Misi CaSSIS: Foto-foto yang Ungkap Kawah dan Ngarai Mars dari Jarak Dekat

Siswanto, BBC

Sabtu, 13 Februari 2021 | 13:15 WIB
Misi CaSSIS: Foto-foto yang Ungkap Kawah dan Ngarai Mars dari Jarak Dekat
BBC

Suara.com - Saat ini adalah momen yang sibuk bagi planet Mars.

Bulan ini, planet merah ini memasuki tahun baru, yang dikenal dengan Tahun 36 dan belum lama ini orbitnya ke Matahari berdekatan dengan orbit Bumi.

Jarak antara Bumi dan Mars terus berubah karena perbedaan kecepatan mengitari Matahari. Maka dari itu, waktu peluncuran misi yang optimal hanya sekali setiap 26 bulan, ketika kedua planet saling berdekatan.

Banyak yang mengantisipasi pendaratan rover Perseverance milik NASA - kendaraan paling canggih yang pernah dikirim untuk mendarat di Mars - pada 18 Februari.

Bagaimanapun, planet merah telah diamati dengan cermat.

Sejak diluncurkan pada tahun 2016, instrumen bernama Color and Stereo Surface Imaging System (CaSSIS) telah digunakan untuk menambah pengetahuan para ilmuwan tentang permukaan planet Mars.

Instrumen kamera CaSSIS saat ini sedang melakukan perjalanan dengan ExoMars Trace Gas Orbiter (TGO) milik Badan Antariksa Eropa (ESA), yang mempelajari metana dan gas langka lainnya di atmosfer Mars.

Tujuan teknis dari misi CaSSIS adalah mencari lokasi pendaratan potensial untuk misi masa depan - salah satunya adalah misi Exomars yang akan diluncurkan pada tahun 2022.

Namun, sebagai bagian dari kegiatan ilmiahnya, CaSSIS juga mengamati berbagai mineral, ngarai, kawah, dan fitur geologi lainnya di permukaan planet.

baca juga

Gambar-gambar, yang telah dipublikasikan di Instagram, juga menunjukkan endapan embun beku dan badai debu.


Profesor Nicolas Thomas, dari Oswestry di Shropshire, adalah ilmuwan yang membangun instrumen resolusi tinggi dan memimpin proyek di Universitas Bern, Swiss, yang kini telah mengambil lebih dari 20.000 gambar Mars.

"Ada beberapa hal yang kami telah ketahui, tapi ada banyak lagi informasi yang kita dapatkan dengan menggunakan CaSSIS.

"Kemampuan CaSSIS untuk melihat lapisan sedimen di beberapa daerah sangat menarik," katanya kepada BBC News.

"Hal lain yang saya sukai adalah kami telah melihat banyak jejak debu yang luar biasa di permukaan Mars.

"Ini menonjol dengan cara yang tidak pernah dilakukan saat kami menggunakan instrumen lain."

Selama beberapa bulan terakhir, CaSSIS telah mengambil gambar hingga 300 gambar per minggu.

Instrumen tersebut memiliki kemampuan warna yang kuat sehingga tim menggabungkan temuannya dengan sistem pencitraan resolusi ultra-tinggi NASA, HiRISE, yang terbang di Mars Reconnaissance Orbiter.

"Saat ini kami bekerja sama dalam banyak hal di bidang ilmiah," kata Prof Thomas.

Area di Mars yang telah difoto oleh CaSSIS adalah wilayah dekat Sisyphi Tholus, tempat endapan embun beku telah didokumentasikan sebelumnya.

Di lintang tinggi, es karbon dioksida dan embun beku berkembang, yang dapat dilihat ada retakan di medan.


Bagaimana cara kerja CaSSIS?

Tim memilih target tertentu dari database sebelum menangkap gambarnya.

CaSSIS terbang di atas permukaan dengan kecepatan sekitar 3 km/detik, jadi gambar harus diambil dengan sangat cepat. Waktu pencahayaan untuk gambar hanya 1,5 md.

"Kami mendapatkan sekitar 4,5 m per piksel di permukaan dari jarak sekitar 400 km - jadi ini sedikit seperti melihat bus di London dari Liverpool," jelas Prof Thomas.

Kamera menggunakan citra warna palsu untuk memperkaya temuannya.

Warnanya berbeda dari yang terlihat di mata manusia, tetapi ini membantu tim CaSSIS mencari mineral berbeda yang memantulkan sinar matahari dalam warna berbeda.

"Kami ingin CaSSIS melakukan kegiatan sains, jadi kami memutuskan untuk tidak memasukkan warna merah, hijau, dan biru sederhana ke dalam sistem kamera, tetapi mengoptimalkan warna untuk menambah pengetahuan sains," tambah Thomas.


Salah satu situs yang telah dilihat tim CaSSIS adalah Kawah Jezero.

Di sinilah rover Perseverance NASA akan mendarat minggu depan sebelum mulai mencari bukti kehidupan masa lalu di planet ini.

Thomas mengatakan tim biasanya memiliki empat hingga enam kesempatan per tahun untuk mengambil gambar situs seperti Jezero.

Lima hari setelah jadwal pendaratan Perseverance, CaSSIS berharap untuk mengambil gambar parasut dan pelindung panasnya yang dibuang selama pendaratan.

"Kami sudah mendapat izin, jadi jika berhasil mendarat di permukaan maka semuanya baik-baik saja dan kami harus melihat pelindung panasnya.

"Namun, jika jatuh terbalik atau [mendarat] di tempat yang salah, maka kami akan membantu mencarinya," tambah Thomas.

Kamera tersebut akan terus mengorbit dan dijadwalkan membantu misi ExoMars pada tahun 2022.

Thomas berharap misi CaSSIS bakal berlangsung setidaknya sampai 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar Saling Memahami dari Buku Men Are from Mars, Women Are from Venus

Belajar Saling Memahami dari Buku Men Are from Mars, Women Are from Venus

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:25 WIB

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:43 WIB

Geger Jejak Misterius di Mars, NASA Temukan Struktur Aneh seperti Sisik Hewan

Geger Jejak Misterius di Mars, NASA Temukan Struktur Aneh seperti Sisik Hewan

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:00 WIB

Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars

Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 14:00 WIB

Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop

Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop

Entertainment | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:37 WIB

3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan

3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:00 WIB

Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat

Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 14:00 WIB

6 Film Berlatar Mars yang Wajib Kamu Tonton, Terbaru Ada Pelangi di Mars!

6 Film Berlatar Mars yang Wajib Kamu Tonton, Terbaru Ada Pelangi di Mars!

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Pelangi di Mars, Ketika Film Anak Gagal Memahami Anak

Pelangi di Mars, Ketika Film Anak Gagal Memahami Anak

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 13:15 WIB

Pelangi di Mars Diserang Isu AI hingga Buzzer, PH Beri Klarifikasi Panjang

Pelangi di Mars Diserang Isu AI hingga Buzzer, PH Beri Klarifikasi Panjang

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Terkini

Skandal Izin Hutan Kuansing, Pukat UGM Minta KPK Telusuri Dugaan Suap hingga Kementerian

Skandal Izin Hutan Kuansing, Pukat UGM Minta KPK Telusuri Dugaan Suap hingga Kementerian

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:02 WIB

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:27 WIB

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:11 WIB

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:48 WIB

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

×