Menag Gus Yaqut di DPR: Orang Disuruh Doa Kok Ribut, Apa Salahnya Doa?

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Kamis, 08 April 2021 | 18:03 WIB
Menag Gus Yaqut di DPR: Orang Disuruh Doa Kok Ribut, Apa Salahnya Doa?
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (dokumentasi Kemenag)

Suara.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merasa heran dengan polemik atas pernyataan dirinya yang meminta agar di setiap acara diselingi dengan doa dari seluruh agama di Indonesia. Yaqut bertanya apa yang menjadi kesalahan dari pembacaan doa tersebut.

Hal itu ia sampaikan di dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, menanggapi pertanyaan Anggota Komisi VIII, Jefri Romdonny.

"Kiai Jefri nanya soal doa untuk semua. Jadi salahnya doa ini apa sih. Orang disuruh doa kok ribut, salahnya doa ini apa? Ini pertanyaan saya, saya boleh dong nanya. Salah doanya apa, kan gak ada salahnya?" ujar Yaqut, Kamis (8/4/2021).

Yaqut mengatakan dirinya memiliki asumsi bahwa orang yang dekat dengan Tuhan dalam hal ini orang yang memanjatkan doa maka orang tersebut akan jauh dari perilaku koruptif dan perilaku-perilaku tercela lainnya.

Ia justru merasa aneh jika dalam acara dan kegiatan yang dihadiri oleh seluruh umat beragama kemudian hanya diselingi dengan doa dari keyakinan umat muslim.

"Ketika mereka ingat Tuhannya maka perilaku-perilaku koruptif, perilaku kurang baik itu otomatis akan jauh dari perilaku pelayanan mereka terhadap masyarakat. Itu asumsinya. Itu asumsi, apakah itu benar ya masing-masing person saya kira," kata Yaqut.

"Dengan doa mejauhkan perilaku atau gak, kalau doa saja sudah tidak menjauhkan dia dari perilaku buruk terus apalagi yang bisa menjauhkan mereka kecuali maut. Kira-kira begitu," ujarnya.

Kendati begitu, Yaqut menegaskan bahwa instruksi pembacaan doa seluruh agama itu hanya diterapkan untuk kegiatan Kementerian Agama dan tidak untuk eksternal.

"Iyaa dan itu hanya berlaku di Kementerian agama pas rakernas di mana semua pegawai ikut. Dan saya tidak pernah mencoba mengubah misalnya praktik doa di acara kenegaraan, tidak," tegasnya.

baca juga

Diketahui, Menag Yaqut Cholil Qoumas meminta sesi doa setiap acara yang berlangsung di Kementerian Agama tak hanya diisi doa untuk agama Islam, tapi semua agama.

Gus Yaqut membuat seruan itu saat membuka rapat kerja nasional Kemenag secara daring dan luring, Senin hingga Rabu (5-7/4/2021).

"Pagi hari ini saya senang rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran. Ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua. Tapi akan lebih indah kalau doanya diberikan kesempatan semua agama untuk memberikan doa," kata Yaqut.

Menurut dia, seruan itu sebagai otokritik terhadap lembaga yang dipimpinnya. Sebab dalam setiap kesempatan acara di Kemenag, hanya menyertakan doa untuk agama Islam.

Ia ingin agar Kemenag menjadi rumah bagi seluruh agama yang ada di Indonesia, melayani dan memberikan kesempatan yang sama.

Bahkan ia menyebut pembacaan doa untuk agama tertentu saja, tak ubahnya seperti acara organisasi kemasyarakatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MUI Ributkan Doa Pembuka Kemenag: Raker di Bali Baca Doa Hindu Tak Apa-apa

MUI Ributkan Doa Pembuka Kemenag: Raker di Bali Baca Doa Hindu Tak Apa-apa

Bali | Selasa, 06 April 2021 | 13:08 WIB

Resmi! Ramadan Tahun Ini Diizinkan Berjemaah di Masjid dengan Prokes Ketat

Resmi! Ramadan Tahun Ini Diizinkan Berjemaah di Masjid dengan Prokes Ketat

News | Senin, 05 April 2021 | 18:07 WIB

Raker Kemenag, Gus Yaqut Minta Doa Acara Kemenag Diisi Semua Agama

Raker Kemenag, Gus Yaqut Minta Doa Acara Kemenag Diisi Semua Agama

Banten | Senin, 05 April 2021 | 14:31 WIB

Gus Yaqut Minta Acara Kemenag Tak Hanya Doa Secara Islam Tapi Semua Agama

Gus Yaqut Minta Acara Kemenag Tak Hanya Doa Secara Islam Tapi Semua Agama

News | Senin, 05 April 2021 | 13:24 WIB

Terkini

Cak Imin Geram Ikut Disadap Listyo: Kurang Ajar Betul!

Cak Imin Geram Ikut Disadap Listyo: Kurang Ajar Betul!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:55 WIB

Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR

Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 11:54 WIB

Apakah SIM B1 Boleh Bawa Mobil Pribadi? Ini Aturannya

Apakah SIM B1 Boleh Bawa Mobil Pribadi? Ini Aturannya

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 11:53 WIB

Hutan Dibabat Demi Biomassa: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan dari Krisis Iklim?

Hutan Dibabat Demi Biomassa: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan dari Krisis Iklim?

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:52 WIB

Garena Tomb Busters Buka CBT November 2026, Ada La Llorona sampai Pocong

Garena Tomb Busters Buka CBT November 2026, Ada La Llorona sampai Pocong

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 11:47 WIB

Persib Bandung Ukir Prestasi di Asia, Ferry Paulus Acungi Jempol

Persib Bandung Ukir Prestasi di Asia, Ferry Paulus Acungi Jempol

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 11:45 WIB

7 E-Reader Terbaik untuk Mencegah Mata Lelah, Andalan Pencinta Buku

7 E-Reader Terbaik untuk Mencegah Mata Lelah, Andalan Pencinta Buku

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:43 WIB

Jadi Polemik di Sidang Ijazah Palsu Jokowi, Sejak Kapan Sebenarnya Font Times New Roman Ada?

Jadi Polemik di Sidang Ijazah Palsu Jokowi, Sejak Kapan Sebenarnya Font Times New Roman Ada?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:40 WIB

Mako Brimob dan Jejak Jenderal yang Ditahan: Dulu Ferdy Sambo, Kini Listyo Sigit

Mako Brimob dan Jejak Jenderal yang Ditahan: Dulu Ferdy Sambo, Kini Listyo Sigit

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:37 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Tapi Elite Parpol Masih Main di Balik Layar

Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Tapi Elite Parpol Masih Main di Balik Layar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:36 WIB

×