Pembunuhan Pendeta di Papua Terkuak, Veronica Koman: Semua Kok Dianggap OPM

Rifan Aditya , Hernawan

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 10:19 WIB
Pembunuhan Pendeta di Papua Terkuak, Veronica Koman: Semua Kok Dianggap OPM
Pendeta Yeremia Zanambani. (Foto dok. ist)

Suara.com - Kronologi lengkap pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani di Papua baru saja diungkap oleh Tim Independen Kemanusiaan Untuk Intan Jaya.

Pendiri Kantor Hukum dan HAM Lokataru Foundation, Haris Azhar telah membeberkan rentetan peristiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa pendeta tersebut.

Fakta meninggalnya Pendeta Yeremia yang ternyata dibunuh dengan senjata api standar militer itu mendapat reaksi dari Pengacara HAM, Veronica Koman.

Veronica Koman tampak menyayangkan pembunuhan terhadap Pendeta Yeremia oleh oknum anggota TNI yang sering singgah di rumahnya.

"Pembunuh Pendeta Yeremia Zanambani adalah anggota TNI yang sering numpang makan di rumahnya," ungkapnya lewat jejaring Twitter @VeronicaKoman, Jumat (20/10/2020).

Cuitan Veronica Koman ditimpali oleh seorang warganet yang mengatakan untuk apa membiarkan orang-orang OPM tetap ada. Sebab, sepengetahuan warganet tersebut, kejahatan OPM telah membinasarkan banyak korban. Namun, cuitan tersebut saat ini sudah dihapus oleh pembuatnya.

Tangkapan Layar Cuitan Veronica Koman Komentari Terungkapnya Kronologi Pembunuhan Pendeta Yeremia di Papua (Twitter/@VeronicaKoman).
Tangkapan Layar Cuitan Veronica Koman Komentari Terungkapnya Kronologi Pembunuhan Pendeta Yeremia di Papua (Twitter/@VeronicaKoman).

Veronica Koman kemudian meresponnya. Menurutnya, pandangan segelintit orang soal orang-orang Papua seringkali salah kaprah. Pasalnya, tidak semua orang Papua adalah OPM tetapi selalu dituduh demikian.

Aktivisis HAM itu juga mengatakan selama ini orang Papua tak jarang dicap sebagai pengkhianat bangsa, sehingga keberadaannya layak diburu oleh aparat negara.

"Simak pendapat bang jago tentara di bawah ini. Orang Papua, bahkan seorang pendeta pun, dipukul rata sebagai OPM," tulisnya membalas cuitan warganet.

baca juga

"Ini memang bukan perkara sulit bedakan sipil, tapi orang Papua dianggap pengkhianat sehingga layak diburu," imbuh Veronica Koman.

Untuk diketahui, Pendeta Yeremia Zanambani dibunuh pada Sabtu, (19/9/2020) lalu. Haris Azhar menuturkan, pembunuhan pendeta ini bermula dari adanya penembakan kepada pasukan TNI di Sugapa Lama dua hari sebelumnya, sekira pukul 12.00 WIT.

Tragedi penembakan itu menyebabkan satu orang anggota TNI meninggal dunia dan satu laras panjang milik TNI diambil anggota separatis bersenjata.

Buntut dari peristiwa ini membuat masyarakat Hitadipa dipanggil satu demi satu, meski tidak seluruhnya. Mereka dihimbau agar senjata TNI dikembalikan segera. Mereka juga meminta agar Pendeta mengumumkan pemberitaan tersebut ke daerah sekitar lainnya.

Haris menyebutkan, ada ancaman di balik permintaan TNI itu, seperti pengeboman dan operasi penumpasan warga. Singkat cerita, TNI pada hari yang sama kembali mengumpulkan masyarakat di depan Gereja Imanuel 1.

Sejam selepas pengumpulan dilakukan, terjadi penembakan dari arah Utara oleh gerombolan separatis bersenjata ke arah Markas Koramil Persiapan Hitadipa, tepatnya di Gedung SD YPPGI. Kejadian itu membuat satu personil BKO Aptekel Koramil Persiapan Hitadipa tewas.

TNI kemudian membalas dengan melakukan penembakan ke bagian kampung Hitadipa daerah Muara Sungai Hiyabu dan Sungai Dogabu pada 13.55 WIT selama kurang lebih 30 menit.

Almarhum Meriam Zoani atau Zanambani lalu menemui rombongan TNI di ujung lapangan terbang Hitadipada sekira pukul 14.55 WIT. Setelah didesak, wanita yang kerap disapa Mama tersebut membenarkan Pendeta Yeremia ada di kandang babi.

Sore harinya, angota TNI datang ke Kampung Taunduga. Mereka membakar bangunan kesehatan serta rumah dinas dengan klaim kalau anggota separatis bersenjata ada di tempat itu. Satu anggota TNI tewas, banyak warga terdampak.

Setelah itu, empat oknum anggota TNI mendatangi kandang babi tempat Pendeta Yerima berada, pada Sabtu (19/9/2020). Dua berjaga di Jalan Induk Kabupaten Intan Jaya, sementara dua lagi menuju kandang babi, termasuk Alpius.

Keduanya membunuh Pendeta Yeremia. Dua tembakan mengarahnya, satu ke tangan kiri, satu lagi ke arah dinding. Pendeta jatuh lalu diduga ditusuk dengan pisau tajam di bagian belakang.

Saat langit gelap, Mama datang ke kandang babi menjemput Pendeta Yeremia. Namun, Pendeta Yeremia kedapatan sudah tersungkur berlumur darah. Namun Pendeta Yeremia masih bisa berkomunikasi dan mengatakan, dia ditembak oleh orang yang sering diberinya makan.

Haris mengatakan, Pendeta Yeremia ditembak dengan senjata api standar militer. Penembakan dilakukan kurang lebih satu meter dan mengenai bagian tubuhnya, dengan satu peluru ke tangan kiri bagian atas. Pada bagian kulit, terlihat irisan lurus vertikal berkisar 7 hingga 10 sentimeter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Hitadipa Trauma, Jokowi Diminta Perintah Panglima TNI Tarik Pasukan

Warga Hitadipa Trauma, Jokowi Diminta Perintah Panglima TNI Tarik Pasukan

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:25 WIB

Trauma Pendeta Yeremia Terbunuh, Warga Intan Jaya Terpaksa Tidur di Hutan

Trauma Pendeta Yeremia Terbunuh, Warga Intan Jaya Terpaksa Tidur di Hutan

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 17:42 WIB

Haris Azhar: TNI Duduki SD dan SMP di Hitadipa, Guru dan Pelajar Ketakutan

Haris Azhar: TNI Duduki SD dan SMP di Hitadipa, Guru dan Pelajar Ketakutan

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 16:46 WIB

Terkini

Pemuda Makassar Tewas Diduga Dikeroyok 20 Pelajar SMP

Pemuda Makassar Tewas Diduga Dikeroyok 20 Pelajar SMP

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:57 WIB

PM Anwar Ibrahim Cibir Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

PM Anwar Ibrahim Cibir Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Miras di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Milik Napi Koruptor Jimmy Masrin!

Miras di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Milik Napi Koruptor Jimmy Masrin!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:54 WIB

AC Makin Pintar, Pendingin Ruangan Ini Bisa Kenali Penghuni

AC Makin Pintar, Pendingin Ruangan Ini Bisa Kenali Penghuni

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Jadwal GP Indonesia 2026: Tantangan bagi Marc Marquez Usai Menang di Jepang

Jadwal GP Indonesia 2026: Tantangan bagi Marc Marquez Usai Menang di Jepang

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Viral Fenomena 'Blue Fire' di Papandayan, Mengapa Bisa Terjadi?

Viral Fenomena 'Blue Fire' di Papandayan, Mengapa Bisa Terjadi?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Sejumlah Menteri Sudah Pakai Mobil Dinas Maung MV3 Garuda Limousine, Begini Penampakannya

Sejumlah Menteri Sudah Pakai Mobil Dinas Maung MV3 Garuda Limousine, Begini Penampakannya

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:48 WIB

Sarmuji dan Bamsoet Masuk Pemerintahan, Ini Sosok Calon Penggantinya di DPR RI

Sarmuji dan Bamsoet Masuk Pemerintahan, Ini Sosok Calon Penggantinya di DPR RI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:45 WIB

BRI Siapkan 41 Insan Jadi Penyuluh Antikorupsi Melalui PELOPOR 2026

BRI Siapkan 41 Insan Jadi Penyuluh Antikorupsi Melalui PELOPOR 2026

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Menkeu Suahasil Lantik 17 Pejabat Pajak, Bea Cukai, hingga KSSK, Ini Daftarnya

Menkeu Suahasil Lantik 17 Pejabat Pajak, Bea Cukai, hingga KSSK, Ini Daftarnya

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:41 WIB

×