Remaja Myanmar yang Ditembak Mati Saat Demo Dimakamkan Hari Ini

Siswanto

Kamis, 04 Maret 2021 | 19:43 WIB
Remaja Myanmar yang Ditembak Mati Saat Demo Dimakamkan Hari Ini
Sejumlah orang menghadiri proses pemakaman Kyal Sin (19) alias Angel, seorang pengunjuk rasa yang tewas tertembak oleh pihak militer saat berunjuk rasa menentang kudeta militer di Mandalay, Myanmar, Kamis (4/3/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/wsj.

Suara.com - Jenazah Kyal Sin, remaja Myanmar yang ditembak mati saat berunjuk rasa menentang pemerintahan militer, dimakamkan pada Kamis (4/3/20210.

Remaja berusia 19 tahun itu ditembak di bagian kepala hingga tewas di tengah unjuk rasa di Kota Mandalay pada Rabu (3/3), saat memakai kaus bertuliskan "Semua akan baik-baik saja."

Ratusan pelayat, banyak dari mereka yang masih muda seperti dia, melewati peti matinya yang terbuka dan menyanyikan lagu-lagu protes, memberi hormat tiga jari untuk menentang dan meneriakkan slogan-slogan menentang kudeta militer yang telah menjerumuskan negara ke dalam kekacauan.

Kyal Sin adalah satu dari 38 orang yang tewas pada Rabu, menurut penghitungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seorang juru bicara junta tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari pembunuhan tersebut.

Sai Tun (32) yang menghadiri pemakaman, mengatakan dia tidak bisa menerima apa yang terjadi pada Kyal Sin.

"Kami merasa sangat marah atas perilaku tidak manusiawi mereka dan pada saat yang sama sangat sedih," kata dia kepada Reuters melalui telepon.

"Kami akan melawan kediktatoran sampai akhir. Kami harus menang."

Terlepas dari slogan di bajunya, Kyal Sin menyadari risikonya saat dia pergi berunjuk rasa. Dia berdemonstrasi sambil mengenakan kartu penanda berisi golongan darahnya, nomor kontak, serta permintaan untuk menyumbangkan tubuhnya jika dia meninggal.

Ungkapan di kaus itu dengan cepat menjadi viral di media sosial di antara para penentang kudeta.

baca juga

Lebih dari 50 orang sejauh ini telah terbunuh saat militer berjuang untuk memaksakan otoritasnya, khususnya terhadap generasi Myanmar yang telah tumbuh dalam beberapa tahun terakhir di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh pelopor demokrasi Aung San Suu Kyi.

Militer, yang memerintah selama hampir 50 tahun hingga mulai mundur dari politik satu dekade lalu, mengatakan pemilu yang dimenangkan Suu Kyi secara mutlak pada November tahun lalu diwarnai kecurangan. Komisi pemilihan setempat menolak tudingan kecurangan itu.

Di pusat Kota Monywa, keluarga dan teman-teman berduka atas kematian penyair muda TZ Win, yang juga terbunuh pada Rabu.

Sehari sebelum dia terbunuh, dia mengunggah puisi di Facebook dengan kalimat "Semakin keras nyanyian pemuda, semakin seluruh dunia akan dibersihkan".

Sumber: Reuters/Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×