Maruf Amin Cuma Ban Serep, Demokrat Bandingkan JK dan Boediono Wapres SBY

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Selasa, 13 April 2021 | 17:42 WIB
Maruf Amin Cuma Ban Serep, Demokrat Bandingkan JK dan Boediono Wapres SBY
Wakil Presiden Maruf Amin (Dok. KIP-Setwapres)

Suara.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menanggapi ucapan Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi yang menyebut posisi Ma'ruf sebagai wakil seperti ban serep.

Hal itu seiring kepuasan publik terhadap Wapres Ma'ruf yang hanya 36 persen, berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO).

Hinca lantas membandingkan dengan kinerja wapres di zaman Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, yang ia anggap selalu dimaksimalkan.

"Saya kira kita pernah berpengalaman dua periode 10 tahun Pak SBY memaksimalkan wakilnya baik zamannya Pak JK mau pun Pak Boediono, saya kira kita semua bisa mengikuti ya," ujar Hinca di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Hinca mengatakan banyak pihak yang merindukan presiden dan wakilnya dalam melakukan kerja-kerja secara bersama. Sehingga pekerjaan memimpin negara itu, kata Hinca bisa dilakukan keduanya secara sama banyak dan sama baiknya.

"Tinggal bagaimana ngatur distribusi pekerjaan saja. Saya ingin menggambarkan kita miliki pengalaman yang cukup, saya pernah dekat dengan SBY, tahu betul bahwa wapres itu juga dimaksimalkan di banyak hal, saya kira pengalaman itu bisa dipakai," kata Hinca.

Menurutnya, pekerjaan bersama antara presiden dan wakilnya bisa diterapkan saat ini, di situasi pandemi Covid-19. Baik Presiden Jokowi maupun Waprea Ma'ruf bisa membagi pekerjaan tersebut.

"Apa lagi beban hari ini cukup berat ya, saya kira masa yang paling sulit jadi presiden. Salah satunya adalah masa Pak Jokowi di perode kedua ketika menghadapi pandemi yang menguras tenaga, energi, dan sumber keuangan negara kita," ujar Hinca.

Wapres Maruf Cuma Ban Serep

baca juga

Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengungkap kepuasan publik terhadap Wapres Ma'ruf Amin hanya 36 persen dibanding Presiden Jokowi yang mencapai 56 persen.

Juru Bicara Ma'ruf, Masduki Baidlowi menganggap hal biasa karena posisi Maruf Amin disebut cuma menjadi ban serep. 

"Saya kira kalau surveinya justru wapres di atas pak Jokowi malah bingung kita, karena wapres di bawah presiden ya biasa, namanya ban serep, kadang dipakai kadang-kadang tidak dipakai, namanya ban serep," kata Masduki saat berbincang dengan wartawan secara virtual, Senin (12/4/2021). 

Masduki lantas meminta agar hasil survei itu tidak dianggap serius. Sebab menurutnya hasil survei terkadang diagendakan untuk pencitraan tertentu oleh penyelenggaranya. 

Di luar hasil survei yang rendah itu, Masduki merasa Ma'ruf sudah melakukan kerjanya secara maksimal sebagai pembantu kinerja presiden. Ia mencontohkan ketika Ma'ruf melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Di sana Ma'ruf menjalani sejumlah agenda seperti meresmikan pasar rakyat hingga melakukan kegiatan untuk penghijauan pantai. 

Itu dilakukan Ma'ruf karena dalam waktu yang sama Jokowi harus terbang ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau dampak bencana alam di sana. 

"Artinya apa? Artinya selalu berbagi antara presiden dan wapres, sebelumnya juga wapres datang ke Kalteng, meresmikan bandara. Pada saat yang sama juga presiden juga resmikan bandara di Ambon, Maluku sana," tuturnya.

Karena itu, Masduki merasa tidak masalah dengan hasil survei kepuasan masyarakat terhadap Ma'ruf yang begitu kecil. Ia menganggap Ma'ruf akan tetap fokus pada kerjanya dan kesehatannya pun tetap terjaga. 

"Mudah mudahan kalau Covid-19 ini bisa makin reda, kalau misalnya tancap gasnya (kerjanya) selama ini taruhlah 60-70 mungkin nanti bisa 80-90."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftarkan Atas Nama Pribadi, SBY Disebut Takut Demokrat Dibajak Orang Lain

Daftarkan Atas Nama Pribadi, SBY Disebut Takut Demokrat Dibajak Orang Lain

News | Selasa, 13 April 2021 | 14:46 WIB

AHY Akhirnya Cabut Gugatan ke 10 Kader KLB dan Menkumham Yasonna

AHY Akhirnya Cabut Gugatan ke 10 Kader KLB dan Menkumham Yasonna

News | Selasa, 13 April 2021 | 13:08 WIB

Bikin Penggagas Partai Murka, Syarief Hasan: Demokrat Karya Ciptanya SBY

Bikin Penggagas Partai Murka, Syarief Hasan: Demokrat Karya Ciptanya SBY

News | Selasa, 13 April 2021 | 12:34 WIB

Dicurigai Kubu Moeldoko, Syarief Hasan: Tak Ada Orang Bisa Pengaruhi SBY!

Dicurigai Kubu Moeldoko, Syarief Hasan: Tak Ada Orang Bisa Pengaruhi SBY!

News | Selasa, 13 April 2021 | 12:06 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×