alexametrics

Maruf: Umat Islam Harus Jadi Moderat Dalam Segala Hal

Siswanto | Ummi Hadyah Saleh
Maruf: Umat Islam Harus Jadi Moderat Dalam Segala Hal
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin [Biro Pers Istana]

Keberagaman masyarakat juga terjadi pada zaman Rasulullah SAW menghadapi etnis dan agama yang berbeda-beda, kata Maruf.

Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama. Dia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sikap moderat, saling menghormati, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan sosial maupun kehidupan beragama.

"Umat Islam harus menjadi umat yang moderat (wasathy) dalam segala hal, baik cara berpikir, bersikap, maupun bertindak, baik dalam hal ibadah maupun muamalah," kata Maruf ketika memberikan sambutan pada peringatan Isra Mikraj, Kamis (11/3/2021).

Keberagaman masyarakat juga terjadi pada zaman Rasulullah SAW menghadapi etnis dan agama yang berbeda-beda, kata Maruf.

"Kondisi umat yang dihadapi Rasulullah SAW sangat beragam, baik dari aspek agama maupun etnis. Oleh karena itu, diperlukan sikap kepemimpinan yang penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan keadilan, namun tetap teguh dalam menyampaikan misi dakwahnya," kata Maruf.

Baca Juga: Gerakan Satu Juta Sajadah Pelindung Covid-19

Dia mengatakan sikap moderat dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena sangat dibutuhkan bagi bangsa Indonesia yang majemuk dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

"Dalam konteks berbangsa dan bernegara sikap moderat ini sangat relevan dan harus dijadikan pedoman karena bangsa kita adalah bangsa yang majemuk," kata Maruf.

Maruf menyetujui penerapan prinsip menjaga persaudaraan bangsa dan persaudaraan kemanusiaan yang dilakukan oleh para ulama untuk menjaga persatuan bangsa.

Sangat penting apa yang dibuat oleh para ulama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara mengembangkan prinsip ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), di samping ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), kata Maruf.

Maruf menuturkan peristiwa Isra Mikraj merupakan peristiwa penting bagi umat Islam yang merupakan perjalanan spiritual bagi Nabi Muhammad SAW dalam membuktikan kekuasaan Allah SWT.

Baca Juga: Maruf Amin Resmikan Gerakan Satu Juta Sajadah Pelindung Covid-19

"Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin besar yang ditugasi untuk melakukan perbaikan di segala bidang bagi seluruh umat manusia dengan berbagai latar belakang, memerlukan pengetahuan dan wawasan yang luas. Dengan perjalanan Isra dan Mikraj itu Nabi Muhammad SAW memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan tentang kekuasaan Allah SWT," kata dia.

Maruf mengajak masyarakat untuk bahu membahu dan bergotong royong guna mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Maruf juga mengajak masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan sebagai wujud ikhtiar dengan seraya memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.

"Marilah kita tetap melakukan ikhtiar bersama untuk menghilangkan pandemi ini melalui vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Saya juga mengajak semua masyarakat untuk tetap mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan," kata Maruf.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan semangat Isra Mikraj yang memiliki nilai moderasi beragama, senada dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila, sehingga sangat tepat apabila diterapkan untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

"Beberapa spirit Isra Mikraj seperti keseimbangan, keberkahan, musyawarah, dan persatuan, tidak lain adalah spirit yang dibutuhkan untuk negara ini. Seyogyanya spirit tersebut dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai landasan membangun kehidupan harmonis di tengah-tengah keragaman latar belakang, suku, dan agama untuk sampai pada cita-cita luhur kita, yakni bangsa yang utuh yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila,” kata Yaqut. 

Komentar