Mengenal Angka Dalam Bahasa Korea

Rifan Aditya

Sabtu, 09 Januari 2021 | 10:50 WIB
Mengenal Angka Dalam Bahasa Korea
Ilustrasi angka. [Shutterstock]

Suara.com - Untuk Anda yang tertarik dengan Drama Korea, bagaimana kalau kita kuasai juga bahasanya? Kita mulai dari mendalami angka dalam bahasa Korea. Bagi yang fokus mendalami Korea, pastinya perlu untuk mempelajari angka dalam bahasa Korea sebagai berikut:

1 = hana atau hah-nah

2 = dul atau dool

3 = set atau seht

4 = net atau neht

5 = dausut or dah suht

6 = yeosut atau yuh suht

7 = ilgup or eel gob

8 = yeodul or yuh duhl

baca juga

9 = ah-hope atau ah hob

10 = yuhl

Angka-angka dalam bahasa Korea tidak ditulis dalam huruf Latin. Angka bahasa Korea ditulis dalam bahasa hangul. Saat diterjemahkan ke dalam huruf Latin hasilnya bisa beda-beda. Hal itu terjadi karena angka dalam Bahasa Korea ditulis sesuai dengan cara bacanya.

Cara baca angka dalam Bahasa Korea angka 10 misalnya disebut dalam dua kata yang berbeda, Yeol atau Yol. Hal itu juga tergantung pada apa yang sedang dihitung.

Kebanyakan objek di Korea dihitung menggunakan sistem Korea kecuali uang. Jadi apapun barang yang mau dihitung, seperti buku, pensil, dan lain-lain memakai sistem ini. Pengecualian juga untuk penyebutan manusia. Sistem bahasa angka dalam Bahasa Korea biasanya digunakan untuk menghitung jumlah barang dari 1 sampai 60 dan juga untuk menghitung umur.

Nah, misalnya angka dalam Bahasa Korea khusus yang dipakai dalam penanggalan, nomor telepon, alamat rumah, dan untuk menjelaskan uang. Pemakaian angka yang dipakai dan cara menyebutnya ialah sebagai berikut:

1 disebut il

2 disebut i atau Yi

3 disebut Sam

4 disebut Sa

5 disebut O

6 disebut Yuk dengan huruf 'k' yang dibunyikan seperti menyebut kata 'masak' dalam bahasa Indonesia

7 disebut Chil

8 disebut Pal

9 disebut Gu

10 disebut Sib atau Sip

Sitem tersebut di aas digunakan juga untuk menjelaskan waktu, hari, bulan, tahun, menit, satuan ukuran panjang, luas, berat, dan volume.

Ada juga sistem khusus dalam bahasa Korea mengenai penyebutan angka O. Angka dalam bahasa Korea ini memiliki dua  cara untuk disebut. Kedua-duanya berasal dari Bahasa China. Berikut penjelasannya:

  • Untuk menjelaskan angka nol yang bisa 'dihilangkan' misalnya skor permainan, suhu, atau dalam pelajaran Matematika, Nol disebut Yeong atau Yong.
  • - Sedangkan untuk menyebut Nol untuk nomor telepon pakai gong.

Demikian informasi mengenai sistem angka dalam Bahasa Korea. Semoga tidak membingungan ya.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mudah! Begini Cara Belajar Bahasa Korea Dasar untuk Pemula

Mudah! Begini Cara Belajar Bahasa Korea Dasar untuk Pemula

Lifestyle | Sabtu, 09 Januari 2021 | 10:10 WIB

Belajar Bahasa Korea Lewat Drakor, Ini 60 Istilah Terpopuler

Belajar Bahasa Korea Lewat Drakor, Ini 60 Istilah Terpopuler

Lifestyle | Kamis, 07 Januari 2021 | 13:15 WIB

Catat! ini 6 Bahasa Asing yang Sulit untuk Dipejalari

Catat! ini 6 Bahasa Asing yang Sulit untuk Dipejalari

Lifestyle | Rabu, 06 Januari 2021 | 20:10 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×