Hari Hutan Sedunia 21 Maret, Simak Sejarah dan Makna Peringatannya

Farah Nabilla

Jum'at, 19 Maret 2021 | 11:50 WIB
Hari Hutan Sedunia 21 Maret, Simak Sejarah dan Makna Peringatannya
Ilustrasi Hari Hutan Sedunia. Foto menunjukkan hutan adat Desa Guguk yang dijaga dan dikelola masyarakat secara baik. FOTO ANTARA/HO/Warsi

Suara.com - Bagi sebagian orang mungkin memperingati Hari Hutan Sedunia adalah hal yang asing, hal itu dikarenakan Hari Hutan Sedunia baru diresmikan beberapa tahun belakangan ini.

Hari Hutan Sedunia adalah hari yang diadakan dengan tujuan untuk saling berbagi visi dan misi mengenai hal yang berkaitan dengan hutan dan pohon, perubahan iklim, dan strategi yang harus dilakukan.

Hari Hutan Sedunia diperingati pada tanggal 21 Maret ini. Berikut adalah informasi lengkap soal Hari Hutan Sedunia.

Sejarah Hari Hutan Sedunia

International Day of Forest atau Hari Hutan Sedunia ditetapkan oleh PBB dalam resolusi PBB 67/200 pada 21 Desember 2012, secara singkat penjelasan dari PBB mengenai tujuan memperingati Hari Hutan Sedunia adalah untuk menyadarkan seluruh masyarakat bahwa pentingnya menjaga kelestarian hutan bagi keberlangsungan seluruh makhluk hidup di bumi.

Mulanya hari ini diperingati sebagai World Forestry Day pada tahun 1971, yang mengusulkan ide ini adalah Konferensi Organisasi Pangan dan Pertanian yang ke-16 yang jatuh setiap tanggal 21 Maret.

Berikut adalah daftar perayaan World Forest Day yang sudah pernah diselenggarakan sebelumnya:

  1. Bali, Indonesia (2007)
  2. Poznan, Polandia (2008)
  3. Copenhagen, Denmark (2009)
  4. Cancun, Meksiko (2010)
  5. Doha, Qatar (2012)

Qatar menjadi kota terkahir perayaan tersebut sebelum akhirnya berganti nama dengan International Day of Forest dimana peringatan ini dirayakan di seluruh dunia dengan tema yang berbeda pada setiap tahunnya.

Yang menjadi pemicu lahirnya peringatan Hari Hutan Sedunia adalah karena faktanya dalam setiap tahun kita kehilangan 13 hektar hutan, jika hutan hilang maka akan secara otomatis segala jenis mahkluk hidup yang tinggal di hutan akan musnah pula.

baca juga

Menurut beberapa catatan dampak dari penggundulan hutan atau deforestasi mengakibatkan tidak terserapnya 12-18% emisi karbon yang ada di sekitar kita.

Tujuan Hari Hutan Sedunia

Peringatan Hari Hutan Sedunia diadakan dengan tujuan agar kita semakin sadar dan peduli tentang betapa pentingnya hutan bagi kehidupan setiap makhluk hidup yang tinggal di bumi kita ini.

Ada berbagai ekosistem yang tinggal di dalam hutan, jika hutan terus dihabisi maka akan banyak kerugian yang kita rasakan, pasalnya bukan hanya kita yang membutuhkan hutan tetapi juga para generasi penerus kita.

Selain itu dengan semakin banyaknya hutan yang hilang menyebabkan perubahan iklim yang akan berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari, contohnya pemanasan global

Pada tanggal 21 Maret pada setiap tahunnya negara-negara didorong untuk melakukan upaya berskala lokal, nasional maupun internasional untuk membuat acara yang masih bersinggungan dengan hutan dan pohon.

Contohnya yang terjadi di Indonesia para aktivis lingkungan merayakan Hari Hutan Sedunia dengan berbagai macam acara. Pada tahun 2020 contohnya negara kita memperingati Hari Hutan Sedunia dengan tema ‘Hutan dan Keanekaragaman Hayati’ dan acara yang berlangsung berupa kampanye penanaman pohon dan edukasi terkait hutan, pohon dan segala ekosistem di dalamnya.

Kegunaan Hutan Bagi Kehidupan

Berikut adalah alasan mengapa hutan perlu kita lestarikan:

  1. Hutan adalah penyedia oksigen terbesar di bumi ini
  2. Menyediakan segala sumber obat-obatan alami yang tidak banyak memiliki efek samping
  3. Sebagai penampung air secara alami
  4. Menahan angin
  5. Pendingin alami suhu di permukaan bumi
  6. Rumah bagi seluruh makhluk hidup di bumi
  7. Penyeimbang Iklim

Itulah ulasan lengkap soal Hari Hutan Sedunia, yuk kita jaga bumi kita dengan melestarikan paru-paru dunia ini.

Kontributor : Dhea Alif Fatikha

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hingga Maret, Sudah 657 Hektare Lebih Lahan Terbakar di Riau

Hingga Maret, Sudah 657 Hektare Lebih Lahan Terbakar di Riau

Riau | Rabu, 17 Maret 2021 | 09:19 WIB

Cerita Pemadaman Karhutla di Bengkalis, Harus Jalan Kaki 2 Jam ke Titik Api

Cerita Pemadaman Karhutla di Bengkalis, Harus Jalan Kaki 2 Jam ke Titik Api

Riau | Selasa, 16 Maret 2021 | 12:41 WIB

Kebakaran Hutan di Meranti, Tim Gabungan Begadang Semalaman Jaga Api Padam

Kebakaran Hutan di Meranti, Tim Gabungan Begadang Semalaman Jaga Api Padam

Batam | Selasa, 16 Maret 2021 | 07:20 WIB

Cerita Lansia 60 Tahun, Tujuh Hari Hilang di Hutan Tamboli

Cerita Lansia 60 Tahun, Tujuh Hari Hilang di Hutan Tamboli

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 07:03 WIB

Surat Terakhir SP Sebelum Gantung Diri di Hutan Kota: Bapak yang Salah

Surat Terakhir SP Sebelum Gantung Diri di Hutan Kota: Bapak yang Salah

Jakarta | Senin, 15 Maret 2021 | 13:34 WIB

Badan Usaha Milik Desa Akan Kelola Usaha Pariwisata Dalam Hutan Riau

Badan Usaha Milik Desa Akan Kelola Usaha Pariwisata Dalam Hutan Riau

Riau | Minggu, 14 Maret 2021 | 13:29 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×