Berakhir Tragis! Inong Mati usai Terjebak di Kubangan Lumpur

Jum'at, 05 Maret 2021 | 12:20 WIB
Berakhir Tragis! Inong Mati usai Terjebak di Kubangan Lumpur
Dokter hewan memasang cairan infus dan mengobati luka bagian tubuh bayi gajah saat perawatan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (15/2/2021). Bayi gajah betina berumur sekitar tiga minggu dengan berat badan mencapai 85 kilogram tersebut, berhasil dievakuasi Tim BKSDA Aceh bersama warga dari kubangan lumpur di salah kawasan hutan kabupaten Pidie itu, kondisinya saat ini mulai berangsur membaik setelah mendapat perawatan intensif. ANTARA FOTO/Ampelsa.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan bayi gajah Sumatra (elephas maximus sumatramus) yang terjebak lumpur beberapa waktu lalu akhirnya mati setelah menjalani perawatan intensif di Pusat Konservasi Gajah (PKG) di Kabupaten Aceh Besar.

Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto di Banda Aceh, Jumat, mengatakan bayi gajah betina tersebut sebelumnya sempat membaik, namun kembali memburuk beberapa hari terakhir hingga akhirnya mati.

"Kematian bayi gajah betina itu terjadi pada Rabu (3/3) pukul 06.00 WIB. Bayi gajah yang diberi nama Inong itu sedang dalam perawatan intensif. Kondisi satwa tersebut kembali menurun sejak tanggal 1-2 Maret lalu," kata Agus Arianto.

Hasil nekropsi atau bedah bangkai oleh tim medis BKSDA Aceh, kata Agus Arianto, ditemukan organ jantung mengeras di bagian otot, dinding atrium kiri menebal, sehingga menyebabkan penyempitan yang mengakibatkan kesulitan memompa darah.

"Kemudian gangguan sistem pencernaan ditemukan hemoragi pada penggantung usus, serta ditemukan abnormalitas pada tulang kaki dan persendian kaki depan karena dislokasi," kata Agus Arianto.

Sebelumnya, BKSDA Aceh bekerja sama dengan mitra mengevakuasi satu individu bayi gajah Sumatera yang terjebak di kubangan lumpur di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Agus mengatakan evakuasi dilakukan setelah masyarakat mengeluarkan bayi gajah tersebut dari kubangan lumpur di Desa Panton Bunot.

"Bayi gajah tersebut diperkirakan terjebak di kubangan lumpur sudah berhari-hari. Kemudian, masyarakat berhasil mengeluarkannya dari kubangan dan menginformasikannya kepada kami," kata Agus Arianto.

Dari informasi tersebut, kata Agus, BKSDA menurunkan tim terdiri dari dokter hewan, Pusat Kajian Satwa Liar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree, Aceh Besar.

Baca Juga: Bayi Gajah Jalani Perawatan Usai Terjebak Dalam Lumpur

"Kondisi bayi gajah saat penanganan tim sangat lemah dan kritis. Bayi gajah tersebut berkelamin betina, usia diperkirakan sekitar tiga minggu dengan berat sekitar 85 kilogram," kata Agus.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI