Hindari Mutasi Covid-19, Denmark akan Musnahkan Jutaan Cerpelai

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 11:33 WIB
Hindari Mutasi Covid-19, Denmark akan Musnahkan Jutaan Cerpelai
Puluhan ribu ekor cerpelai di Spanyol terinfeksi Covid-19. Foto: cerpelai di dalam kandang. [Shutterstock]

Suara.com - Otoritas Denmark akan memusnahkan jutaan cerpelai yang berada d lusinan peternakan di seluruh negeri, demi menghindari risiko mutasi Covid-19.

Menyadur Sputnik News, Kamis (15/10/2020), cerpelai menjadi salah satu hewan yang dapat terinfeksi virus Corona.

Terbaru, 10.000 cerpelai yang berada di peternakan di kawasan Utah dan Wisconsin, Amerika Serikat mati terinfeksi virus Corona.

Kasus demi kasus yang menjangkiti hewan pengerat tersebut, membuat Denmark melakukan antisipasi.

Pemusnahan cerpelai dilakukan bukan hanya untuk menekan penyebaran virus Corona, melainkan mencegah mutasi Covid-19 lebih lanjut.

Salah satu yang dikhawatirkan ilmuan saat ini adalah bahwa mutasi Covid-19 pada cerpelai akan mengurangi efektivitas vaksin pada manusia.

Orang yang terinfeksi virus Corona lewat cerpelai dikhawatirkan membutuhkan vaksin atau penanganan yang berbeda untuk pulih.

Selain itu, terdapat hubungan antara peternakan cerpelai yang terinfeksi virus Corona dengan kematian penghuni panti jompo, media Denmark melaporkan.

Denmark diperkirakan bakal memusnahkan setidaknya 1,5 juta cerpelai di seluruh kawasan untuk menghindari mutasi sekaligus menekan penyebaran virus.

baca juga

Hingga pekan ini, virus corona telah terdeteksi di 89 peternakan cerpelai di seluruh Denmark.

Hampir 10 persen dari semua peternakan cerpelai Denmark telah terinfeksi sejak kasus pertama COVID-19 di Jutlandia Utara pada Juni lalu.

Untuk menghentikan penyebaran virus lebih lanjut, pemerintah Denmark telah merekomendasikan semua cerpelai untuk 'ditidurkan' lewat cara eutanasia.

Peternakan cerpelai yang berjarak kurang dari 7,8 kilometer dari lokasi kasus infeksi Covid-19 peternakan lain juga harus menjalankan prosedur serupa.

Konsorsium Dokter Hewan Denmark, di bawah naungan Institut Serum Negara (SSI) dan Universitas Kopenhagen, menyebut dua varian COVID-19 baru "sangat mengkhawatirkan".

Cerpelai yang dibudidayakan sangat rentan terhadap virus korona karena kondisi di peternakan, di mana ribuan hewan dikurung dalam kandang, memungkinkan penularan yang cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumah Sakit Umumkan Jenasah Negatif Covid-19, Keluarga Bersorak Gembira

Rumah Sakit Umumkan Jenasah Negatif Covid-19, Keluarga Bersorak Gembira

Sulsel | Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:20 WIB

Banda Aceh Ditargetkan Jadi Zona Hijau Covid-19 Akhir Oktober

Banda Aceh Ditargetkan Jadi Zona Hijau Covid-19 Akhir Oktober

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:13 WIB

Kasus Covid-19 Naik, Moskow Ganti Guru Tua dengan Mahasiswa

Kasus Covid-19 Naik, Moskow Ganti Guru Tua dengan Mahasiswa

News | Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:56 WIB

Sempat Jadi Klaster, Warung Makan Bu Fat Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Sempat Jadi Klaster, Warung Makan Bu Fat Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:20 WIB

Dokter Top AS Sebut Vaksin Covid-19 Akan Tersedia April 2021

Dokter Top AS Sebut Vaksin Covid-19 Akan Tersedia April 2021

Health | Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:25 WIB

Terkini

Jay Idzes Main Penuh 90 Menit, Sassuolo Takluk di Kandang AS Roma

Jay Idzes Main Penuh 90 Menit, Sassuolo Takluk di Kandang AS Roma

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 09:14 WIB

KPK Usut Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan Seret Pejabat ATR BPN

KPK Usut Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan Seret Pejabat ATR BPN

News | Minggu, 08 November 2026 | 09:07 WIB

5.000 Atlet Siap Bertanding di Bone dan Wajo

5.000 Atlet Siap Bertanding di Bone dan Wajo

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 09:07 WIB

Apa Itu KidZania yang Disebut Ria Ricis? Ini Makna dan Konsep Sebenarnya

Apa Itu KidZania yang Disebut Ria Ricis? Ini Makna dan Konsep Sebenarnya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 09:01 WIB

Arab Saudi Bombardir Yaman, Puluhan Warga Sipil Tewas di Sanaa

Arab Saudi Bombardir Yaman, Puluhan Warga Sipil Tewas di Sanaa

News | Minggu, 08 November 2026 | 08:59 WIB

6 Cara Cek Penerima Bantuan Iuran PBI BPJS Kesehatan

6 Cara Cek Penerima Bantuan Iuran PBI BPJS Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 08:50 WIB

Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!

Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 08:48 WIB

Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026

Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 08:29 WIB

Kenapa Ria Ricis Dihujat usai Datangi Lokasi Karhutla? Ini Pemicu Kontroversinya

Kenapa Ria Ricis Dihujat usai Datangi Lokasi Karhutla? Ini Pemicu Kontroversinya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 08:23 WIB

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:53 WIB

×