Jurusan Bahasa Indonesia di La Trobe akan Tutup, KBRI Canberra Beri Bantuan

Siswanto | ABC | Suara.com

Selasa, 17 November 2020 | 11:51 WIB
Jurusan Bahasa Indonesia di La Trobe akan Tutup, KBRI Canberra Beri Bantuan
ABC Australia

Suara.com - Menyusul menurunnya minat untuk belajar bahasa Indonesia di tingkat universitas dan adanya pandemi COVID-19, La Trobe University di kota Melbourne berencana menutup program bahasa Indonesia di akhir tahun 2021.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Program Jurusan Bahasa Indonesia Linda Sukamta yang masih berharap universitas akan membatalkan keputusannya, bila ada tekanan cukup dari masyarakat untuk mempertahankan jurusan tersebut.

"Kami dipanggil hari Rabu 11 November lalu dan mendapat pemberitahuan bahwa program bahasa Indonesia, Hindi (India) dan Yunani akan dihapus di akhir tahun 2021, tetapi di tahun 2021 masih menerima mahasiswa baru," kata Linda kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya.

Linda yang sudah mengajar di La Trobe sejak tahun 2011 mengatakan kaget dengan keputusan universitas yang menggunakan adanya pandemi COVID-19 sebagai alasan bagi penutupan.

Menurut Linda, di tahun 2012, La Trobe juga sempat memutuskan untuk menutup program bahasa Indonesia namun setelah adanya tekanan dari berbagai pihak, keputusan tersebut kemudian dibatalkan.

Linda mengatakan universitas melihat mahasiswa yang tertarik belajar bahasa Indonesia terlalu sedikit, sehingga program ini tidak 'menguntungkan' untuk dilanjutkan.

Saat ini La Trobe memiliki satu staf pengajar bahasa Indonesia penuh waktu di kampusnya di Bandoora, sekitar 36 kilometer dari pusat kota Melbourne yaitu Linda Sukamta dan seorang lagi mengajar paruh waktu di kampus di Bendigo, sekitar 153 kilometer dari Melbourne.

Apakah rencana penutupan program bahasa Indonesia ini disebabkan karena La Trobe tidak mampu bersaing merebut siswa dengan universitas lain di Melbourne?

Menurut Linda, masalah yang dihadapi adalah bagaimana menarik minat bagi siswa sekolah menengah atas untuk kemudian memilih melanjutkan pendidikan di universitas belajar bahasa di Australia.

"Jumlah mahasiswa memang menurun selama lima tahun terakhir," kata Linda yang menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Padjadjaran di Bandung tersebut.

"Bukan jurusan Indonesia saja yang menurun, semua bahasa menurun, juga bukan di La Trobe saja di semua universitas juga menurun."

"Namun kami tidak bersaing. Lokasi La Trobe membuat siswa memilih universitas ini, banyak yang tidak bisa melakukan perjalanan terlalu jauh dari rumah mereka," kata Linda.

Pemerintah Indonesia bisa membantu

Linda masih berharap universitas akan mengubah keputusan dan meminta berbagai pihak untuk melakukan lobi terhadap La Trobe.

Dia juga mengatakan Pemerintah Indonesia bisa melakukan banyak hal agar pengajaran bahasa Indonesia terus berkembang di Australia.

"Menurut saya Pemerintah Indonesia memegang peran penting juga untuk mendukung kami, misalnya dengan memberi banyak beasiswa, kompetisi-kompetisi yang berhadiah menarik untuk orang-orang muda yang belajar bahasa," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:42 WIB

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:39 WIB

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB

KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024

KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:34 WIB

Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model

Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:31 WIB

Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung

Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB

Meutya Hafid Peringatkan E-Wallet dan Operator Seluler: Jadi Alat Transaksi Judi Online

Meutya Hafid Peringatkan E-Wallet dan Operator Seluler: Jadi Alat Transaksi Judi Online

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB

Viral Model Ansy Jan De Vries Dibacok Begal di Kebon Jeruk, Polisi: Data Pasien di RS Nihil

Viral Model Ansy Jan De Vries Dibacok Begal di Kebon Jeruk, Polisi: Data Pasien di RS Nihil

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB