Pengamat Politik Sebut Ganjar Pranowo Tak Miliki Peluang Jadi Capres 2024

Chandra Iswinarno

Sabtu, 13 Maret 2021 | 19:41 WIB
Pengamat Politik Sebut Ganjar Pranowo Tak Miliki Peluang Jadi Capres 2024
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. [Dok Humas Pemprov Jateng]

Suara.com - Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) masih akan digelar tiga tahun lagi, namun beberapa nama calon presiden yang akan menggantikan Joko Widodo pada 2024 mulai ramai diperbincangkan. Dalam sejumlah survei yang dilakukan, muncul nama Prabowo Subianto yang kini menjabat Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra pun Ganjar Pranowo yang menjabat Gubernur jawa Tengah saat ini.

Meski begitu, pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung Haris Hijrah Wicaksana menyatakan, Ganjar Pranowo belum memiliki kans besar untuk dicalonkan menjadi Presiden RI pada Pilpres 2024 mendatang.

"Kami memprediksi Prabowo Subianto lebih unggul untuk menjadi presiden dibandingkan kandidat lainnya," kata Ketua STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Haris Hijrah Wicaksana seperti dilansir Antara di Lebak.

Menurutnya, keunggulan Prabowo, Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu, karena saat ini berdasarkan data Lembaga Survei Indonesia (LSI) rating Prabowo Subianto tertinggi.

Selanjutnya, kata dia, saingan lainnya adalah Ganjar Pranowo, Anis Baswedan, dan Ridwan Kamil. Selain itu, katanya lagi, ditambah kinerja Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) cukup baik dalam melaksanakan tugasnya.

Dia mengemukakan, kelebihan Prabowo berdasarkan survei LSI hanya bisa ditandingi Jokowi pada Pilpres 2019. Prabowo Subianto jika bersaing dengan Jokowi tiga sampai empat kali tentu akan selalu kalah Prabowo. Karena itu, jika suara Jokowi dihilangkan, dipastikan elektabilitas Prabowo bakal naik.

"Jika rating Prabowo Subianto tinggi dipertahankan sesuai hasil survei LSI itu, maka sangat terbuka untuk menjadi presiden pada Pilpres 2024," katanya menegaskan.

Menurutnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemungkinan besar tidak dilirik sebagai kandidat presiden oleh PDI Perjuangan, sebab PDIP ingin mengembalikan trah Soekarno karena sebelumnya tidak ada figur yang dijagokan untuk menjadi presiden. Dengan demikian, kata dia, dua periode PDI Perjuangan tetap memajukan figur Jokowi menjadi presiden.

Sedangkan, tiga calon kuat presiden, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemungkinan akan dilirik oleh PKS, NasDem, PPP, dan PKB.

baca juga

Menurutnya, Ridwan Kamil belum bisa dijagokan untuk calon RI satu, dan lebih cocok sebagai calon wakil presiden, sebab garapan Ridwan Kamil adalah suara kaum milenial dan bukan suara tradisional, seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Adapun, partai politik yang unggul pada Pemilu 2024, menurutnya, diperkirakan tetap PDIP, Gerindra, dan Golkar serta kemudian PPP, PKB, NasDem, juga PKS. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Disebut Berpeluang Besar di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Prabowo Disebut Berpeluang Besar di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Sumbar | Sabtu, 13 Maret 2021 | 12:53 WIB

Pengamat Ini Sebut Ganjar Pranowo Tak Dilirik PDI Perjungan Jadi Capres

Pengamat Ini Sebut Ganjar Pranowo Tak Dilirik PDI Perjungan Jadi Capres

Jawa Tengah | Sabtu, 13 Maret 2021 | 12:39 WIB

Kocak! Ditolak Bu Susi Gegara Ubanan, Ganjar: Sobat Brondong Prospek Nih

Kocak! Ditolak Bu Susi Gegara Ubanan, Ganjar: Sobat Brondong Prospek Nih

Hits | Sabtu, 13 Maret 2021 | 10:29 WIB

Terkini

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:05 WIB

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

5 Zodiak Paling Pintar Cari Uang bak Magnet Rezeki, Keuangan Selalu Hoki

5 Zodiak Paling Pintar Cari Uang bak Magnet Rezeki, Keuangan Selalu Hoki

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Timnas ke Final, Pemprov Jateng Pastikan Nobar Berlanjut hingga Laga Puncak

Timnas ke Final, Pemprov Jateng Pastikan Nobar Berlanjut hingga Laga Puncak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

×