Apakah Ini Fenomena Bintang Terang yang Muncul Saat Yesus Lahir?

Siswanto, BBC

Sabtu, 19 Desember 2020 | 18:28 WIB
Apakah Ini Fenomena Bintang Terang yang Muncul Saat Yesus Lahir?
BBC

Suara.com - Planet Jupiter dan Saturnus akan berpapasan di langit malam, yang dengan mata telanjang akan tampak sebagai "planet ganda".

Fenomena luar angkasa ini memunculkan pandangan beberapa orang bahwa kejadian itu mungkin merupakan sumber cahaya terang di langit pada 2.000 tahun yang lalu.

Yang dikenal sebagai Bintang Betlehem - bintang terang yang muncul saat kelahiran Yesus,

Planet-planet itu bergerak semakin dekat setiap malam dan akan mencapai titik terdekatnya pada 21 Desember.

Para pengamat bintang di Inggris akan terus memantau pergerakan cuaca untuk menghindari kekecewaan karena tidak bisa melihat fenomena ini.

"Pada setiap malam yang cerah ada baiknya tetap mengambil kesempatan, karena cuacanya tidak bagus," kata Dr Carolin Crawford dari Institut Astronomi Universitas Cambridge kepada BBC.

Jika ada celah di kegelapan musim dingin, kedua planet tersebut akan muncul di langit barat daya, tepat di atas ufuk sesaat setelah matahari terbenam.

Apakah ini kembalinya Bintang Betlehem?

Beberapa astronom dan teolog berpikir demikian.

Seperti yang ditunjukkan oleh Prof Eric M Vanden Eykel, seorang profesor agama dari Ferrum College di Virginia, dalam sebuah artikel online. Menurutnya, waktu tersebut telah menimbulkan banyak spekulasi "apakah ini bisa menjadi peristiwa astronomi yang sama dengan bintang yang tertulis dalam Alkitab, yang mengarahkan tiga orang Majus kepada Yusuf, Maria dan Yesus yang baru lahir".

baca juga

Hal ini bukan hanya spekulasi modern terkait perayaan Natal. Teori bahwa konjungsi Jupiter dan Saturnus mungkin menjadi "Bintang Ajaib" diajukan pada awal abad ke-17 oleh Johannes Kepler, seorang astronom dan ahli matematika Jerman.

"2.000 tahun yang lalu, orang-orang jauh lebih sadar tentang apa yang terjadi di langit malam," kata Dr Crawford, "[jadi] bukan tidak mungkin bahwa Bintang Betlehem adalah kesejajaran planet seperti ini".

Seberapa langka kejadian alam ini?

Saat planet berpapasan dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, konjungsi tidak terlalu jarang, tetapi yang kali ini terjadi istimewa.

"Konjungsi adalah hal-hal hebat untuk dilihat - mereka cukup sering terjadi - tetapi [agar planet sedekat ini] cukup luar biasa," kata Prof Tim O'Brien, astrofisikawan dari Universitas Manchester, kepada BBC News.

Kedua planet - yang terbesar di Tata Surya dan beberapa obyek paling terang yang terlihat di langit malam - belum pernah sedekat ini satu sama lain di langit yang gelap selama 800 tahun.

"Planet-planet akan terbenam di barat daya, jadi Anda harus keluar dari sana segera setelah langit mulai gelap.

"Tak satu pun dari kita akan hidup dalam 400 tahun lagi, jadi perhatikan cuaca dan keluarlah jika ada kesempatan," kata Prof O'Brien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dimanakah Yesus Lahir? Berikut Jejak Kelahirannya

Dimanakah Yesus Lahir? Berikut Jejak Kelahirannya

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 14:08 WIB

Natal, Kapan Yesus Lahir dari POV Sains?

Natal, Kapan Yesus Lahir dari POV Sains?

Tekno | Kamis, 14 Desember 2023 | 17:12 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×