Soal Aksi ULMWP, PKS: Jangan Bikin Papua Seperti Timor Timur

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Rabu, 02 Desember 2020 | 09:39 WIB
Soal Aksi ULMWP, PKS: Jangan Bikin Papua Seperti Timor Timur
Ilustrasi peta Papua Barat. (Shutterstock)

Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta meminta pemerintah menyikapi serius perkembangan situasi terkait Papua menyusul Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) yang mendeklarasikan pemerintahan sementara.

Sukamta memandang, permasalahan Papua yang berlarut-larut perlu ditangani dengan pendekatan yang komprehensif.

"Jangan anggap remeh perkembangan ini, kita tidak ingin Papua berakhir seperti Timor-Timur. Masih terus terjadi penembakan dan serangan kepada aparat dan masyarakat sipil, menunjukan situasi di Papua belum stabil. Penanganan terhadap masalah Papua yang selama ini dilakukan harus dikoreksi secara sistematis baik di tingkat pemerintah pusat ataupun di daerah," ujar Sukamta dalam keterangannya, Rabu (2/12/2020).

Menurut Sukamta, setidaknya masih ada empat akar permasalah yang hingga saat ini masih dijumpai di Papua. Hal itu ia sampaikan mengutip penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Di mana empat permasalahan tersebut di antaranya, diskriminasi dan rasialisme; pembangunan di Papua yang belum mengangkat kesejahteraan; pelanggaran HAM; serta soal status dan sejarah politik Papua.

"Otonomi khusus sudah berjalan hampir 20 tahun tetapi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua masih tertinggal dari daerah lain. Padahal sudah puluhan triliun anggaran disalurkan. Belum lama ini muncul pemberitaan soal perusahaan sawit yang mengelola puluhan ribu hektare lahan yang berdampak hilangnya hak ulayat warga Papua. Ini menunjukkan tanah Papua selama ini hanya jadi lahan eksploitasi, pembangunan belum tuntas memanusiakan manusia," papar Sukamta.

Karena itu, Sukamta meminta pemerintah segera menyatukan berbagai desk Papua di berbagai kementerian dalam satu koordinasi di bawah Presiden secara langsung.

Sehingga nantinya koordinasi penanganan Papua dapat dilakukan secara lebih komprehensif agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh rakyat Papua, bukan lagi hanya dirasakan segelintir orang yang menjadi pejabat atau pendatang.

"Saat ini yang masih menonjol pendekatan keamanan. Ini penting, tetapi soal kemanusiaan, pendidikan, kesehatan dan penumbuhan ekonomi rakyat juga tidak kalah penting. Pelibatan warga Papua dalam proses ini juga mutlak dilakukan. Saya yakin mayoritas warga Papua tetap ingin bersama NKRI. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah sungguh-sungguh mengatasi akar masalah yang ada, ini yang akan pengaruhi masa depan Papua," tandasnya.

baca juga

Diketahui, pembentukan pemerintahan sementara yang lepas dari Indonesia itu, diumumkan tepat pada perayaan hari lahirnya embrio negara Papua Barat, Selasa 1 Desember 2020.

ULMWP adalah koalisi dari berbagai faksi politik yang berjuang untuk kemerdekaan selama bertahun-tahun.

Menurut keterangan tertulis yang diterima ABC Indonesia dari ULMWP, pembentukan pemerintah sementara dalam penantian ini bertujuan untuk memobilisasi rakyat West Papua yang mencakup Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk mewujudkan referendum menuju kemerdekaan.

Pemerintah ini nantinya yang akan memegang kendali di Papua dan menyelenggarakan pemilu yang demokratis di sana.

Langkah pembentukan pemerintah sementara ini sekaligus merupakan penolakan langsung apa yang disebut ULMWP sebagai "usaha Jakarta untuk memperpanjang status otonomi khusus di Papua.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, membantah legitimasi Wenda dan langkah ULMWP untuk membentuk pemerintahan sementara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Papua Barat 'Merdeka', Benny Wenda Jadi Presiden

Papua Barat 'Merdeka', Benny Wenda Jadi Presiden

Banten | Rabu, 02 Desember 2020 | 09:29 WIB

Papua Barat Nyatakan Kemerdekaan, Netizen: Pindahkan Pangdam Jaya Ke Sana

Papua Barat Nyatakan Kemerdekaan, Netizen: Pindahkan Pangdam Jaya Ke Sana

Jawa Tengah | Rabu, 02 Desember 2020 | 08:52 WIB

Polisi Bantah Kepung Asrama Papua, Ketua RT: Cari Orang Asing

Polisi Bantah Kepung Asrama Papua, Ketua RT: Cari Orang Asing

Sulsel | Rabu, 02 Desember 2020 | 07:19 WIB

ULMWP Deklarasikan Pemerintahan Sementara, DPR: Papua Tetap NKRI

ULMWP Deklarasikan Pemerintahan Sementara, DPR: Papua Tetap NKRI

News | Selasa, 01 Desember 2020 | 21:42 WIB

Bantah Kepung Asrama Mahasiswa Papua di Ambon, Polisi: Hanya Berjaga-jaga

Bantah Kepung Asrama Mahasiswa Papua di Ambon, Polisi: Hanya Berjaga-jaga

News | Selasa, 01 Desember 2020 | 21:06 WIB

11 Tuntutan 1 Desember Rakyat Papua: Referendum hingga Cabut Omnibus Law!

11 Tuntutan 1 Desember Rakyat Papua: Referendum hingga Cabut Omnibus Law!

News | Selasa, 01 Desember 2020 | 20:52 WIB

Umumkan Republik Papua Barat, Benny Wenda Jadi Presiden Sementara

Umumkan Republik Papua Barat, Benny Wenda Jadi Presiden Sementara

News | Selasa, 01 Desember 2020 | 20:45 WIB

Terkini

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Video | Rabu, 30 September 2026 | 21:20 WIB

×