Soal Polemik PSBB Jakarta, Yunarto Wijaya Beri Sindiran Telak

Reza Gunadha, Hernawan

Minggu, 13 September 2020 | 10:26 WIB
Soal Polemik PSBB Jakarta, Yunarto Wijaya Beri Sindiran Telak
Pengamat politik, yunarto Wijaya. [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Direktur Lembaga Survei Charta Politika, Yunarto Wijaya memberikan sindiran keras atas polemik PSBB DKI Jakarta yang tengah menuai pro dan kontra dari sejumlah kalangan.

Kali ini, ia menyebut sejumlah pihak sedang mengejar sensasi dan hal tersebut dinilainya berhasil.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yunanto lewat Twitternya, pada Sabtu (12/9/2020).

"Saat rapat kebingungan sendiri, malah jawab: 'Loh saya gak pernah bilang akan PSBB total, cuma pengetatan bla bla bla...' Selamat ya niat ngejar sensasinya dah berhasil.. #Provinsidongeng," ujarnya.

Cuitan Yunanto ini pada Minggu (13/9/2020) telah menembus 1.000 retweets.

Cuitan Yunarto Wijaya (Twitter/@yunartowijaya).
Cuitan Yunarto Wijaya (Twitter/@yunartowijaya).

Lebih lanjut lagi, Yunarto mengatakan bahwa siapa saja yang telah melihat video wawancara pasti bisa menangkap bahwa PSBB DKI Jakarta yang akan diterapkan kembali terhitung sejak 14 September 2020 nanti bukan merupakan PSBB total.

"Yang dah lihat video wawancaranya tadi dah bisa nangkep lah harusnya jurus ngeles bahwa ini memang bukan PSBB total: 'Pada saat bulan April lalu (baca: saat PSBB) khan kita belum mengerti tentang distancing, pakai masker terus-terusan, dst...,' emang komunikator mahir," tandas Yunarto.

"Payah, padahal saya berharap anda punya nyali beneran di luar kritik saya ke anda terkait gak ada koordinasi. Ternyata emang beneran pencari sensasi," sambungnya.

Selain itu, lewat cuitannya Yunarto juga tampak menyinggung pendukung buta sosok yang tengah disindirnya.

baca juga

"Besok pasti narasi yang dibangun pendukung butanya: 'Wah setelah rapat jadi berubah, pasti banyak tekanan dari atas' kalau mau objektif jangan tanya ke menteri-menteri yang ikut rapat, tanya kepala daerah lain yang ikut rapat juga," jelasnya.

Meskipun demikian, Direktur Lembaga Survei Charta Politika ini mengharap agar semua mendukung sinergi pemerintah daerah dan pusat terkait PSBB tersebut sebab pertarungan masih panjang dan kepatuhan bersama lah yang akhirnya akan menentukan.

"Apapun itu ya kita support sinergi pemerintah daerah dan pusat terkai PSBB yang akan berlaku senin besok, pertarungan masih panjang, kepatuhan kita secara kolektif yang akan menentukan pada akhirnya. God Bless Indonesia," pungkas Yunarto.

Cuitan Yunarto Wijaya mengundang sejumlah reaksi massa. Beberapa dari mereka tampak menanyakan kembali apakah PSBB benar-benar akan diterapkan mulai 14 September 2020 nanti.

"Kagak jadi tarik rem terapin PSBB nih Om Yun si doi?" tanya @mazzini_gsp.

Yunarto menimpalinya dan berkata, "Jadi.. Tapi sami mawon aja kaya PSBB transisi ditambah beberapa pengetatan protokol".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik PSBB Jakarta, Mahfud MD: Kesalahan Tata Kata, Bukan Tata Negara

Polemik PSBB Jakarta, Mahfud MD: Kesalahan Tata Kata, Bukan Tata Negara

News | Minggu, 13 September 2020 | 05:17 WIB

Hotman Paris Bongkar Pesan WA Anies Baswedan soal PSBB, Ini Isinya

Hotman Paris Bongkar Pesan WA Anies Baswedan soal PSBB, Ini Isinya

Bali | Sabtu, 12 September 2020 | 15:22 WIB

Jakarta PSBB Total, Awak Kapal di Laboan Bajo Khawatir Kehilangan Wisatawan

Jakarta PSBB Total, Awak Kapal di Laboan Bajo Khawatir Kehilangan Wisatawan

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2020 | 13:49 WIB

Terkini

Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan

Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:01 WIB

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

×