alexametrics

Eks Stafsus Milenial Jokowi Sebut Pendidikan Indonesia Tertinggal 128 Tahun

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Eks Stafsus Milenial Jokowi Sebut Pendidikan Indonesia Tertinggal 128 Tahun
Eks Stafsus Milenial Jokowi, Adamas Belva.(Instagram/belvadevara)

"Untuk mengejar ketertinggalan, kita hitung setiap tahun (PISA) naik berapa banyak? Nah untuk mengejar ketertinggalan itu kira-kita butuh 128 tahun,"

Suara.com - Pendiri Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara menilai pendidikan di Indonesia tertinggal jauh dari standar pendidikan masa kini, butuh waktu 128 tahun untuk mengejar standar itu.

Standar yang dimaksud Belva adalah nilai Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang menempatkan peringkat siswa Indonesia di posisi 72 dari 77 negara Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

Skor ini mengalami penurunan dari periode penilaian sebelumnya, yakni peringkat 62 dari 70 negara di 2015.

"Untuk mengejar ketertinggalan, kita hitung setiap tahun (PISA) naik berapa banyak? Nah untuk mengejar ketertinggalan itu kira-kita butuh 128 tahun," kata Belva dalam jumpa pers virtual peluncuran Ruangpeduli.org, Selasa (10/11/2020).

Baca Juga: Gatot Nurmantyo Dipastikan Hadiri Upacara Pemberian Gelar Oleh Jokowi

Mantan Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo itu menyebut kondisinya akan semakin sulit mengingat saat ini dunia pendidikan juga terdampak pandemi Covid-19.

"Banyak sekali tantangan dunia pendidikan Indonesia, sebelum pandemic saja 128 tahun, pandemi ini makin berlipat-lipat lagi," ucapnya.

Oleh sebab itu, Belva menyebut melalui program Ruangpeduli yang diluncurkannya ini bisa mengajak mitra individu dan lembaga untuk ikut serta berkontribusi menyelesaikan berbagai tantangan pendidikan.

Komentar