Penembakan Brutal di AS, Jaksa: Ini Mimpi Buruk Bagi Boulder County

Siswanto, BBC

Selasa, 23 Maret 2021 | 18:06 WIB
Penembakan Brutal di AS, Jaksa: Ini Mimpi Buruk Bagi Boulder County
BBC

Suara.com - Seorang pria bersenjata membunuh 10 orang, termasuk seorang petugas polisi, di sebuah supermarket di negara bagian Colorado, Amerika Sertikat.

Setelah beberapa jam kemudian, penembakan brutal di Kota Boulder itu bisa diatasi setelah polisi menahan seorang tersangka yang terluka dan hanya mengenakan celana di supermarket King Soopers.

Penembakan itu disiarkan langsung oleh sejumlah saksi dan ditayangkan di YouTube.

Di antara yang tewas adalah Eric Talley, 51 tahun, yang merupakan petugas polisi yang pertama kali bertindak atas insiden penembakan itu.

"Ini adalah tragedi dan mimpi buruk bagi Boulder County," kata Jaksa Wilayah Boulder County, Michael Dougherty.

"Ini adalah orang-orang yang sedang menjalani rutinitas mereka, berbelanja. Saya berjanji kepada para korban dan masyarakat di negara bagian Colorado bahwa kami akan tegakkan keadilan."

Tidak ada detail lain yang langsung dirilis tentang sembilan korban lainnya maupun motif di balik serangan itu.

Apa yang diketahui tentang kejadian penembakan?

Kejadian itu dimulai sekitar pukul 14:30 waktu setempat pada hari Senin (23/03) ketika tersangka memasuki supermarket dan mulai menembak.

Para pembeli dan karyawan toko mengatakan mereka segara beranjak mencari tempat berlindung maupun berlari ke tempat aman saat penembakan terjadi.

baca juga

Sebagian dari insiden itu terekam dalam sebuah video oleh seorang pejalan kaki yang menunjukkan para korban dari dekat supermarket.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi... Saya mendengar suara tembakan, seseorang jatuh," teriak orang yang memegang kamera. "Ada seorang penembak, pergi menjauh".

Suara tembakan terdengar saat dia melarikan diri dari toko itu.

Rekaman video tersebut berlanjut dan menampilkan polisi yang tiba di tempat kejadian dan mengelilingi supermarket.

Departemen kepolisian Boulder kemudian memperingatkan orang-orang untuk menghindari daerah tersebut dan mengatakan kepada mereka untuk tidak "menyiarkan di media sosial informasi taktis apa pun yang mungkin Anda lihat".

"Kami sedang di kasir, dan suara tembakan tiba-tiba mulai terdengar," kata Sarah Moonshadow, seorang warga yang terjebak di dalam supermarket dengan anak laki-lakinya, Nicholas, saat penembakan itu terjadi.

Dia mengatakan kepada Reuters bahwa dia sempat mencoba membantu salah satu korban yang terluka di trotoar di luar supermarket, tetapi putranya menariknya pergi dengan mengatakan "kita harus pergi".

"Saya tidak bisa membantu siapa pun," katanya.

Rekaman video yang diambil dari udara kemudian menunjukkan seorang pria, yang tampaknya hanya mengenakan celana pendek, dikawal pergi dengan tangannya yang diborgol.

Dalam konferensi pers, kepala Kepolisian Boulder, Maris Herold, mengkonfirmasi bahwa seorang tersangka ditahan dan menerima perawatan di rumah sakit. "Saya ingin meyakinkan masyarakat bahwa mereka aman," katanya.

Herold menyebut polisi yang tewas bernama Eric Talley, yang telah bekerja di departemen kepolisian Boulder sejak 2010.

https://twitter.com/boulderpolice/status/1374200720350580741


"Tindakan heroik petugas ini ketika dia menanggapi tempat kejadian... panggilan telepon mengenai tembakan di daerah itu dan panggilan telepon tentang orang yang mungkin membawa senapan patroli," katanya.

Herold tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang penembakan itu, tetapi mengatakan bahwa penyelidikan itu "sangat kompleks" dan akan memakan waktu "tidak kurang dari lima hari untuk menyelesaikannya".

Nama-nama korban lainnya tidak akan dirilis sampai keluarga atau kerabatnya diberi tahu.

Di Twitter, Gubernur Colorado Jared Polis mengatakan: "Doa saya bersama sesama warga Colorado di saat kesedihan dan duka ini saat kita mempelajari lebih banyak tentang sejauh mana tragedi itu."

Presiden Joe Biden telah diberitahu tentang penembakan itu.

Bulan lalu, Biden mengatakan dia akan merekomendasikan undang-undang yang lebih ketat untuk memastikan pemeriksaan latar belakang pada siapa pun yang ingin membeli senjata api.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Horor di Bondi Beach: Penembakan Brutal di Pantai Ikonik Australia, 9 Orang Tewas

Horor di Bondi Beach: Penembakan Brutal di Pantai Ikonik Australia, 9 Orang Tewas

News | Minggu, 14 Desember 2025 | 18:09 WIB

Kronologi Penembakan di Kelab Malam Oslo, Dua Tewas dan 14 Alami Luka Parah

Kronologi Penembakan di Kelab Malam Oslo, Dua Tewas dan 14 Alami Luka Parah

News | Sabtu, 25 Juni 2022 | 14:10 WIB

Terkini

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 22:30 WIB

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:20 WIB

×