Rekor Sehari Kubur 37 Mayat, Petugas TPU: Kami Lelah, Kapan Corona Berakhir

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 09 September 2020 | 12:57 WIB
Rekor Sehari Kubur 37 Mayat, Petugas TPU: Kami Lelah, Kapan Corona Berakhir
Penampakan petugas saat menguburkan jenazah pasien Corona di TPU Pondok Ranggon, Jaktim. (Suara.com/Bagaskara).

Suara.com - Jenazah korban terpapar Corona Covid-19 yang dimakamkan terus meningkat seiring melonjaknya kasus terkonfirmasi positif di Indonesia khusunya di DKI Jakarta akhir-akhir ini.

Petugas pemakaman khusus Corona di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur curhat pernah makamkan 37 jenazah dalam setiap harinya.

"Kemarin awal September itu angkanya bisa 37 jenazah yang dimakamkan. Itu paling banyak selama saya bertugas dari awal musim pandemi," kata Adang (40), salah satu penggali kubur atau petugas PJLP saat ditemui Suara.com di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Rabu (9/9/2020).

Menurutnya, jumlah tersebut mulai meningkat kembali sejak awal Agustus 2020. Angka jenazah yang dimakamkan sempat melandai ketika momen Idul Fitri.

"Sebulan sehabis Idul Fitri agak naik, naik, terus naik meledaknya awal Agustus," ungkapnya.

Adang (40), salah satu penggali kubur di TPU Pondok Ranggon, Jaktim. (Suara.com/Bagaskara).
Adang (40), salah satu penggali kubur di TPU Pondok Ranggon, Jaktim. (Suara.com/Bagaskara).

Namun kekinian, Adang dan rekan-rekannya di TPU Pondok Ranggon hanya memakamkan 20 lebih jenazah dalam sehari. 

Ia pun mengaku mulai kewalahan kembali.

Lebih lanjut, ia pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih patuh terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Hal itu dilakukan agar kasus corona di Indonesia tak terus melonjak.

"Kami di sini sih sebenarnya sudah lelah, kapan musim pandemi berakhir. "Saya harap musim (Corona) ini cepat berlalu," tandasnya.

Sisa 1.100 Makam

Jumlah liang lahat untuk pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, tersisa 1.100 lubang hingga Jumat (4/9/2020) siang.

Pengelola TPU Pondok Ranggon mengemukakan kuota liang lahat yang tersisa jenazah Covid-19 itu, baik itu korban yang beragama Islam maupun non muslim.

"Lahan kami untuk jenazah Covid-19 tersisa 1.100 lubang makam untuk muslim dan non muslim," ujar Komandan Regu TPU Pondok Ranggon, Nadi (47).

Nadi memprediksi sisa liang lahat tersebut akan habis pada kurang dari dua bulan.

Nadi menghitung jumlah rata-rata jenazah korban Covid-19 yang dimakamkan pada Agustus 2020 berkisar 27-28 jenazah per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap, 5 Fakta di Balik 3 Mobil Polisi Terbakar Dekat TPU Pondok Ranggon

Terungkap, 5 Fakta di Balik 3 Mobil Polisi Terbakar Dekat TPU Pondok Ranggon

News | Sabtu, 19 April 2025 | 08:54 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB