Positif Covid DKI Terus Bertambah, Anies Diminta Terapkan Sanksi Progresif

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 25 Agustus 2020 | 14:47 WIB
Positif Covid DKI Terus Bertambah, Anies Diminta Terapkan Sanksi Progresif
Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Tingkat positif atau positivity rate corona dibandingkan jumlah tes mencapai angka 10 persen dalam satu pekan terakhir. Artinya, 10 persen dari orang yang mengikuti swab test di Jakarta dinyatakan positif corona.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi A DPRD Jakarta Mujiyono meminta agar Gubernur Anies Baswedan segera mengambil tindakan. Salah satunya dengan segera memberlakukan sanksi progresif.

"Sebaiknya soal denda progresif agar secepatnya diberlakukan," ujar Mujiyono saat dihubungi, Selasa (25/8/2020).

Sanksi progresif sendiri sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 79 tahun 2020. Kendati demikian aturan ini belum diterapkan karena aplikasi untuk mendata pelanggaran masyarakat belum rampung.

Mujiyono lantas menyayangkan hal ini. Menurutnya aturan ini harus segera diberlakukan ketika Pergub terbit 19 Agustus lalu.

"Aplikasinya belum jadi. Kata kadiskominfotik itu bikinnya 7-10 hari setelah Pergub ditandatangan. Jadi kemarin makanya saya protes sebaiknya setelah Pergub diberlakukan sesegara mungkin," jelasnya.

Menurutnya angka positivity rate yang sudah dua kali lipat dari standar organisasi kesehatan dunia (WHO) ini jangan dianggap remeh. Sanksi progresif dinilainya diperlukan agar memberikan efek jera bagi masyarakat yang kerap melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Positivity rate makin tinggi ini kan bukan suatu yang bisa dianggap enteng jadi harus diperhatikan benar tuh. Kalau perlu sekitar semacam gini dikasih shock therapi terutama yang melanggar-melanggar itu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah pasien positif terjangkit virus corona Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Pada data Senin (24/8/2020) jumlah penambahannya kembali mencatat rekor lagi.

baca juga

Jumlah kasus harian corona di DKI paling tinggi selama ini berjumlah 658 orang pada 7 Agustus lalu. Sementara hari ini, ada lagi 659 kasus corona baru di ibu kota.

Dengan demikian, total akumulasi seluruh pasien positif berjumlah 34.295 orang. Jumlah pasien ini tersebar dari seluruh wilayah ibu kota.

Data ini diketahui dari situs penyedia informasi seputar corona di DKI, corona.jakarta.go.id. Laman ini menginformasikan soal kasus corona di Jakarta mulai dari jumlah positif, menunggu hasil, hingga Kelurahan tempat pasien tinggal.

Berdasarkan laman tersebut, 25.463 orang dinyatakan sudah sembuh. DKI juga mencatat rekor pasien sembuh paling banyak dalam satu hari sejak Minggu (23/8/2020) dengan 1.896 pulih dari virus ini.

Sementara, 1.112 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Pasien wafat bertambah lima orang sejak kemarin.

Selain itu, pasien yang menjalani perawatan dirumah sakit berjumlah 2.630 orang. Lalu orang yang menjalani isolasi mandiri saat ini totalnya adalah 5.090 orang.

Dengan demikian, maka ada 7.720 kasus aktif corona di ibu kota yang masih dalam penanganan sampai sekarang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 4.511 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 3.691 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 659 positif dan 3.032 negatif.

"Dari 659 kasus positif tersebut, 248 kasus baru hari ini adalah akumulasi data dari tanggal 21 dan 22 yang baru dilaporkan," ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2020).

Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 52.482. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 40.758.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 6,1 persen.

"WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

200 Karyawan Positif Corona, PT LG Elektronik di MM2100 Bekasi Ditutup!

200 Karyawan Positif Corona, PT LG Elektronik di MM2100 Bekasi Ditutup!

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2020 | 14:29 WIB

200 Karyawan LG Elektronik di MM2100 Bekasi Positif Corona

200 Karyawan LG Elektronik di MM2100 Bekasi Positif Corona

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2020 | 14:04 WIB

Gejala Apa yang Dialami 110 Relawan usai 2 Pekan Disuntik Vaksin Covid-19?

Gejala Apa yang Dialami 110 Relawan usai 2 Pekan Disuntik Vaksin Covid-19?

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2020 | 14:02 WIB

Tanpa Gejala, 27 Polisi di Kota Pariaman Positif Covid-19

Tanpa Gejala, 27 Polisi di Kota Pariaman Positif Covid-19

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 13:49 WIB

Anies Sempat Rapat Bareng Kadis Positif Corona, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Anies Sempat Rapat Bareng Kadis Positif Corona, Ini Penjelasan Pemprov DKI

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 13:43 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×