Sebut Amatiran, Rizal Ramli Yakin Satu Tahun Bisa Bereskan Krisis

Siswanto

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 05:39 WIB
Sebut Amatiran, Rizal Ramli Yakin Satu Tahun Bisa Bereskan Krisis
Rizal Ramli. (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Pemerintah dianggap belum serius mengatasi dampak pandemi Covid-19. Stimulus yang digelontorkan selama ini, menurut pendapat ekonom Rizal Ramli, belum sampai ke tataran masyarakat bawah.

Rizal menyebut Indonesia sudah krisis, bahkan jauh sebelum ada wabah corona. Begitu ada wabah asal Wuhan, China, kondisinya makin anjlok hingga minus 5,32 persen pada kuartal II 2020.

Rizal -- yang pernah memiliki pengalaman menggenjot perekonomian Indonesia dari minus 3 persen ke positif 4,5 persen semasa menjabat menteri ekonomi di awal reformasi -- meyakini masih memiliki kemampuan membawa bangsa ini keluar dari krisis dalam satu tahun.

"Jadi banyak cara untuk selesaikan masalah dan ada jalannya kok. Kalau saya sih sederhana, kasih Rizal Ramli pimpin satu tahun, beres nih krisis," dalam acara Ngobrol Perkembangan Indonesia Bareng Rizal Ramli secara virtual, baru-baru ini.

Dari sisi kesehatan pun sama. Menurut dia, angka positif corona dan jumlah kematian yang bertambah setiap harinya bukti dari penanganan pemerintah belum serius.

Mantan anggota tim panel PBB ini menyindir Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang merekomendasikan ke masyarakat untuk menggunakan kalung anticorona. Dia menyebut kalung tersebut abal-abal.

"Untuk selesaikan masalah kesehatan harus pakai sains bukan voodoo medicine atau ilmu dukun. Mau sembuh dari corona atau biar enggak kena corona pakai kalung abal-abal eucalyptus. Bukan begitu caranya," kata dia.

Rizal mengatakan jika diberi tugas menyelesaikan masalah krisis ini, ekonomi nasional dalam satu tahun ke depan akan positif.

Bagi dia pengalaman menjadi menteri di masa lalu yang bisa menaikkan ekonomi nasional dari minus ke positif, bisa menjadi modalnya.

"Kita bisa kok balikin ekonomi satu tahun naik lagi ke atas. Saya udah buktikan dulu," tutur Rizal.

baca juga

Sedangkan langkah pemerintah saat ini yang terus menaikkan jumlah stimulus corona sampai ratusan triliun lebih banyak untuk pengusaha yang meminta dibantu. Padahal, kata dia, seharusnya lebih banyak diberikan uang tunai ke rakyat.

"Jadi kelihatan amatir banget, ini udah 6 bulan, tapi belum banyak yang bantu ekonomi rakyat. Anehnya stimulusnya terus naik dari Rp600 triliun, terus Rp700 triliun. Masa tiap minggu naik? Ini magic atau bagaimana? Artinya yang ngomong ngasal. Mereka ngomong karena dilobi pengusaha gede," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MPR:  Prioritaskan Produksi Dalam Negeri Agar Bebas Dari Krisis Pangan

MPR: Prioritaskan Produksi Dalam Negeri Agar Bebas Dari Krisis Pangan

News | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 12:25 WIB

Krisis Akibat Covid-19, Jokowi : Kesiap-siagaan dan Kecepatan Kita Diuji

Krisis Akibat Covid-19, Jokowi : Kesiap-siagaan dan Kecepatan Kita Diuji

News | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:16 WIB

Jokowi: Saatnya Kita Bajak Momentum Krisis untuk Lakukan Lompatan Besar

Jokowi: Saatnya Kita Bajak Momentum Krisis untuk Lakukan Lompatan Besar

News | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 10:33 WIB

Terkini

Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja

Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:00 WIB

BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up

BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Apakah Bisa Ganti Foto KTP? Ini Ketentuan, Syarat, dan Caranya

Apakah Bisa Ganti Foto KTP? Ini Ketentuan, Syarat, dan Caranya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan & Distribusi Energi, Jaga Ketahanan Nasional

Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan & Distribusi Energi, Jaga Ketahanan Nasional

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:54 WIB

Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private

Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 16:51 WIB

He Is Psychometric: Menyingkap Misteri Kejahatan dengan Kekuatan Psikometri

He Is Psychometric: Menyingkap Misteri Kejahatan dengan Kekuatan Psikometri

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:50 WIB

BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up

BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up

Malang | Rabu, 23 September 2026 | 16:47 WIB

BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan

BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 16:46 WIB

BRI InFrame 2026 Hadirkan Kompetisi Fotografi dengan Tema Potret Ekonomi Kerakyatan

BRI InFrame 2026 Hadirkan Kompetisi Fotografi dengan Tema Potret Ekonomi Kerakyatan

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 16:45 WIB

×