alexametrics

BI Klaim Industri Karet dan Makanan di Sumut Mulai Pulih

Erick Tanjung
BI Klaim Industri Karet dan Makanan di Sumut Mulai Pulih
Ilustrasi: Herman (39) petani getah karet mengikis (nderes) pohon karet untuk diambil getahnya di Dusun IX Pasar Lori Desa Pekan Kuala, Langkat, Sumatera Utara. [Antara/Risky Cahyadi]

"Kondisi yang membaik itu tercermin dari peningkatan investasi di sektor itu pada tahun 2021," kata Soekowardojo.

Suara.com - Bank Indonesia atau BI mengungkapkan aktivitas usaha yang mulai pulih di Sumatera Utara adalah industri karet, industri makanan dan minuman, kimia dan farmasi, serta perdagangan besar dan eceran, sehingga mendorong investasi.

"Kondisi yang membaik itu tercermin dari peningkatan investasi di sektor itu pada tahun 2021," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Soekowardojo di Medan, Minggu (18/4/2021).

Dia tidak merinci besaran investasi pada masing-masing sektor tersebut. Namun dia menyebutkan di sektor industri karet ada investasi rutin seperti perawatan mesin dan adanya peningkatan keuntungan dari harga jual yang lebih baik. Sedangkan di sektor kimia dan farmasi didorong pembelian alat penunjang transportasi dan ekspedisi.

"Yang pasti kinerja sektor industri karet, kimia dan farmasi, industri makanan dan minuman, serta perdagangan besar dan eceran, tren meningkat dibandingkan sektor lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Erupsi Lagi, Gunung Sinabung Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter

Adapun sektor konstruksi, katanya, belum pulih menyusul Proyek Strategis Nasional (PSN) di tahun 2021 lebih sedikit dibandingkan tahun 2020, termasuk serapan anggaran yang masih sangat terbatas pada kuartal pertama.

Dengan membaiknya investasi di beberapa sektor, kata Soekowardojo, diharapkan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) 2021 lebih besar dari 2020.

Nilai investasi di Sumut pada 2020 masing-masing sebesar Rp18,189 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar 974,8 juta dolar AS. (Antara)

Komentar