alexametrics

Vaksinasi Dimulai Januari Ini, Pemerintah Siapkan 426 Juta Dosis

Farah Nabilla
Vaksinasi Dimulai Januari Ini, Pemerintah Siapkan 426 Juta Dosis
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan akan menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksinasi COVID-19, apabila sudah ada izin dari BPOM. [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

Keseluruhan vaksin itu akan dibagikan secara bertahap mulai Januari tahun ini. Rencananya, pemerintah akan melakukan vaksinasi sebanyak 5.817.000 dosis pada bulan ini.

Suara.com - Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan proses vaksinasi Covid019 mulai awal tahun 2021.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, pemerintah akan menyiapkan 426 juta vaksin pada tahun 2021 yang akan disuntikkan secara bertahap ke seluruh masyarakat Indonesia.

"Setiap bulan akan datang lagi pengiriman vaksin. Hingga akhir tahun ini, total yang akan kita terima kurang lebih 426 juta vaksin," jelas Jokowi saat mengisi perayaan HUT PDIP ke-48, Minggu (10/1/2021).

Keseluruhan vaksin itu akan dibagikan secara bertahap mulai Januari tahun ini. Rencananya, pemerintah akan melakukan vaksinasi sebanyak 5.817.000 dosis pada bulan ini.

Baca Juga: Jokowi: Kita Wajib Bersyukur Indonesia Mampu Menghadapi Pandemi Covid-19

Presentasi jumlah vaksin tersebut kemudian akan bertambah di bulan-bulan berikutnya hingga sesuai dengan target akhir program vaksinasi.

"Bulan Januari ini kita akan lakukan vaksinasi sebanyak 5.817.000 vaksin, bulan Februari 10 juta vaksin, bulan Maret 13,3 juta vaksin dan di April 20,4 juta vaksin yang akan kita kerjakan," Jokowi memaparkan.

Hingga kini, pemerintah masih menunggu izin terbit vaksin Sinovac dari BPOM.

"Kami masih menunggu keputusan BPOM, mungkin minggu depan segera terbit dan vaksinisasi segera kita mulai," jelas Jokowi.

Ia memaparkan bahwa Indonesia sudah menerima 3 juta dosis vaksin yang siap disuntikkan dalam kurun waktu terdekat.

Baca Juga: Minta Dokter dan Nakes Mau Disuntik Vaksin Sinovac, Ketua IDI: Jangan Ragu

Selain itu, Jokowi menambahkan bahwa minggu depan rencananya pemeritnah akan menerima 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku.

Komentar