Tim Alexei Navalny Temukan Racun Novichok di Botol Minuman Hotel

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 17 September 2020 | 20:55 WIB
Tim Alexei Navalny Temukan Racun Novichok di Botol Minuman Hotel
Tim Alexei Navalny temukan racun di kedua botol di atas.[Instagram/@navalny]

Suara.com - Tim Alexei Navalny mengklaim bahwa mereka menemukan racun yang digunakan untuk meracuni kritikus Kremlin tersebut di sebuah botol kosong di kamar hotelnya saat berada di Siberia.

Menyadur The Straits Times, Kamis (17/9/2020) temuan racun tersebut semakin menguatkan bahwa Alexei Navalny diracun di kota Tomsk, Siberia dan bukan di bandara seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Navalny jatuh sakit parah dalam penerbangan domestik di Rusia bulan lalu dan kemudian diterbangkan ke Berlin untuk mendapatkan perawatan.

Tim dokter di Jerman mengatakan Navalny diracuni oleh racun Novichok, namun pihak Rusia mengatakan belum melihat bukti jika dia diracun.

Sebuah video yang diposting di akun Instagram Navalny menunjukkan anggota timnya menggeledah kamar yang baru saja dia tinggalkan di Hotel Xander di Tomsk pada 20 Agustus, satu jam setelah mereka mengetahui bahwa dia jatuh sakit dalam keadaan yang mencurigakan.

Alexei Navalny, kritikus sekaligus opisis Kremlin dipindahkan ke Jerman.[Twitter/@Kira_Yarmysh]
Alexei Navalny, kritikus sekaligus opisis Kremlin dipindahkan ke Jerman.[Twitter/@Kira_Yarmysh]

"Diputuskan untuk mengumpulkan segala sesuatu yang bahkan secara hipotetis bisa berguna dan menyerahkannya kepada para dokter di Jerman.

Fakta bahwa kasus itu tidak akan diselidiki di Rusia cukup jelas," ujar seorang di akun Instagram Navalvy tersebut.

Video tersebut menunjukkan tim Navalny mengantongi dua botol kosong air mineral "Mata Air Suci", di antara barang-barang lainnya, sambil mengenakan sarung tangan pelindung.

"Dua minggu kemudian, sebuah laboratorium Jerman menemukan jejak Novichok tepatnya di botol air dari kamar hotel Tomsk," kata postingan itu.

baca juga

"Dan kemudian lebih banyak laboratorium yang mengambil analisis dan menegaskan bahwa itulah yang meracuni Navalny. Sekarang kami mengerti: Itu dilakukan sebelum dia meninggalkan kamar hotelnya untuk pergi ke bandara." jelasnya.

Rusia telah melakukan pemeriksaan pra-penyelidikan, tetapi mengatakan perlu melihat lebih banyak analisis medis sebelum dapat membuka penyelidikan kriminal formal atas kasus tersebut.

Inggris pada hari Rabu mengatakan hampir pasti bahwa dinas intelijen Rusia melakukan serangan terhadap Navalny, salah satu pengkritik paling keras Presiden Vladimir Putin.

Inggris juga mengatakan bahwa Rusia memiliki kasus untuk dijawab karena penggunaan senjata kimia tidak dapat diterima.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Jual Ratusan Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke India

Rusia Jual Ratusan Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke India

News | Kamis, 17 September 2020 | 11:27 WIB

Kondisi Membaik usai Diduga Diracun, Alexei Navalny: Saya Bisa Bernapas

Kondisi Membaik usai Diduga Diracun, Alexei Navalny: Saya Bisa Bernapas

News | Rabu, 16 September 2020 | 12:42 WIB

Data Uji Coba Vaksin Covid-19 Rusia Mengkhawatirkan?

Data Uji Coba Vaksin Covid-19 Rusia Mengkhawatirkan?

Tekno | Jum'at, 11 September 2020 | 16:00 WIB

Terkini

Dukung Liga Akar Rumput, Kadispora DKI Intruksikan Sudin Fasilitasi Talenta Sepak Bola Jalanan

Dukung Liga Akar Rumput, Kadispora DKI Intruksikan Sudin Fasilitasi Talenta Sepak Bola Jalanan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:56 WIB

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:29 WIB

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:20 WIB

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:12 WIB

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:10 WIB

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:56 WIB

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:41 WIB

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:30 WIB

×