alexametrics

Ketua MPR: Jangan Terburu Buka Bioskop Sebelum Covid-19 Turun Signifikan

Erick Tanjung
Ketua MPR: Jangan Terburu Buka Bioskop Sebelum Covid-19 Turun Signifikan
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Suara.com/Novian).

Pemerintah jangan terburu-buru memberikan izin membuka bioskop sebelum pelaku usaha mempersiapkan terlebih dahulu secara optimal sarana dan prasarananya.

Suara.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah jangan terburu-buru membuka operasional bioskop di tengah pandemi, karena dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Menurutnya pelaku usaha bioskop harus menyiapkan semua infrastruktur supaya pengunjung aman menonton di bioskop.

"Pemerintah jangan terburu-buru memberikan izin penayangan film di bioskop sebelum pengusaha bioskop mempersiapkan terlebih dahulu secara optimal sarana dan prasarana di bioskop," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta seperti dilaporkan Antara, Kamis (27/8/2020).

Sarana dan prasarana tersebut, seperti sistem sirkulasi dan ventilasi udara yang disesuaikan dengan kebutuhan di masa pandemi saat ini. Menurut Bamsoet perlu pemasangan saringan udara, seperti penggunaan HEPA filters karena mempunyai minimum efficiency reporting value (MERV) yang tinggi untuk mengukur kemampuan suatu filter dalam menyaring partikel kecil.

"Perlu memastikan angka kasus Covid-19 sudah mengalami penurunan yang signifikan karena di antara penonton bisa saja terdapat orang tanpa gejala (OTG) yang berpotensi membawa virus sekalipun protokol kesehatan telah diterapkan," ujarnya.

Baca Juga: Dukung Pembukaan Bioskop di DKI Jakarta, Gerindra: Kontribusinya Besar

Bamsoet menilai langkah itu perlu karena di dalam bioskop, sirkulasi udara kurang begitu baik karena merupakan ruangan kedap suara. Politikus Partai Golkar itu meminta pemerintah mempertimbangkan secara matang rencana membuka operasional bioskop karena pemulihan ekonomi dan penanggulangan Covid-19 harus secara bersamaan.

"Namun, rencana tersebut dapat membuka peluang terjadinya kluster penularan baru, mengingat masih terus meningkatnya angka kasus Covid-19 di Indonesia," kata dia.

Bamsoet juga meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama pengusaha bioskop untuk memberikan solusi inovatif, seperti membuka penayangan film dengan layar yang dapat ditonton melalui mobil/kendaraan pribadi masing-masing. Langkah lain, bisa menggunakan aplikasi nonton film yang dapat diakses melalui website atau aplikasi tertentu sehingga masyarakat tetap dapat menonton film.

"Pemerintah terlebih dahulu menggencarkan contact tracing dan pemeriksaan atau rapid/swab tes di wilayah-wilayah yang masih memiliki angka kasus Covid-19 yang tinggi," katanya.

Menurut Bamsoet, langkah itu memastikan angka kasus virus corona benar-benar turun secara signifikan, kemudian dapat mempertimbangkan membuka kembali layanan bioskop.

Baca Juga: Nonton Bioskop Bisa Tingkatkan Imun, Satgas Covid Ungkap Kajian Ilmiahnya

Komentar