Habib Rizieq Singgung Penggal Kepala, Zuhairi Misrawi: Itu Dilakukan ISIS

Reza Gunadha, Hernawan

Kamis, 19 November 2020 | 16:29 WIB
Habib Rizieq Singgung Penggal Kepala, Zuhairi Misrawi: Itu Dilakukan ISIS
Habib Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah]

Suara.com - Intelektual Muda NU sekaligus Kader PDIP Zuhairi Misrawi baru saja membahas istilah penggal kepala.

Lewat jejaring Twitter miliknya, pria yang kerap disapa Gus Mis itu angkat bicara perihal penghalalan pemenggalan kepala.

Zuhairi Misrawi mengatakan, paham keagamaan yang menghalalkan pemenggalan kepala hanya dilakukan oleh Yazid bin Mua'wiyah dan belakangan ISIS.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW tidak pernah mendakwahkan dan melakukan hal itu. Begitu pun keturunannya.

Zuhairi Misrawi Sebut Paham Pemenggalan Kepala Belakangan Dilakukan ISIS (Twitter/ZuhairiMisrawi).
Zuhairi Misrawi Sebut Paham Pemenggalan Kepala Belakangan Dilakukan ISIS (Twitter/ZuhairiMisrawi).

"Paham keagamaan yang menghalalkan pemenggalan kepala hanya dilakukan oleh Yazid bin Mua'wiyah dan belakangan ISIS," tulis Zuhairi Misrawi.

"Nabi tidak pernah mendakwahkan dan melakukan itu," sambungnya.

Melihat hebohnya istilah penggal kepala belakangan ini, Zuhairi Misrawi menghimbau agar publik berhati-hati.

Sebab, dia menduga jangan-jangan ada yang ingin mendirikan ISIS di Indonesia.

"Maka berhati-hatilah. Jangan-jangan ada yang ingin mendirikan ISIS. Kita mesti waspada," tandasnya.

baca juga

Dalam cuitan lainnya, Zuhairi Misrawi mengisahkan cerita cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husein.

Zuhairi Misrawi menuturkan, Imam Husein menjadi korban pemenggalan kepala demi hasrat kuasa Yazid bin Muawiyah..

"Imam Husein, cucu Nabi menjadi korban pemenggalan kepala demi hasrat kuasa Yazid bin Muawiyah," cetusnya.

Lebih lanjut, Gus Mis menerangkan kini ada pihak yang menghalalkan kebiadaban itu.

"Kini ada yang mengalalkan kebiadaban itu. Apakah ia tidak mau belajar dari sejarah cucu Nabi tercinta itu? Pemenggalan kepala itu perilaku biadab Yazid, bukan akhlak Rasulullah SAW," imbuh dia.

Geger Video Habib Rizieq soal Penggal Kepala

Publik kembali digegerkan oleh video ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Video ceramah Habib Rizieq tersebut salah satunya dibagikan oleh Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie lewat akun Twitter miliknya, Rabu (18/11/2020).

Dalam video berdurasi 40 detik itu, Habib Rizieq meminta agar pihak kepolisian menindak tegas orang yang terlibat kasus penghinaan terhadap Ulama dan Nabi.

Habib Rizieq dalam ceramahnya pun menyinggung kassu pemenggalan seorang guru di Prancis bernama Samuel Paty pada Oktober 2020. Kepala Samuel Paty dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Habib Luthfi Pastikan Tunda Acara Maulid Akbar, Karena Covid 19?

Habib Luthfi Pastikan Tunda Acara Maulid Akbar, Karena Covid 19?

Sumsel | Kamis, 19 November 2020 | 16:24 WIB

Pedas! Sindiran Ariel soal Kasus Jerinx: Lebih Aman Lonte Dibanding Kacung

Pedas! Sindiran Ariel soal Kasus Jerinx: Lebih Aman Lonte Dibanding Kacung

Sumut | Kamis, 19 November 2020 | 16:23 WIB

Relawan Berkaos Duta Jokowi Mundur, Ini Respon Satgas Covid-19

Relawan Berkaos Duta Jokowi Mundur, Ini Respon Satgas Covid-19

News | Kamis, 19 November 2020 | 16:22 WIB

Terkini

Susul Roy Suryo dan dr Tifa! Tiga Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Jokowi Segera Diseret ke Kejaksaan

Susul Roy Suryo dan dr Tifa! Tiga Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Jokowi Segera Diseret ke Kejaksaan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:52 WIB

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:52 WIB

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:50 WIB

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:34 WIB

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:21 WIB

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

×