Didukung Kelompok Pemuja Konspirasi, Donald Trump Tak Keberatan

Iwan Supriyatna, Arief Apriadi

Kamis, 20 Agustus 2020 | 14:59 WIB
Didukung Kelompok Pemuja Konspirasi, Donald Trump Tak Keberatan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan masker saat menyusuri lorong dalam kunjunganya ke Pusat Kesehatan Militer Nasional Walter Reed di kawasan Washington, Amerika Serikat. [ALEX EDELMAN / AFP]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tampaknya tidak keberatan mendapat dukungan dari kelompok pemuja teori konspirasi bernama QAnon.

Saat ditanyai perihal dukungan QAnon terhadap dirinya. Trump mengaku tak tahu banyak, meski dia sadar kelompok "misterius" itu mendukungnya.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang mereka, kecuali mereka tampaknya menyukai saya," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, dikutip dari RT, Kamis (20/8/2020).

QAnon merupakan kelompok anonim di dunia maya yang kerap menyebarkan konspirasi bahwa dunia dijalankan oleh komplotan rahasia pedofilia pemuja setan. Para pedofilia itu dianggap QAnon tengah menggandeng kekuatan untuk melawan Donald Trump yang dianggap mereka sebagai penyelamat dunia.

Saat dimintai komentar bahwa terdapat orang-orang yang percaya bahwa dia adalah penyelamat dunia dari komplotan pedofilia, Trump menjawab penuh semangat.

"Apakah itu seharusnya jadi hal yang buruk? Kami menyelamatkan dunia dari filosofi kiri radikal yang akan menghancurkan negara ini. Dan kemudian seluruh dunia akan mengikuti," kata Donald Trump.

Dalam jawaban tersebut, Trump seakan ingin menyangkut pautkan konteksnya dengan kerusuhan yang sedang berlangsung di Portland dan berbagai kota di AS terkait protes Black Lives Matter. QAnon menjadi fenomena di internet setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.

Beberapa pendukung presiden menanggapi komentarnya tentang 'Deep State' dan 'rawa' Washington yang membawa Amerika ke dalam ranah pemerintahan bayangan. Beberapa outlet media arus utama telah berusaha untuk menggambarkan QAnon sebagai "sekte gila".

Perusahan raksasa di bidang media sosial seperti Facebook dan Instagram bahkan telah mengumumkan pembersihan akun-akun yang terafiliasi dengan QAnon. Twitter juga melakukannya bulan lalu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trik Media Sosial Mencegah Video Konspirasi Covid-19

Trik Media Sosial Mencegah Video Konspirasi Covid-19

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2020 | 12:44 WIB

Pesawat Presiden Amerika Serikat Donald Trump Nyaris Tabrak Drone

Pesawat Presiden Amerika Serikat Donald Trump Nyaris Tabrak Drone

News | Selasa, 18 Agustus 2020 | 10:37 WIB

Waduh, Teori Konspirasi dan Berita Palsu Bikin Covid-19 Makin Parah

Waduh, Teori Konspirasi dan Berita Palsu Bikin Covid-19 Makin Parah

Health | Senin, 17 Agustus 2020 | 18:20 WIB

Terkini

Wanita Penusuk Sopir Taksi Listrik di Jakut Bawa Pisau dan Buku Primbon Saat Beraksi

Wanita Penusuk Sopir Taksi Listrik di Jakut Bawa Pisau dan Buku Primbon Saat Beraksi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:19 WIB

Jangan Cuma Stimulus Pasar, DPR Minta Skema KPR Subsidi 6% ke 'Missing Middle' Harus Tepat Sasaran

Jangan Cuma Stimulus Pasar, DPR Minta Skema KPR Subsidi 6% ke 'Missing Middle' Harus Tepat Sasaran

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Cuti Panjang Kini Bisa Diambil Setelah 5 Tahun Kerja, Tapi Durasi Dipangkas

Cuti Panjang Kini Bisa Diambil Setelah 5 Tahun Kerja, Tapi Durasi Dipangkas

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Review Film Other Mommy: Adaptasi Novel Josh Malerman yang Penuh Ketegangan

Review Film Other Mommy: Adaptasi Novel Josh Malerman yang Penuh Ketegangan

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Bukan Cuma Dua Musim, Laboratorium Sedusun Bongkar Mitos lewat Kearifan Gunungkidul

Bukan Cuma Dua Musim, Laboratorium Sedusun Bongkar Mitos lewat Kearifan Gunungkidul

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Para Ibu di Desa Kawasi Belajar Mandiri Pangan, Langsung Dari Pekarangan Rumah

Para Ibu di Desa Kawasi Belajar Mandiri Pangan, Langsung Dari Pekarangan Rumah

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:07 WIB

Heboh Dugaan Kekerasan Guru di SMKN 27 Jakarta, Terduga Pelaku Resmi Dinonaktifkan

Heboh Dugaan Kekerasan Guru di SMKN 27 Jakarta, Terduga Pelaku Resmi Dinonaktifkan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Arti Hati Berdebar Tiba-tiba Menurut Primbon Jawa vs Gejala Medis Arrhythmia

Arti Hati Berdebar Tiba-tiba Menurut Primbon Jawa vs Gejala Medis Arrhythmia

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Rupiah Tahan Banting, Paling Kuat se-Asia di Level Rp17.889

Rupiah Tahan Banting, Paling Kuat se-Asia di Level Rp17.889

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Isi Lengkap Curhatan 10 Halaman Cristiano Ronaldo: Tuduh Jesus Pembohong dan Pembual

Isi Lengkap Curhatan 10 Halaman Cristiano Ronaldo: Tuduh Jesus Pembohong dan Pembual

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:59 WIB

×