- Islamic Cultural Center (ICC) Pejaten, Jakarta Selatan, bersiap menyambut Ramadan dengan kegiatan spiritual internal jemaah Syiah.
- Menjelang puasa, ICC mengadakan peringatan Nisfu Sya'ban dan memprioritaskan edukasi fikih puasa Ahlul Bait bagi jemaah.
- Kegiatan utama selama Ramadan meliputi tadarus harian, doa bersama, dan ditutup pembagian zakat fitrah Idul Fitri.
Suara.com - Gedung Islamic Cultural Center (ICC) yang berdiri kokoh di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, mulai bersiap menyambut kemeriahan bulan suci Ramadan.
Sebagai salah satu episentrum kegiatan komunitas Syiah terbesar di Indonesia, tempat ini bertransformasi menjadi pusat spiritual yang penuh dengan kekhidmatan.
Adnan, seorang penjaga di ICC Pejaten, mengungkapkan bahwa aktivitas di tempat tersebut sebenarnya memiliki kemiripan dengan jemaah pada umumnya.
"Ya sama saja sih kayak jemaah yang lain, kayak kajian-kajian gitu," ujar Adnan kepada Suara.com, Senin (16/2/2026) saat ditanya mengenai kegiatan menjelang Ramadan.
Menjelang puasa, suasana di sana kian semarak dengan peringatan Nisfu Sya'ban yang diisi dengan doa bersama serta pembacaan selawat.
Selain aspek spiritual, edukasi mengenai fikih puasa sesuai mazhab Ahlul Bait juga menjadi prioritas utama para jemaah.
Ketika hilal Ramadan telah tampak, rutinitas tadarus Al-Qur'an berjamaah atau muqabalah menjadi pemandangan harian setiap sore menjelang berbuka.
"Kalau yang rutin, paling tadarusan," kata Adnan menjelaskan agenda wajib selama bulan suci.
Intensitas kegiatan doa bersama biasanya akan mengalami peningkatan signifikan saat kalender mulai mendekati hari raya Idul Fitri.
Baca Juga: 25 Contoh Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H
Puncak kekhusyukan jemaah biasanya terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.
"Paling mulai seringnya pas mau mendekati hari raya. Kalau pas hari-hari awal Ramadan, ya masih kayak biasa aja," tutur Adnan.
Meskipun aktivitas tersebut mengundang rasa penasaran, Adnan menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan memang dikhususkan bagi internal jemaah mereka sendiri.
"Khusus jemaah sini, nggak buat umum," tegas pria yang berjaga di pusat kebudayaan tersebut.
Rangkaian ibadah panjang ini ditutup dengan pembagian zakat fitrah bagi warga sekitar dan pelaksanaan salat Idul Fitri yang penuh sukacita.