Ganjar Sidak Hari Pertama PTM di SMAN 1 Ungaran, Begini Reaksi Guru

Fitri Asta Pramesti

Senin, 05 April 2021 | 14:10 WIB
Ganjar Sidak Hari Pertama PTM di SMAN 1 Ungaran, Begini Reaksi Guru
Ganjar Pranowo melakukan sidak hari pertama PTM di SMAN 1 Ungaran, Senin (5/4/2021). (Dok. Pemprov Jateng)

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan melakukan inspeksi mendadak alias sidak di SMAN 1 Ungaran pada hari pertama pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) Jateng, Senin (5/4/2021).

Kedatangan Ganjar yang mendadak, langsung membuat sejumlah guru terkejut. Kepala Sekolah SMAN 1 Ungaran, Supriyanto, mengaku tak menyangka kedatangan Ganjar karena memang tidak masuk ke dalam jadwal.

Awalnya, Ganjar dijadwalkan sidak ke SMAN 4 Semarang, SMKN 7 Kota Semarang, MTs Negeri 1 Kota Semarang dan MAN 1 Kota Semarang.

Namun, Ganjar membatalkan rencana itu karena tahu informasi sidak telah bocor dan sekolah-sekolah itu sudah mempersiapkan.

"Tidak menyangka pak Gubernur ke sini, soalnya di jadwal yang beredar kan tidak di sini. Memang tidak ada persiapan, ya ini natural seperti ini," ungkap Supriyanto.

Ganjar Pranowo melakukan sidak hari pertama PTM di SMAN 1 Ungaran, Senin (5/4/2021). (Dok. Pemprov Jateng)
Ganjar Pranowo melakukan sidak hari pertama PTM di SMAN 1 Ungaran, Senin (5/4/2021). (Dok. Pemprov Jateng)

Kendati demikian, Supriyanto tidak khawatir dengan sidak Ganjar itu. Sebab, pihaknya sudah mempersiapkan uji coba PTM dengan matang.

"Ya saya tidak takut, karena semua sudah berjalan sesuai yang diharapkan. Bisa dilihat sarana prasarana kami lengkap. Ada tempat cuci tangan, ada garis-garis di lantai untuk mengatur flow anak-anak, jarak meja di kelas sudah ditata dan sebagainya. Kami optimis PTM akan berjalan baik," bebernya.

Supriyanto bilang, ada tujuh kelas yang dibuka dalam uji coba tahap pertama tersebut. Masing-masing kelas hanya diikuti maksimal 15 siswa dengan jam pembelajaran selama 4 jam tanpa istirahat.

"Kami juga melibatkan orang tua siswa untuk memastikan anak-anak aman. Mulai berangkat dari rumah, diantarkan ke sekolah sampai pulang lagi. Protokol itu sudah kami sosialisasikan kepada orang tua siswa dan semoga bisa berjalan dengan baik," sambung Supriyanto.

baca juga

Sementara itu, dari pantauannya ketika sidak, Ganjar mengatakan bahwa persiapan sekolah menggelar uji coba tatap muka sudah matang.

Tapi, dirinya mengingatkan agar SOP yang disepakati itu benar-benar berjalan di lapangan mengingat yang paling sulit menurutnya adalah implementasi dari aturan-aturan itu.

"Namun konsep, ngomong itu mudah. Yang sulit adalah implementasinya. Maka tadi saya lihat, ketidaksiplinan guru-guru yang berkerumun jaraknya tidak ada satu meter. Ini simpel, tapi serius dan teman-teman tidak ada yang aware (awas) pada itu," tegas Ganjar.

Kebijakan uji coba PTM itu juga disambut bahagia oleh para siswa, salah satunya Najwa. Setelah lulus dari SMP dan diterima di SMA, baru kali ini Ia merasakan belajar di sekolah. Apalagi, di hari pertama masuk sekolah langsung dikunjungi orang nomer satu di Jawa Tengah.

"Seneng sekali bisa sekolah, karena udah lama nggak masuk sekolah. Apalagi tadi didatangi pak Ganjar, bangga banget rasanya. Sejak lulus dari SMP dan diterima di sini, baru pertama masuk. Jadi bisa ketemu teman-teman baru," katanya.

Sama dengan siswa lain, Najwa mengatakan kendala sekolah daring memang cukup menyulitkan. Materi yang disampaikan guru seringkali tidak dipahami dengan baik dan siswa sulit mencari penjelasan.

"Kalau di sekolah seperti ini lebih mudeng. Kalau ada yang susah, bisa ditanyakan langsung sama gurunya," ucapnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh pelajar di Jateng untuk tetap taat protokol kesehatan. Kesadaran dibutuhkan agar proses belajar mengajar di sekolah tetap bisa dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganjar Pranowo Tak Yakin Penyerang Mabes Polri Lone Wolf

Ganjar Pranowo Tak Yakin Penyerang Mabes Polri Lone Wolf

Bekaci | Jum'at, 02 April 2021 | 18:56 WIB

Ganjar Pranowo: Ada Invisible Hand yang Ingin Memecah Belah Indonesia

Ganjar Pranowo: Ada Invisible Hand yang Ingin Memecah Belah Indonesia

Bekaci | Jum'at, 02 April 2021 | 18:08 WIB

Survei Capres, Ganjar Pranowo Salip Anies Baswedan dan Prabowo

Survei Capres, Ganjar Pranowo Salip Anies Baswedan dan Prabowo

Lampung | Jum'at, 02 April 2021 | 09:10 WIB

Jelang Paskah dan Ramadan, Ganjar Pranowo : Cinta Bersemi di Jawa Tengah

Jelang Paskah dan Ramadan, Ganjar Pranowo : Cinta Bersemi di Jawa Tengah

News | Kamis, 01 April 2021 | 13:27 WIB

Ganjar Pranowo Sindir Emak-Emak saat Naik Motor, Respons Ibu Ini Kocak!

Ganjar Pranowo Sindir Emak-Emak saat Naik Motor, Respons Ibu Ini Kocak!

Otomotif | Kamis, 01 April 2021 | 13:34 WIB

Gandeng FKUB, Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Jateng Rukun dan Cinta Damai

Gandeng FKUB, Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Jateng Rukun dan Cinta Damai

Jawa Tengah | Kamis, 01 April 2021 | 11:47 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×