Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

M Nurhadi

Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
E-3 Sentry Airborne Warning and Control System (AWACS) (U.S. Air Force photo by Senior Airman Roslyn Ward)
baca 10 detik
  • Iran menyerang Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada Jumat (27/3/2026), melukai personel militer Amerika Serikat.
  • Serangan tersebut merusak aset strategis AS berupa pesawat peringatan dini E-3 Sentry dan pesawat tanker KC-135.
  • Akurasi serangan menunjukkan Iran kemungkinan besar memiliki akses intelijen berkualitas mengenai pola operasional di pangkalan tersebut.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang mengkhawatirkan setelah serangan udara Iran menghantam Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada Jumat dini hari (27/3/2026).

Serangan yang berjarak sekitar 60 mil di selatan Riyadh ini dilaporkan menggunakan kombinasi rudal balistik presisi dan sejumlah drone serbu, yang mengakibatkan kerusakan parah pada aset strategis Amerika Serikat.

Laporan The Jerusalem Post mengonfirmasi bahwa serangan tersebut melukai 10 hingga 12 personel militer AS, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Pangkalan ini merupakan lokasi operasional utama bagi Angkatan Udara AS (USAF) selama berlangsungnya Operasi Epic Fury.

Insiden ini menambah panjang daftar korban, setelah sebelumnya satu tentara AS tewas dalam serangan rudal di pangkalan yang sama pada awal Maret.

Kerugian Strategis: Hancurnya E-3 Sentry dan Tanker KC-135

Bukti satelit dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan jejak kehancuran yang nyata.

Sementara, dikutip via Air & Spaces Force Mgz, dua foto memperlihatkan bagian belakang badan pesawat E-3 Sentry AWACS yang hangus terbakar dengan kubah radar (radar dome) yang hancur total di atas landasan.

Selain AWACS, serangan tersebut juga merusak beberapa pesawat tanker KC-135 Stratotanker. Kehilangan aset-aset ini merupakan pukulan telak bagi militer AS, karena KC-135 adalah tulang punggung pengisian bahan bakar di udara yang memungkinkan operasi jarak jauh jet tempur AS dan Israel dan E-3 Sentry adalah platform komando dan kendali paling vital yang mampu mendeteksi ancaman dalam radius 250 mil secara 360 derajat.

baca juga

Kehilangan satu unit E-3 Sentry memiliki konsekuensi strategis yang jauh lebih besar daripada sekadar hancurnya satu kerangka pesawat.

Pesawat ini berfungsi sebagai pos komando terbang yang menghubungkan jet tempur, pengebom, dan komandan darat ke dalam satu gambaran operasional terpadu.

Heather Penney, mantan pilot F-16 dan Direktur Riset di Mitchell Institute for Aerospace Studies, memberikan perumpamaan yang kuat mengenai peran krusial pesawat ini.

"Nilai dari E-3 dan para pengelola pertempuran di dalamnya adalah mereka melihat gambaran besar. Mereka adalah pemain catur, sementara pilot jet tempur adalah bidak-bidaknya," ungkapnya kepada majalah Air and Space Forces.

Tanpa E-3 Sentry, kemampuan koalisi untuk mengelola ruang udara, merespons peluncuran rudal Iran, dan menyinkronkan paket serangan kompleks akan sangat terdegradasi.

Indikasi Keunggulan Intelijen Iran

Akurasi serangan ini memicu kekhawatiran serius di kalangan analis militer. Iran tidak sekadar menghantam area pangkalan secara acak, melainkan menargetkan aset-aset bernilai tinggi yang diparkir di lokasi spesifik.

Muncul dugaan kuat bahwa Iran menerima dukungan intelijen eksternal dari sekutu global seperti China dan Rusia untuk mendapatkan kapabilitas pengawasan canggih.

Akurasi serangan ini menunjukkan bahwa Iran memiliki akses ke informasi intelijen berkualitas tinggi dan tepat waktu mengenai pola operasional di pangkalan tersebut, yang juga menampung jet tempur canggih seperti F-35A Lightning dan F-15E Strike Eagle.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:53 WIB

Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun

Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:18 WIB

Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel

Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:54 WIB

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:31 WIB

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:02 WIB

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 20:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:10 WIB

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:25 WIB

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:40 WIB

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:30 WIB

×