Kakek Arteria Dahlan Dituding Pendiri PKI di Sumbar, Sejarawan Bilang Ini

Chandra Iswinarno

Rabu, 09 September 2020 | 15:45 WIB
Kakek Arteria Dahlan Dituding Pendiri PKI di Sumbar, Sejarawan Bilang Ini
Dari kiri ke kanan, adalah: Arif Fadillah (baju putih), Natar Zainuddin,Ahmad Khatib Dt. Batuah (tanda x) dan A.Wahab (baju putih). [Foto: Suryadi]

Dilansir Padangkita.com-jaringan Suara.com, dosen dan peneliti dari Universitas Leiden, Suryadi Sunuri mengemukakan, sejarah komunisme di Sumatera Barat yang dibawa oleh salah satu tokoh komunis yakni Dt Batuah ke dalam kampung Sumatera Thawalib, Padang Panjang.

Menurutnya, foto yang dijadikan sampul di atas adalah empat orang tokoh Partai Komunis Indonesia (penjelmaan dari Sarikat Ra’jat) dari Padang Panjang.

Foto ini diperkirakan diabadikan pada tahun 1920-1927. Namun komunis saat itu bersinergi dengan ajaran islam untuk mengusir penjajah dari bumi Minangkabau.

Adapun keempat tokoh dalam foto tersebut adalah dari kiri ke kanan, yakni Arif Fadillah (baju putih), Natar Zainuddin, Ahmad Khatib Dt Batuah (tanda x) dan A Wahab (baju putih).

Jika diprediksi dari wajah, dua orang yang berada di tengah kemungkinan besar lebih senior dari dua yang di pinggir. Tapi yang paling senior dari keempatnya adalah Dt Batuah.

Untuk diketahui, Dt Batuah merupakan tokoh PKI kelahiran Koto Laweh, pada tahun 1895 dan wafat pada tahun 1949 di tempat yang sama.

Menurut Suryadi, Dt Batuah adalah pendiri dan mejadi ketua PKI Cabang Padang Panjang pada Maret 1923.

Dalam membentuk dan mengelola partai tersebut, dia dibantu oleh Djamaluddin Tamin sebagai sekretaris merangkap bendahara dan Natar Zainuddin dan Dt Mangkudum Sati ditetapakan menjadi anggota kehormatan partai yang didirikannya tersebut.

Sedangkan Natar Zainuddin merupakan pria kelahiran Padang tahun 1890 dan meninggalnya juga di Padang 24 Mei 1950. Sementara itu, tidak diketahui tanggal dan tempat kelahiran Arif Fadillah dan A Wahab.

baca juga

PKI di Padang Panjang mendapat penolakan dan ditentang oleh sejumlah pihak, termasuk Belanda. Penolakan tersebut disebabkan banyak hal, salah satunya adalah persoalan ideologi.

Sedangkan, Belanda waktu itu sangat khawatir dengan perkembangan PKI yang berkembang melalui gerakan Sjarikat Ra’jat (Syarikat Rakyat).

Pada tanggal 11 November 1923 Dt. Batuah dan Natar Zainuddin ditangkap oleh Belanda. Djamaluddin Tamin menduga penangkapan dua tokoh PKI itu merupakan ketidaksukaan pihak lain terhadap eksistensi PKI di Padang Panjang saat itu.

Pihak yang tidak suka terhadap Belanda mengadukan bahwa Dt Batuah dan kelompoknya seakan-akan ingin melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Belanda.

Setelah ditangkap oleh Belanda, Dt Batuah dan Natar kemudian dipindahkan ke Sunda Kecil (sekarang Nusa Tenggara Timur/NTT) pada Desember 1924.

Sebelum dipindahkan mereka dalam penahanan dan pengawalan ketat pemerintah Belanda di penjara di Padang.

Di Nusa Tenggara Timur, Dt Batuah diasingkan ke daerah ke Kalabahi di Pulau Alor. Sedangkan Natar Zainuddin diasingkan ke Kafamenanu di Pulau Timor.

Setelah itu, Belanda pun memindahkan mereka ke Digul pada tahun 1927. Pada tahun 1942, mereka juga bahkan pernah dipindahkan ke Australia saat Jepang ke Hindia Belanda.

Mereka baru bisa menghidup udara bebas lagi tahun 1945. Dt Batuah sempat ke Jawa sebelum kembali ke Sumatera Barat tahun 1948. Natar Zainuddin juga kembali ke Sumatera Barat.

Dua tokoh berbaju putih dalam foto tersebut Arif Fadillah dan A Wahab adalah penerus perjuangan Dt. Batuah dan Natar Zainuddin.

Keduanya juga alumni Sumatera Thawalib. Arif Fadillah mengetuai PKI cabang Padang Panjang setelah dua seniornya yang lain yang menjadi pengurus partai itu.

Djamaluddin Tamin dan Mahmud pergi ke Singapura menemui Tan Malaka. Arif sudah aktif di Padang Panjang sejak 1923 dan banyak menulis artikel pedas dalam Djago! Djago!.

Ia pernah dipenjarakan Belanda selama 6 bulan tahun 1924. Menurut Benda, posisi Arif pada waktu itu adalah ‘Sectional Executive’ menggantikan Ketua Umum PKI Sumatra’s Westkust, Sutan Said Ali.

Pada tahun 1926, Arif pergi ke Jawa beberapa bulan untuk ‘kunjungan studi’. Arif aktif mengorganisir rencana pemberontakan di lapangan, dan juga menyelundupkan senjata.

Ia tertangkap Belanda dalam pelariannya pada 29 Desember 1926 dan dibawa ke Sawahlunto.

A Wahab tercatat sebagai staf PKI seksi Padang, dengan jabatan sekretaris dan bendahara, menyusul keputusan konferensi partai itu di Padang Panjang pada bulan Mei 1925.

Ia adalah salah seorang penerima uang sebanyak 300 gulden yang berasal dari dana rahasia Uni Sovyet. Arif dibuang ke Digul, sementara nasib A Wahab dan puluhan simpatisan PKI lainnya, setelah pemberontakan Komunis Silungkang yang keburu bocor itu berhasil dipadamkan Belanda dengan mudah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Arteria Dahlan dan Kontroversinya

Profil Arteria Dahlan dan Kontroversinya

News | Rabu, 09 September 2020 | 15:38 WIB

Bantah Cucu Pendiri PKI, Arteria Dahlan: Kakek Saya Saudagar Tanah Abang

Bantah Cucu Pendiri PKI, Arteria Dahlan: Kakek Saya Saudagar Tanah Abang

Jakarta | Rabu, 09 September 2020 | 15:32 WIB

Arteria Bantah Telak Tudingan Hasril Chaniago: Nenek Saya Tokoh Masyumi

Arteria Bantah Telak Tudingan Hasril Chaniago: Nenek Saya Tokoh Masyumi

News | Rabu, 09 September 2020 | 15:26 WIB

Terkini

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:48 WIB

Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar

Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar

Batam | Rabu, 30 September 2026 | 09:48 WIB

Erick Thohir Singgung Malaysia Usai Indonesia Ditahan Imbang, Persaingan ASEAN Makin Panas

Erick Thohir Singgung Malaysia Usai Indonesia Ditahan Imbang, Persaingan ASEAN Makin Panas

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:46 WIB

5 Cara Membuka Panci Presto agar Tidak Meledak, Begini Langkahnya

5 Cara Membuka Panci Presto agar Tidak Meledak, Begini Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:44 WIB

Tembus 93 Persen Mulus, Lampung Utara Bakal Diguyur Proyek Jalan Rp76 Miliar Akhir Oktober

Tembus 93 Persen Mulus, Lampung Utara Bakal Diguyur Proyek Jalan Rp76 Miliar Akhir Oktober

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 09:43 WIB

Lakoni Partai Hidup Mati Lawan Bangladesh, Erick Thohir Minta Pemain Timnas Indonesia Mati-matian

Lakoni Partai Hidup Mati Lawan Bangladesh, Erick Thohir Minta Pemain Timnas Indonesia Mati-matian

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:41 WIB

The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan

The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 09:40 WIB

Thailand Hantam Vietnam 2-0, Anthony Hudson Bongkar Beban Berat Gajah Perang

Thailand Hantam Vietnam 2-0, Anthony Hudson Bongkar Beban Berat Gajah Perang

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:37 WIB

Tidur Nyaman Makin Personal, Pilihan Kasur Pun Tak Lagi Seragam

Tidur Nyaman Makin Personal, Pilihan Kasur Pun Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:31 WIB

Kecewa John Herdman, Suporter Teriak Shin Tae-yong, Erick Thohir Buka Suara: Saya Rasa ya Kembali

Kecewa John Herdman, Suporter Teriak Shin Tae-yong, Erick Thohir Buka Suara: Saya Rasa ya Kembali

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:30 WIB

×