Anies Minta Warga Tak ke Luar Kota, Ratusan Ribu Kendaraan Tinggalkan DKI

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Anies Minta Warga Tak ke Luar Kota, Ratusan Ribu Kendaraan Tinggalkan DKI
Sejumlah kendaraan antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Kamis (30/5). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]

"Kemudian untuk angkutan umum, juga ada peningkatan sekitar 31 persen."

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meminta agar warga ibu kota tak pergi ke luar kota saat libur panjang 28 Oktober sampai 1 November. Namun imbauan ini ternyata tak begitu didengarkan oleh masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan 190 ribu kendaraan roda empat sudah meninggalkan ibu kota sejak Selasa (27/10/2020) lalu atau saat puncak arus mudik. Hal ini tercatat dari data volume kendaraan di jalan tol ke luar kota.

"Hari Rabu itu jumlah kendaraan bermotor ke luar Jakarta untuk di jalan tol itu mencapai puncaknya, itu lebih kurang 188 ribu, hampir 190 ribu," ujar Syafrin saat dihubungi Suara.com, Jumat (30/10/2020).

Dengan demikian, kata Syafrin, selama masa liburan ini, sudah tercatat peningkatan kinerja lalu lintas jalan tol sebanyak 22 persen dibandingkan hari biasa. Pada saat menjelang libur panjang pun disebutnya sudah ada peningkatan volume.

Baca Juga: Duh, 100 Wisatawan di Jawa Barat Reaktif Covid-19

"Iya, di jalan tol atau naik sebesar 22 persen dibandingkan hari sebelumnya. Walaupun di hari sebelumnya sudah ada peningkatan," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mencatat ada kenaikan 31 persen penumpang angkutan umum. Mereka diperkirakan meninggalkan Jakarta untuk memanfaatkan waktu libur panjang.

"Kemudian untuk angkutan umum, juga ada peningkatan sekitar 31 persen penumpangnya," tuturnya.

Ia menyebut pihaknya sendiri tak bisa melarang warga bepergian karena tidak ada aturannya. Namun ia meminta agar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 terus diterapkan selama berada di luar kota agar saat pulang ke ibu kota tak membawa atau tertular virus corona.

"Arus balik yang harus diantisipasi di tengah covid ini bagaimana interaksi para warga yang balik ini tidak terjadi sehingga potensi penularan virus tidak terjadi," pungkasnya.

Baca Juga: Bandel Langgar Prokes, Bima Arya Ancam Tutup Kafe dan Restoran

Komentar