keterangan tertulis yang dikutip Suara.com, Minggu (2/8/2020).

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,1 persem, sedangkan Indonesia sebesar 14,8 persen.

"WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen. Namun, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS