Doni Monardo Bantah Testing Corona Indonesia Tidak Masif

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio | Suara.com

Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:17 WIB
Doni Monardo Bantah Testing Corona Indonesia Tidak Masif
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengklaim kemampuan testing corona yang dilakukan pemerintah sudah baik dibandingkan masa awal pandemi bulan Maret lalu.

Doni membantah jika pemerintah disebut tidak melakukan salah satu kewajiban 3T yakni testing dengan maksimal, karena saat ini layanan testing dianggap sudah semakin banyak dan terjangkau.

"Menurut saya kurang tepat ya, jadi kalimat itu mungkin mengambil data yang sudah lama, kalau data yang pertama memang benar lab kita terbatas, pemeriksaan spesimen terbatas, petugas tracing juga sedikit," kata Doni dalam diskusi dari Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Doni memaparkan saat ini pemerintah sudah melakukan testing terhadap rata-rata 33 ribu orang per hari dengan rata-rata 40 ribu jumlah spesimen per hari (1 orang bisa tes lebih dari 1 kali).

"Kemampuan rata-rata kita sekarang ini adalah sekitar 33 ribu orang per hari, artinya ini peningkatan yang luar biasa, pada awal kita melakukan pemeriksaan laboratorium itu kemampuan kita mungkin hanya belasan persen saja dari standar yang ditetapkan WHO, tapi sekarang sudah berada pada posisi 82,51 persen," ucapnya.

Berdasarkan standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni 1:1000 penduduk per minggu, seharusnya Indonesia harus memeriksa 267 ribu orang dari total 267 juta penduduk per minggunya.

Doni menyebut standar ini memang belum tercapai, namun dia lebih melihat jika yang dihitung jumlah spesimen per minggu maka standar itu sudah terlampaui.

"Kalau pemeriksaan spesimen minggu rata-rata itu sudah melampaui 270 ribu spesimen," imbuh Doni.

Untuk diketahui saat ini pemerintah mencatat ada 376 laboratorium pemeriksa Covid-19, antara lain laboratorium dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 265 lab, Tes Cepat Molekuler (TCM) di 76 lab dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 35 lab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menurut Ahli, Vaksin Covid-19 Tak Mencegah dari Kematian walau Efektif

Menurut Ahli, Vaksin Covid-19 Tak Mencegah dari Kematian walau Efektif

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:10 WIB

Studi Oregon: Pasien Covid-19 OTG atau Gejala Ringan hanya Menular 10 Hari

Studi Oregon: Pasien Covid-19 OTG atau Gejala Ringan hanya Menular 10 Hari

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:06 WIB

Seruan Jihad Imam Besar Istiqlal: Santri Harus Ikut Usir Virus Corona!

Seruan Jihad Imam Besar Istiqlal: Santri Harus Ikut Usir Virus Corona!

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 13:24 WIB

Imbas Corona, APBDP DKI Berkurang Rp 31 Triliun

Imbas Corona, APBDP DKI Berkurang Rp 31 Triliun

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 11:57 WIB

IDI Minta Pemerintah Tak Buru-buru Suntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

IDI Minta Pemerintah Tak Buru-buru Suntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 11:51 WIB

Terkini

Direktur Maktour Diduga Beri Gus Alex dan Pejabat Kemenag Ribuan Dolar AS Demi Kuota Haji Khusus

Direktur Maktour Diduga Beri Gus Alex dan Pejabat Kemenag Ribuan Dolar AS Demi Kuota Haji Khusus

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:44 WIB

Libur Paskah 2026, BNI Siapkan Layanan Terbatas dan Digital 24 Jam

Libur Paskah 2026, BNI Siapkan Layanan Terbatas dan Digital 24 Jam

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:44 WIB

Ketegangan Memuncak! Prancis Desak Rapat Darurat DK PBB Usai 3 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon

Ketegangan Memuncak! Prancis Desak Rapat Darurat DK PBB Usai 3 Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:43 WIB

Tiga Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon, PBB Soroti Bahaya Serangan ke Pasukan Perdamaian

Tiga Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon, PBB Soroti Bahaya Serangan ke Pasukan Perdamaian

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:42 WIB

Kata-kata UNIFIL soal 2 Personel TNI Tewas karena Ledakan di Lebanon

Kata-kata UNIFIL soal 2 Personel TNI Tewas karena Ledakan di Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:33 WIB

Detik-detik 2 Personel TNI Tewas di UNIFIL Lebanon

Detik-detik 2 Personel TNI Tewas di UNIFIL Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:12 WIB

Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak

Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:53 WIB

Spesifikasi Kapal RFA Lyme Bay Milik Inggris yang Akan Menjadi Benteng Drone di Selat Hormuz

Spesifikasi Kapal RFA Lyme Bay Milik Inggris yang Akan Menjadi Benteng Drone di Selat Hormuz

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:40 WIB

Selain BBM, Harga HP Kemungkinan Bakal Naik Karena Perang Iran

Selain BBM, Harga HP Kemungkinan Bakal Naik Karena Perang Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:34 WIB

3 Prajurit TNI Tewas dalam Serangan Israel dan Ledakan di Lebanon, PBB Mengutuk Keras

3 Prajurit TNI Tewas dalam Serangan Israel dan Ledakan di Lebanon, PBB Mengutuk Keras

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:21 WIB