Terjadi Perubahan Iklim di Dunia, 6 Anak Muda Portugal Gugat 33 Negara

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 05 September 2020 | 10:05 WIB
Terjadi Perubahan Iklim di Dunia, 6 Anak Muda Portugal Gugat 33 Negara
Ilustrasi pemanasan global (Shutterstock).

Suara.com - Anak-anak muda di Portugal menggugat 33 negara atas perubahan iklim yang terjadi di dunia di pengadilan hak asasi manusia Eropa di Strasbourg.

Menyadur The Guardian, Jumat (4/9/2020), enam anak muda asal Portugal membuat terobosan baru dengan menggugat 33 negara negara baik atas emisi di dalam perbatasan mereka dan juga untuk dampak iklim yang dialami konsumen dan perusahaan mereka di tempat lain di dunia melalui perdagangan, ekstraksi bahan bakar fosil, dan outsourcing.

Empat anak-anak dan dua remaja menggugat 33 negara bagian, termasuk Uni Eropa serta Inggris, Norwegia, Rusia, Turki, Swiss dan Ukraina.

Mereka ingin mencegah diskriminasi terhadap anak muda dan melindungi hak mereka untuk berolahraga di luar ruangan dan hidup tanpa kecemasan.

Kasus ini diajukan setelah Portugal mencatat suhu terpanas pada bulan juli sejak 90 tahun terakhir.

Ini dimulai tiga tahun lalu setelah kebakaran hutan dahsyat di Portugal yang menewaskan lebih dari 120 orang pada 2017.

Empat penggugat berasal dari Leiria, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak. Dua lainnya tinggal di Lisbon, yang dilanda panas 44 derajat celcius yang memecahkan rekor pada tahun 2018.

Kesaksian ahli memperingatkan bahwa kenaikan suhu tersebut dapat memburuk di masa mendatang. Pada jalur pemanasan sekitar 3 derajat saat ini, para ilmuwan memperkirakan peningkatan tiga puluh kali lipat tingkat kematian akibat gelombang panas di Eropa barat pada periode 2071-2100.

Para ilmuwan juga memperikirakangelombang panas di atas 40 derajat celcius akan bertahan selama lebih dari 30 hari dalam setahun, meningkatkan risiko kebakaran hutan empat kali lipat.

baca juga

Catarina Mota (20), salah satu penggugat, mengatakan pemerintah harus bertindak berdasarkan peringatan ilmiah karena krisis iklim sudah memengaruhi kaum muda secara psikologis dan fisik.

"Saya takut akan masa depan saya. Belakangan ini sudah tidak mungkin untuk berolahraga di luar ruangan. Jika itu hanya untuk beberapa hari, itu akan baik-baik saja tetapi gelombang panasnya ekstrem dan berulang. Saya hidup dengan perasaan bahwa rumah saya menjadi semakin tidak bersahabat setiap tahun. Itu membuatku sangat takut." jelas Catarina.

Sofia Oliveira (15) mengatakan bahwa generasinya sangat sadar akan bahaya yang akan datang.

"Kami telah melihat gelombang panas yang tak tertahankan yang menyebabkan kekurangan air dan merusak produksi makanan, dan kebakaran hutan yang hebat yang membuat kami cemas dan membuat kami takut untuk bepergian ke negara kami. Jika kita sudah melihat kondisi ekstrem ini pada tahun 2020, seperti apa masa depan?" jelas Sofia.

Dia mengatakan Uni Eropa harus berkomitmen untuk mengurangi emisi minimal 65 persen pada tahun 2030 dan memastikan reboisasi dengan berinvestasi pada energi terbarukan dan teknologi bersih daripada bahan bakar fosil.

Para pemuda tersebut didampingi oleh pengacara dari Inggris, termasuk Marc Willers QC, yang ahli dalam hukum lingkungan dan perubahan iklim, dan didukung oleh LSM Global Legal Action Network (Glan) yang berbasis di London dan Dublin, yang mengumpulkan 27.000 pundsterling melalui crowdfunding .

Lebih dari 1.300 tuntutan hukum terkait iklim telah diajukan di seluruh dunia sejak 1990. Yang paling sukses sejauh ini adalah di Belanda, di mana Urgenda Foundation memaksa pemerintah untuk mengurangi pembangkit listrik tenaga batu bara dan mengambil tindakan lainnya senilai sekitar 3 miliar euro (£ 2,7 miliar).

Gerry Liston, pakar hukum Glan, mengatakan kasus terbaru bisa berlanjut karena Strasbourg menetapkan standar yang diikuti pengadilan lain.

"Kasus ini berskala unik. Ini adalah negara terbanyak yang pernah dibawa ke pengadilan regional dalam kasus perubahan iklim. Jika kami menang, itu akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan di seluruh Eropa." ujar Gery.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Dana Tembus Rp7 Miliar

TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Dana Tembus Rp7 Miliar

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 18:05 WIB

Latihan Tiga Kali Sehari, Shin Tae-yong Geber Fisik Pemain Timnas U-19

Latihan Tiga Kali Sehari, Shin Tae-yong Geber Fisik Pemain Timnas U-19

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 21:56 WIB

Alasan Shin Tae-yong Pilih Portugal untuk Lanjutkan TC Timnas U-19

Alasan Shin Tae-yong Pilih Portugal untuk Lanjutkan TC Timnas U-19

Video | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 06:00 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×