Inggris Berkomitmen Bakal Bantu Negara Lain Lacak Varian Baru Corona

Erick Tanjung

Selasa, 26 Januari 2021 | 11:10 WIB
Inggris Berkomitmen Bakal Bantu Negara Lain Lacak Varian Baru Corona
ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca yang mengandung sel molekul Coronavirus, strain virus UK baru, perubahan mutasi RNA COVID-19. ANTARA/Shutterstock/pri.

Suara.com - Inggris akan membagikan kemampuan pengurutan genomnya dengan negara lain untuk membantu lebih cepat mengidentifikasi varian baru virus corona di tempat-tempat dengan kemampuan yang kurang untuk melakukan pengurutan genom. Varian baru dari virus corona tersebut telah membuat khawatir para ilmuwan.

Perdana Menteri Boris Johnson telah memperingatkan prospek varian "penghilang vaksin" yang berarti tindakan penguncian diperlukan lebih lama dan pemberlakuan pembatasan perjalanan baru.

Inggris telah melakukan lebih dari setengah urutan genom SARS-CoV-2 yang dikirimkan ke database global, dan akan meluncurkan Platform Penilaian Varian Baru yang dapat digunakan untuk varian corona dan juga pandemi di masa depan.

"Platform Penilaian Varian Baru kami akan membantu lebih memahami virus ini dan bagaimana penyebarannya. Dan juga akan meningkatkan kapasitas global untuk memahami virus corona, jadi kami lebih siap untuk apa pun di masa depan," kata Menteri Kesehatan Matt Hancock dalam pidatonya di Chatham House, Selasa (26/1/2021)

Tiga varian utama menjadi perhatian yang diidentifikasi sejauh ini ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil. Ketiga varian tersebut dianggap lebih dapat ditularkan.

Varian yang ditemukan di Inggris juga dapat dikaitkan dengan kematian yang lebih tinggi, meskipun bukti yang ada tidak pasti.

Ilmuwan juga telah menyoroti kekhawatiran khusus bahwa vaksin mungkin tidak bekerja dengan baik terhadap varian yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brazil.

Moderna mengatakan pada Senin bahwa pihaknya yakin vaksin Covid-19 melindungi terhadap varian Inggris dan Afrika Selatan. Meskipun akan menguji suntikan penguat baru yang ditujukan untuk varian Afrika Selatan setelah menyimpulkan respons antibodi dapat dikurangi.

Menteri kesehatan Inggris mengatakan mereka yakin vaksin Pfizer dan AstraZeneca yang diluncurkan di negara itu bekerja melawan varian Inggris. (Antara/Reuters)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli: Varian Baru  Virus Corona dari Afrika 50 Persen Lebih Mudah Menular

Ahli: Varian Baru Virus Corona dari Afrika 50 Persen Lebih Mudah Menular

Health | Selasa, 19 Januari 2021 | 07:07 WIB

Videografis: Jenis Varian Baru Virus Corona

Videografis: Jenis Varian Baru Virus Corona

Video | Selasa, 19 Januari 2021 | 13:25 WIB

Varian Baru Corona, DPR Desak Pemerintah Aktif Lakukan Pencegahan

Varian Baru Corona, DPR Desak Pemerintah Aktif Lakukan Pencegahan

Jatim | Selasa, 29 Desember 2020 | 15:42 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×