Massa GPI Beli Produk Asal Prancis untuk Dibakar, Totalnya Capai Rp 5 Juta

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 05 November 2020 | 14:14 WIB
Massa GPI Beli Produk Asal Prancis untuk Dibakar, Totalnya Capai Rp 5 Juta
Sekelompok orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya, melakukan aksi sweeping terhadap produk-produk berasal dari Prancis di minimarket wilayah Menteng, Jakarta Pusat. [dokumentasi GPI]

Suara.com - Massa Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya membeli produk-produk asal Prancis di salah satu minimarket di Jalan Johar Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2020) lalu. Setelah membeli, mereka lantas membakar barang-barang tersebut di Komplek Menteng Raya 58, Menteng, Jakarta Pusat.

Hal tersebut dilakuakan sebagai bentuk kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Islam dan nabi Muhammad SAW. Beberapa produk asal Prancis yang dibeli di minimarket tersebut totalnya sekitar Rp 5 juta.

"Kemarin kami beli produk sekitar Rp 5 jutaan," kata Ketua GPI Jakarta Raya, Rahmat Imran saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2020).

Imran mengungkapkan, produk-produk yang dibeli adalah air mineral, pembersih wajah, hingga parfum asal Prancis. Setelah membeli produk tersebut, pihaknya langsung menggelar aksi simbolis -- membakar produk-produk itu di Komplek Menteng Raya 58, Menteng, Jakarta Pusat.

"Dari air mineral sampai pembersih wajah alat make up yang dari prancis, parfume, kemudian produk yang ada di Indomaret itu kami bakar di markas kami," kata dia.

Imran mengungkapkan, uang tersebut berasal dari kas GPI.

Menurut dia, tidak ada ruginya membeli barang-barang tersebut -- untuk selanjutnya dibakar. Bagi dia, aksi simbolis tersebut sebagai salah satu cara agar masyarakat -- khususnya umat Muslim-- agar tidak membeli produk asal Prancis.

"Uang dari kas organisasi. Tidak ada ruginya karena kami mencontohkan bahwa produk ini yang harus kami musnahin. Jangan ada lagi umat yang membeli produk Prancis," beber dia.

Ditemui terpisah, Juru parkir di minimarket tersebut yang bernama Nandar (45) membenarkan adanya hal tersebut. Dia mengatakan, massa dari GPI datang ke lokasi sekitar pukul 13.55 WIB.

baca juga

"Sekitar jam dua siang lah. Saat kejadian saya juga lagi sibuk ngurusin parkiran di sini. Tiba-tiba mereka datang dan masuk ke dalam," ungkap Nandar saat dijumpai di loaksi, Kamis (5/11/2020).

Nandar mengungkapkan, jumlah massa mencapai 20 orang. Kata dia, massa turut membawa spanduk-spanduk seruan yang menentang pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

"Massa lumayan banyak. Mereka juga bawa spanduk juga. Mereka beli barang-barang produk Prancis di sini. Katanya mau di musnahin," kata dia.

Nandar mengungkapan, massa GPI juga sempat berorasi di depan Indomaret sesuai membeli barang-barang tersebut. Barang-barang seperti air mineral, susu, hingga susu turut diletakkan di bawah.

"Massa juga sempat orasi sebentar. Ada yang bawa bendera Merah Putih juga," imbuh Nandar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beli Produk Prancis di Minimarket untuk Dibakar, Massa GPI Sempat Orasi

Beli Produk Prancis di Minimarket untuk Dibakar, Massa GPI Sempat Orasi

News | Kamis, 05 November 2020 | 14:07 WIB

Wali Kota Sukabumi Tak Akan Gunakan Produk Prancis

Wali Kota Sukabumi Tak Akan Gunakan Produk Prancis

Jabar | Kamis, 05 November 2020 | 14:05 WIB

Ade Armando Bela Presiden Prancis: Ayo Gunakan Akal Sehat!

Ade Armando Bela Presiden Prancis: Ayo Gunakan Akal Sehat!

Riau | Kamis, 05 November 2020 | 13:45 WIB

Keterlaluan, Tempat Les Bahasa Prancis Jadi Sasaran Demo Juga

Keterlaluan, Tempat Les Bahasa Prancis Jadi Sasaran Demo Juga

Sumut | Kamis, 05 November 2020 | 13:22 WIB

Terkini

BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private

BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private

Jogja | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Beralasan Sakit, Dedi Congor Mangkir dari Panggilan KPK

Beralasan Sakit, Dedi Congor Mangkir dari Panggilan KPK

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda, PEMIRA Ajak Berbagai Elemen Pemuda Berkonsolidasi

Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda, PEMIRA Ajak Berbagai Elemen Pemuda Berkonsolidasi

Jakarta | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Skandal Suap ATR/BPN Harus Jadi Momentum Berantas Mafia Tanah

Skandal Suap ATR/BPN Harus Jadi Momentum Berantas Mafia Tanah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Mendagri Ajak Pemda Dukung Pembenahan Keberangkatan Haji dan Umrah

Mendagri Ajak Pemda Dukung Pembenahan Keberangkatan Haji dan Umrah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:56 WIB

Politisi PSI: Presiden BJ Habibie Tidak Memiliki Ijazah Sarjana

Politisi PSI: Presiden BJ Habibie Tidak Memiliki Ijazah Sarjana

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:56 WIB

Terorisme Ekologi Bernama Karhutla: Saat Rakyat Terpaksa Berhenti Bernapas

Terorisme Ekologi Bernama Karhutla: Saat Rakyat Terpaksa Berhenti Bernapas

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:55 WIB

BRI dan Prodia Hadirkan Healthcare Privilege untuk Nasabah BRI Private dan BRI Prioritas

BRI dan Prodia Hadirkan Healthcare Privilege untuk Nasabah BRI Private dan BRI Prioritas

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Iklan, LMS Dorong Model Bisnis Beyond Media

Media Lokal Hadapi Krisis Iklan, LMS Dorong Model Bisnis Beyond Media

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:49 WIB

Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 2026 dari Rp 268 T Jadi Rp 229 T

Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 2026 dari Rp 268 T Jadi Rp 229 T

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:49 WIB

×