Ade Armando Bela Presiden Prancis Macron: Islam Kini Dunia yang Terbelakang

Reza Gunadha | Hernawan | Suara.com

Kamis, 05 November 2020 | 17:17 WIB
Ade Armando Bela Presiden Prancis Macron: Islam Kini Dunia yang Terbelakang
Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Ade Armando (Dok SMRC)

Suara.com - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando secara terbuka sepakat atas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan Islam sedang mengalami krisis.

Sikapnya berkebalikan dengan publik yang mengecam pernyataan tersebut.

Menurutnya, ucapan Emmanuel Macron benar dan seharusnya lebih banyak lagi orang yang berani bersuara seperti Presiden Prancis tersebut.

"Presiden Prancis ini tidak sedang menyerang Islam. Dia sendiri menegaskan, yang jadi masalah bukan Islam, melainkan kaum ekstremis yang telah mendistorsi Islam dan menjadikan agama sebagai pembenaran kekerasan," ungkapnya dalam tayangan video Cokro TV dikutip Hops.id -- Jaringan Suara.com.

Ade Armando mengatakan, kaum Islam garis keras tersebut kini terpencar di berbagai negara.

Apabila dibiarkan saja, hal itu dirasanya justru akan menyebabkan kehancuran dunia.

"Islam memang sedang dalam krisis. Bukan cuma di Prancis, tapi juga di seluruh dunia. Dan kalau dibiarkan, ini bakal mendorong perang berkepanjangan dan kehancuran dunia," sambungnya.

Lebih lanjut, Ade Armandong menerangkan, gambaran umat Islam di masa modern ini berbeda dengan sebelumnya.

Pasalnya, Islam kini dicitrakan sebagai kelompok terbelakang yang identik dengan berbagai konflik kekerasan, penindasan, dan terorisme.

"Dunia Islam saat ini adalah dunia yang terbelakang. Konflik berdarah adalah karakter yang khas kita dengar ketika ada berita tentang dunia Islam," ucap Ade.

"Penindasan terhadap minoritas, terorisme, penggulingan kekuasaan, pembunuhan karena perbedaan pendapat, pengingkaran hak perempuan adalah cerita yang kini lazim didengar dari dunia Islam," sambung dia.

Menurut Ade, ketertinggalan Islam kini tidak hanya disebabkan satu dua faktor saja. Ada banyak hal yang ikut mempengaruhinya, salah satunya kekeliruan cara berpikir.

"Ilmu dan sains tidak tumbuh, teknologi tidak tumbuh juga. Demokrasi malah diabaikan. Semua kebiadaban dan ketertinggalan ini bukan cuma akibat dari penjajahan abad terakhir. Keterbelakangan ini terutama lahir dari cara beragama yang tidak mendorong umat Islam untuk berpikir secara terbuka," jelas Ade.

"Krisis Islam bermula dari gagasan yang sesat," tandasnya keras.

Kendati begitu, Ade Armando memiliki solusi akan kritikan yang diarahkannya pada umat Islam ini.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Boikot Produk Prancis, Pakar Brand Marketing: Carrefour Dosanya Apa?

Aksi Boikot Produk Prancis, Pakar Brand Marketing: Carrefour Dosanya Apa?

Banten | Kamis, 05 November 2020 | 16:20 WIB

Terobosan Dekan FIK UIM, Alumni Bisa Langsung Kerja di Luar Negeri

Terobosan Dekan FIK UIM, Alumni Bisa Langsung Kerja di Luar Negeri

Sulsel | Kamis, 05 November 2020 | 16:20 WIB

Minimarket di Jakarta Mulai Boikot Produk Prancis

Minimarket di Jakarta Mulai Boikot Produk Prancis

Foto | Kamis, 05 November 2020 | 16:39 WIB

Terkini

Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?

Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:39 WIB

WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi

WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:25 WIB

RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia

RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:19 WIB

Eks Wamenaker Noel: Saya Lebih Banyak Selamatkan Uang Rakyat Dibanding KPK!

Eks Wamenaker Noel: Saya Lebih Banyak Selamatkan Uang Rakyat Dibanding KPK!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:09 WIB

Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!

Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:48 WIB

Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza

Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:47 WIB

Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania

Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:46 WIB

Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!

Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB

WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!

WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:57 WIB

Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack

Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:36 WIB