Airlangga Hartarto : Presiden Minta Pengendalian Pandemi Masuki Ramadan

Fabiola Febrinastri

Kamis, 08 April 2021 | 08:12 WIB
Airlangga Hartarto : Presiden Minta Pengendalian Pandemi Masuki Ramadan
Menhub Budi Karya Sumadi dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Dok : Kemenpora)

Suara.com - Menko Perekonimian, Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo minta kepada para jajaran menteri agar kebijakan pengendalian segera dilaksanakan, mengingat akan segera memasuki Bulan Ramadan dan libur Idul Fitri 1422 H/2021 M, karena pandemi Covid-19 di Indonesia belum selesai. Menurut Airlangga, angka kasus aktif di Tanah Air kini di bawah rata-rata kasus aktif Covid-19 dunia, dimana di Indonesia kasus aktifnya sudah single digit atau 7,4 persen, sementara global 17,3 persen.

Hal ini diungkapkan setelah Jokowi memimpin Sidang Kabinet Paripurna untuk membahas ‘penanganan Covid -19 menghadapi bulan puasa dan Libur Idul Fitri 2021 M di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).

Rapat ini dihadiri oleh para menteri kabinet, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Zainudin Amali, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan lainnya.

Sementara untuk angka kesembuhan nasional mencapai 89,9 persen, lebih tinggi dibandingkan angka kesembuhan global sebesar 80,5 persen. Hanya kasus kematian saja Indonesia masih diatas global dengan angka 2,7 persen. Sementara global 2,17 persen.

“Perkembangan Covid-19 di berbagai negara di Eropa dan Asia masuk gelombang ketiga dimana di Inggris terjadi kenaikan pada bulan Januari demikian juga, Belanda, Spanyol dan untuk negara Asia seperti di India dan juga di Papua Nugini. Sehingga ini menunjukan bahwa covid belum selesai dan kita harus tetap berhati hati,” kata Airlangga.

“Oleh karena itu bapak Presiden meminta bahwa kebijakan pengendalian itu agar segeraa dilaksanakan,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, seiring dengan pengalaman tahun lalu pasca libur panjang Idul Fitri yang terjadi peningkatan kasus yang signifikan. Padahal kata dia, saat itu dilakukan pengetatan ketat dari berbagai kegiatan.

"Sedangkan dari pengalaman tahun lalu pasca libur panjang kita lihat idul fitri tahun lalu dengan penyekatan ketat dan berbagai kegiatan yang dilakukan terjadi kenaikan kasus harian sebesar 93 persen. Kemudian libur agustus itu bahkan meningkat lebih tinggi lagi 119 persen, libur oktober 95 persen dan natal dan tahun baru 78 persen," ungkapnya.

Oleh karena demikian, pemerintah melalui Menko PMK Muhadjir Effendy sudah menyampaikan larangan mudik. Serta Menteri Agama Yaqut Qholil Qoumas untuk mengatur kegiatan keagamaan selama bulan ramadhan.

baca juga

“Kemudian yang kedua dari Kasatgas (Satuan Tugas penangana covid-19) itu pengetatan atau pengaturan mobilitas kemudian kekarantinaan perjalanan di dalam negeri,” pungkasnya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar pertumbuhan ekonomi dan penanganan pandemi covid-19 harus berjalan seiring. Presiden juga meminta pengusaha membayar tunjangan hari raya (THR) tahun ini agar konsumsi masyarakat tumbuh positif menjelang Lebaran.

Presiden Jokowi juga memberikan keringanan pinjaman kredit sesuai Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 32/2021 untuk sektor hotel, restoran, dan kafe. Regulasi ini memberi kelonggaran pembayaran pinjaman selama tiga tahun untuk pinjaman Rp5 miliar sampai Rp1 triliun, dengan pinjaman minimum Rp5 miliar.

"Khusus untuk kafe dan restoran bisa menggunakan skema KUR (kredit usaha rakyat), di mana KUR diusulkan diperpanjang 3 persen sampai 2021. Tentu pemerintah menyiapkan subsidi bunga Rp8,15 triliun," tambah Airlangga.

Selain THR, pemerintah akan menyalurkan beragam bantuan sosial. Di antaranya bantuan sosial kepada 20 juta penerima manfaat berupa beras 10 kilogram.

Kemudian, penyaluran program keluarga harapan (PKH) kartu sembako dan bantuan langsung tunai, yang akan dicairkan lebih cepat selama dua bulan ke depan. Pemerintah juga mendorong hari belanja nasional, penerapannya pada H-10 dan H-5 Lebaran. Pemerintah akan menggelontorkan dana hingga Rp500 miliar untuk subsidi ongkos.

Selain itu, subsidi bantuan sosial beras selama Ramadan membuat Bulog bisa memperoleh dana hingga Rp2 triliun. Dana ini akan digunakan untuk membeli gabah rakyat dari 440.000 petani, ditambah percepatan program perlindungan sosial Rp14,12 triliun.

Pada kesempatan ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa pihaknya akan menjalankan surat keputusan Menko PMK yang telah menetapkan larangan mudik lebaran pada tanggal 6 – 17 Mei 2021.

Menurut Budi Karya Sumadi, pihaknya akan meminta bantuan Polri dan akan melakukan penyekatan di lebih dari 300 lokasi untuk mencegah masyarakat melakukan mudik saat Lebaran melalu jalur darat.

“Kalau berkaitan dengan darat kita berkoordinasi dengan polisi dengan Kakorlantas bahwa kita akan secara tegas akan melarang mudik dan dilakukan pencekatan di lebih dari 300 lokasi. Sehingga kami menyarankan agar bapak ibu tidak meneruskan rencana untuk mudik dan tinggal di rumah,” imbaunya.

Menurut Menhub, Polri juga akan tegas terhadap masyarakat yang berupaya mudik menggunakan kendaraan pribadi, termasuk bus atau truk dengan plat hitam.

"Untuk kereta api, kami akan melakukan pengurangan supply dengan hanya memberikan kereta luar biasa," ujar Menhub.

Budi mengatakan pihaknya akan mengurangi operasionalisasi kereta api di wilayah yang terdapat pergerakan arus mudik menggunakan kereta, seperti Jabodetabek termasuk Bandung.

Sehingga, katanya, penggunaan kereta api akan terbatas bagi mereka yang mendapat pengecualian.

Untuk di laut, katanya, pergerakan mudik banyak dilakukan oleh masyarakat dari Riau, Kalimantan dan Jawa Timur. Menhub memastikan fasilitas transportasi laut hanya akan diberikan kepada mereka yang dikecualikan.

“Sesuai dengan arahan pak presiden kita tegas untuk melarang mudik dan kami juga menghimbau agar bapak ibu yang berkeinginan mudik untuk di rumah saja,” imbaunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SOKSI Jabar Gelar Konsolidasi Menuju Pemilu 2024, Siapkan Kader Terbaik

SOKSI Jabar Gelar Konsolidasi Menuju Pemilu 2024, Siapkan Kader Terbaik

Bogor | Kamis, 08 April 2021 | 06:55 WIB

Buntut Tuding Pemerintah Terlibat Kisruh Demokrat, SBY dan AHY Dipolisikan

Buntut Tuding Pemerintah Terlibat Kisruh Demokrat, SBY dan AHY Dipolisikan

Banten | Kamis, 08 April 2021 | 07:25 WIB

Kuasa Hukum Habib Rizieq Ajukan Permintaan Khusus saat Sidang Bulan Puasa

Kuasa Hukum Habib Rizieq Ajukan Permintaan Khusus saat Sidang Bulan Puasa

Riau | Rabu, 07 April 2021 | 20:39 WIB

Pemerintah Bakal Bikin Promo Harbolnas Hingga Subsidi Ongkir Saat Ramadan

Pemerintah Bakal Bikin Promo Harbolnas Hingga Subsidi Ongkir Saat Ramadan

Bisnis | Rabu, 07 April 2021 | 19:23 WIB

Alasan Kaesang Sambangi Kantor PSSI: Saya Anak Baru, Harus Banyak Belajar

Alasan Kaesang Sambangi Kantor PSSI: Saya Anak Baru, Harus Banyak Belajar

Bola | Rabu, 07 April 2021 | 19:11 WIB

BI Prediksi Kebutuhan Uang di Sumut Rp 2,6 Triliun Saat Ramadan-Idul Fitri

BI Prediksi Kebutuhan Uang di Sumut Rp 2,6 Triliun Saat Ramadan-Idul Fitri

Sumut | Rabu, 07 April 2021 | 19:10 WIB

Terkini

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:30 WIB

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:26 WIB

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 12:19 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:14 WIB

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:00 WIB

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 11:55 WIB

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

×