Terbongkar! Kuburan Massal Diduga Korban Sekte Pengorbanan Manusia

Rifan Aditya

Rabu, 23 September 2020 | 17:58 WIB
Terbongkar! Kuburan Massal Diduga Korban Sekte Pengorbanan Manusia
Ilustrasi kuburan massal. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah penemuan mayat tujuh orang pada Januari lalu, otoritas Panama kembali menemukan dan menyelidiki kuburan massal yang diduga berisi jasad korban kasus pembunuhan oleh sekte “Cahaya Baru Tuhan”.

Kuburan massal ini ditemukan di dekat Sungai Chucara, 350 kilometer dari ibukota, Panama City. Lokasinya terbongkar setelah petugas melakukan pencarian selama satu bulan.

Jaksa Penuntut Umum Distrik Adat Nurum Azael Tugri, mengatakan kepada media lokal, tidak bisa memastikan jenis kelamin dan jumlah orang yang ditemukan di dalam kuburan massal tersebut.

Mayat yang ditemukan sulit untuk diidentifikasi. Sebab petugas hanya menemukan tulang-belulang saja.

Sisa tulang-belulang tersebut dikumpulkan di atas kain putih seperti pada tayangan televisi Panama TVN-2. Kemudian tulang-belulang dikirim untuk pemeriksaan forensik ke markas polisi Santiago de Veraguas.

Penemuan kuburan massal ini dianggap berkaitan dengan penangkapan orang yang diduga sebagai salah satu dari anggota sekte “Cahaya Baru Tuhan”.

Namun, polisi sementara berkesimpulan, kuburan massal kedua yang ditemukan ini tidak ada hubungannya dengan sekte “Cahaya Baru Tuhan” dimana sebelumnya ditemukannya kuburan massal pada Januari lalu.

Untuk diketahui, Pejabat Dinas Aeronaval Panarama (SENAN) menduga anak-anak di bawah umur mengalami kekerasan seksual dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekte agama tersebut.

Aksi kekerasan dan penganiayaan sekte “Cahaya Baru Tuhan” diketahui dari tiga warga desa yang ditawan dan melarikan diri ke rumah sakit.

Saat digeledah, polisi menemukan seorang perempuan telanjang, golok, pisau, dan kambing yang dikurbankan di tempat ibadah.

Bacaan tentang iblis dan tumpukan tali juga ditemukan di dalam tempat ibadah yang diyakini sebagai alat dan ritual pengorbanan manusia.

Polisi mengungkap sekte tersebut telah mengincar warga setempat dan sebanyak lima belas orang yang ditawan telah dibebaskan.

Mereka mengatakan pemimpin sekte “Cahaya Baru Tuhan” mengklaim dirinya mendapatkan perintah dari Tuhan untuk “mengusir iblis” dari diri korban. (Salsafifah Nusi Permatasari)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Tangkap 7 Tersangka Pembunuhan Jefri Wijaya yang Libatkan Oknum TNI

Polisi Tangkap 7 Tersangka Pembunuhan Jefri Wijaya yang Libatkan Oknum TNI

Sumut | Rabu, 23 September 2020 | 17:04 WIB

Siswi MI Mojokerto Ditemukan Tewas Terapung di Kubangan Bekas Galian C

Siswi MI Mojokerto Ditemukan Tewas Terapung di Kubangan Bekas Galian C

Jatim | Rabu, 23 September 2020 | 16:53 WIB

Mayat Pria Tua Misterius dengan Bekas Operasi Perut Tergeletak di Gubuk

Mayat Pria Tua Misterius dengan Bekas Operasi Perut Tergeletak di Gubuk

Jatim | Rabu, 23 September 2020 | 14:24 WIB

Terkini

Kata-kata China soal Perdamaian AS - Iran: Kini Fokus ke Masalah Selat Hormuz

Kata-kata China soal Perdamaian AS - Iran: Kini Fokus ke Masalah Selat Hormuz

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:21 WIB

Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu

Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:09 WIB

Polisi Amankan 69 Orang di Eks Hotel Sultan, Sebut Massa yang Dimobilisasi

Polisi Amankan 69 Orang di Eks Hotel Sultan, Sebut Massa yang Dimobilisasi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:05 WIB

Negara Tegaskan Hak atas Lahan Eks Hotel Sultan: Kami Punya Akta yang Asli

Negara Tegaskan Hak atas Lahan Eks Hotel Sultan: Kami Punya Akta yang Asli

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:47 WIB

HW Group Menang Gugatan Hak Cipta, Tuntutan Rp 4,9 Miliar Ari Bias Ditolak Pengadilan

HW Group Menang Gugatan Hak Cipta, Tuntutan Rp 4,9 Miliar Ari Bias Ditolak Pengadilan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:31 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra

Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:22 WIB

Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi

Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:12 WIB

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:06 WIB

BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian

BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:00 WIB

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:42 WIB